Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 46


__ADS_3

"Aaakkhh!" teriak penjahat bertubuh gendut itu ketika tubuh besarnya di terjang kuat oleh Dokter Adit.


"Aaaakhh!" teriak penjahat dibelakangnya kala tubuh kurusnya ditindih tubuh anak buahnya yang gendut.


"Minggir Lo!" bentaknya.


Wajah Dokter Adit tampak memerah dengan urat-urat lehernya yang kenceng ketika melihat Xena terbaring tak sadarkan diri di rumput. Emosinya seketika memuncak, dengan brutal dia menghabisi kedua penjahat yang hampir memp*rkosa Xena.


"Ampun Tuan Ampun," mohonnya keduanya tapi tak membuat Dokter Adit menghentikan tindakannya, dia terus memberikan pukulan dan terjangan hingga kedua penjahat itu babak belur. Ketika keduanya sudah tak lagi sadarkan diri, barulah Dokter Adit menghentikan aksi brutalnya.


"Xena bangunlah," ujarnya sambil menepuk lembut pipi mulus Xena. Dokter Adit langsung mengalihkan pandangan kala tak sengaja melihat kedua chocohip milik Xena yang terlihat karena baju yang dia kenakan benar-benar transparan. Dengan sigap Dokter Adit langsung melepaskan jaketnya, kemudian membalutkannya ke tubuh seksi Xena. Setelahnya, barulah Dokter Adit mengangkat Xena dan dia baringkan di kursi belakang.

__ADS_1


Setelah memastikan kondisi Xena aman, Dokter Adit berbalik arah, membawa Xena kembali ke Apartemennya. Tiba di Apartemen, Dokter Adit kembali menggendong Xena dan dia bawa masuk ke dalam kamar. Dengan sangat berhati-hati, Dokter Adit membaringkan Xena ke atas ranjangnya, mengambil alat medisnya dan langsung memeriksa keadaan Xena.


"Dia punya maag," ujar Dokter Adit khawatir. Dokter Adit bergerak cepat menuju laci khusus obat dan mengambil obat khusus yang akan menetralkan kadar asam lambung untuk menurunkan risiko iritasi pada lambung. Karena sakit maag yang diderita Xena tergolong sedang, Dokter Adit memilih obat Antasida. Dokter Adit mengeluarkan pil itu serta mengambil gelas berisi air putih di atas nakas. Kemudian langsung memberikan pil itu kepada Xena.


Setelah mengamankan lambung Xena, Dokter Adit melanjutkan tugasnya dengan membersihkan luka di seluruh jari Xena, juga beberapa luka di kaki Xena, yang Xena dapatkan ketika keluar rumah tanpa sendal.


Langkah selanjutnya yang harus dia lakukan adalah membersihkan tubuh Xena, serta mengganti baju Xena dengan baju yang baru dan layak. Karena tidak punya pelayan, Dokter Adit sendiri yang berinisiatif membersihkan tubuh Xena yang lengket akibat ulahnya.


Menuju kamar mandi, Dokter Adit mengambil air hangat dan handuk mini yang baru. Setelah mendapatkan semua yang diperlukan, Dokter Adit memulai aksinya, dia tampak ragu-ragu membuka baju Xena. Namun, dirinya tidak punya pilihan lain.


Dengan menahan serta menyingkirkan hawa nafus, Dokter Adit terpaksa melepaskan baju Xena. Matanya membulat sempurna, hatinya perih bak ditusuk-tusuk sembilu, rasa bersalah kini menguasai dirinya saat melihat betapa banyak bekas kemerahan bahkan keunguan di tubuh seksi Xena. Dokter Adit seakan tak percaya bahwa itu semua adalah perbuatan bejatnya.

__ADS_1


"Maafkan aku Xena, sungguh maaf. Aku benar-benar tidak sengaja," mohonnya dengan rasa bersalah yang begitu besar.


Menggunakan selimut, Dokter Adit menutup bagian bawah tubuh Xena. Setelahnya, dia langsung membersihkan tubuh bagian atas Xena menggunakan handuk yang telah dia basahi dengan air hangat.


Setelah bagian atas bersih, Dokter Adit mengambil salep, perlahan mengoleskan salep itu pada setiap bercak-bercak merah dan keunguan di tubuh Xena.


Selesai bagian atas, Dokter Adit kembali menghela napas berat, karena siap tidak siap dirinya harus membersihkan tubuh Xena bagian bawah. Dia menutupi bagian inti Xena dengan selimut, kemudian berulah mengusapnya perlahan dengan handuk. Setelah selesai, Dokter Adit langsung memasangkan kemeja jumbo miliknya ke tubuh Xena


"Ah leganya, tadi itu hampir saja," ucap Dokrer Adit menyenderkan tubuh kekarnya di sofa. Mengelap keringat dingin dan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan guna menenangkan sesuatu yang tegap di bawah sana. Karena kelelahan, tanpa sadar dia ketiduran di sofa.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2