
"Apa yang tarjadi, Adit?" tanya Lolan mendesak, sedangkan semua orang dibuat bingung dengan senyuman manis Adit yang mengembang.
"Selamat Lolan," ujar Adit menggantung membuat Lolan kembali mengerutkan alisnya karena belum mengerti apa maksud dari ucapan selamat Adit.
"Selamat apa?" tanya Xena mewakili pertanyaan semua orang.
"Selamat, karena kamu sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy," tutur Adit membuat Lolan membulatkan matanya sempurna, seakan masih mencerna ucapan Adit. Sementara Mommy Nata langsung memeluk Daddy Jackson dengan tangisan kebagiaan.
"Ziva ha-mil?" tanya Lolan sekali lagi untuk memastikan. Lolan tanpa sadar meneteskan buliran bening dari salah satu sudut matanya saat Adit menganggukan kepala.
Lolan langsung memeluk Ziva yang tak kunjung sadarkan diri. Lolan mencium seluruh bagian di wajah Ziva, hal itu membuat Ziva akhrinya membuka matanya.
"Ih Lolan lepasin, aku malu," Ziva mendorong kepala Lolan menjauh dari wajahnya.
"Sayang, kamu sudah sadar. Syukurlah, terima kasih Tuhan," Lolan memeluk tubuh mungil Ziva dengan begitu eratnya. Sedangkan bibirnya tak henti mengucapkan kata terima kasih membuat Ziva heran dengan ekspresi semua orang yang ada di dalam kamar.
"Terima kasih apa? Apa yang terjadi? Kenapa kita di sini? Adit, Xena, kenapa kalian berdua di sini? Bukankah harusnya kalian berdua menikah?" tanya Ziva heran.
__ADS_1
"Sudah kok Kak. Aku dan Adit sudah sah menjadi Suami Istri," cerocos Xena tersenyum bahagia sambil memeluk Adit erat.
"Acaranya sudah selesai? Kenapa cepat sekali dan kenapa aku ada di sini? Lolan, tolong jelaskan kepadaku apa yang telah terjadi?" Ziva memandang Lolan yang kini masih mengalirkan buliran air mata kebahagiaan.
"Kok kamu jelek banget sih, Sayang," ejek Ziva yang baru pertama kalinya melihat seorang Lolan menangis, Ziva pun tak kuasa menahan tawanya.
"Sayang, kamu HAMIL!" seru Lolan membuat Ziva terbelalak kaget. Tanpa dirinya sadari, buliran bening keluar sendiri tanpa henti dari kedua sudut matanya.
"A-aku ha-hamil?" tanya Ziva terbata seakan tak percaya bahwa ada benih di dalam perut kecilnya.
"Iya, Kakak. Kakak hamil, selamat ya Kakak," sahut Xena yang geram dengan drama yang ditontonnya. Sementara Mommy Nata menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Daddy Jackson. Umur yang sudah tak lagi muda, membuatnya malu bila ketahuan menangis. Daddy Jackson menyeka lembut air mata Sang Istri Kemudian kembali memeluknya erat.
"Haha ... Kita sudah tau, Sayang," balas Daddy Jackson membuat Mommy Nata terkekeh. Sementara Ziva dan Lolan menangis sambil memeluk satu sama lain.
"Sayang, periksa aku juga dong," pinta Xena pada Adit.
"Kamu sakit?" tanya Adit khawatir.
__ADS_1
"Enggak," balas Xena cepat.
"Terus kenapa mau diperiksa? Apanya yang harus kuperiksa," kata Adit menatap Xena heran.
"Ya periksa saja, siapa tahu aku juga hamil."
"Dasar bodoh!" imbuh Bibi Aslin ingin memukul kepala Xena. Namun, reflek Adit menyingkirkan tubuh Xena, menjadikan dirinya sebagai temeng untuk Sang Istri agar tak terkena pukulan Sang Ibu Mertua.
"Maaf, Ibu. Walau dia bodoh dan polos begini, tapi dia tetap Istriku. Tidak ada yang boleh menyakitinya walau Ibu sekali pun," tutur Adit membuat Bibi Aslin terdiam seraya meneguk saliva kasar.
Adit berpaling menatap Xena dengan penuh kasih sayang. "Mana mungkin kamu hamil sekarang, Sayang. Harus buat dulu baru bisa hamil," jelas Adit dengan ucapan yang sekiranya mudah dipahami oleh Sang Istri yang kurang se-on.
"Ya sudah, ayo kita buat sekarang!" seru Xena langsung menyeret Adit.
.
.
__ADS_1
.