
"Lolan Sayang, selamat ya Sayang. Akhirnya kamu sembuh juga, Mommy sangat bahagia," seru Mommy Nata menyambut kedatangan Putranya, Mommy Nata memeluk Putranya dengan begitu erat. Bahkan, wanita cantik yang sudah tak lagi muda itu, meluncurkan rentetan air mata saking bahagianya akan kesembuhan Sang Putra tercinta.
Lolan tersenyum senang sambil membalas pelukan hangat Sang Mommy tercinta. "Semua ini bisa terjadi karena Mommy, berkat wanita pilihan Mommy-lah aku bisa kembali sembuh. Wanita pilihan Mommy memang tidak salah," puji Lolan berterima kasih secara tulus kepada Sang Mommy yang punya peran penting dalam kesembuhannya dari penyakit yang selama ini diidapnya.
"Apa pun akan Mommy lakukan untukmu, Sayang. Berterima kasihlah Kapada Ziva, berkat dialah kamu bisa kembali sembuh. Dia banyak berkorban untukmu, Mommy harap kamu bisa mencintai, menyayangi, dan melindunginya seperti kamu mencintai, menyayangi dan melindungi Mommy selama ini. Selamat sayang, Mommy sangat bahagia," tutur Mommy Nata sambil mengapit wajah tampan Putranya dengan kedua tangannya.
"Pasti, Mommy. Pasti aku akan mencintai Ziva lebih dari mencintai diriku sendiri dan aku juga akan melindunginya dengan nyawaku," janji Lolan sambil menyeka lembut air mata Sang Mommy yang masih mengalir.
Setelah melepaskan diri dari pelukan Putranya, Mommy Nata berpindah memeluk Ziva dengan penuh kasih sayang, membuat Ziva merasa sangat senang karena dapat kembali merasakan kehangatan pelukan Sang Mommy Mertunya.
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena sudah mau bertahan demi Mommy, terima kasih karena sudah menjadi gadis penawar untuk penyakitnya Lolan. Mommy sangat berterima kasih dan Mommy juga sangat menyayangimu," ucap Mommy Nata tulus membuat Ziva tak sanggup menahan tangis.
__ADS_1
"Sayang, kemu kenapa menangis?" merasakan tubuh Ziva bergetar hebat, Mommy Nata melepaskan diri dari pelukannya, menatap Ziva dengan penuh rasa kekhawatiran. Memegang kedua bahu Ziva dengan kelembutan yang membuat Ziva semakin menangis histeris.
"Sayang," panggil Mommy Nata semakin khawatir.
"Aku sangat terharu, Mommy. Dipeluk dan diberikan begitu banyak kasih sayang adalah impianku terbesarku setelah kepergian kedua orangtuaku," jawab Ziva dengan banjir air mata.
"Sayang," panggil Mommy Nata lagi dan langsung kembali memeluk erat Ziva seraya menepuk pelan punggung Ziva agar Menantu yang begitu di sayangnya itu kembali tenang.
"Malai sekarang kamu akan mendapatkan banyak cinta dan kasih sayang. Mommy, Daddy, dan juga Lolan, pasti akan membuatmu dan memastikan kebahagiaan yang hanya akan mengelilingimu. Mulia sekarang, Mommy pastikan tidak akan ada lagi air mata kesedihan yang menetes dari kedua pelupuk matamu. Melainkan hanya akan ada air mata kebahagiaan. Ingat itu," Mommy Nata kembali menyeka lembut air mata Ziva lalu memeluknya lagi. Keduanya saling memeluk dengan begitu eratnya. Membuat ketiga laki-laki yang menyaksikan pemandangan itu tiba-tiba terharu.
"Benar apa yang Mommy-mu katakan, Nak. Kalau Lolan berani menyakitimu, katakan kepada Daddy, Daddy sendiri yang akan memberikannya pelajaran," sambung Daddy Jackson sambil mengelus kepala Ziva, namun menatap Lolan tajam, seakan memberikan peringatan keras.
__ADS_1
Kembali mendapatkan kasih sayang dari Daddy Jackson membuat Ziva termangu sambil memejamkan matanya, kala menikmati saat-saat mendapatkan begitu banyak cinta dari orang-orang terdekatnya.
"Terima kasih banyak Mommy, Daddy."
"Sama-sama, Sayang," jawab Daddy Jackson dan Mommy Nata bersamaan.
"Sekarang, ayo kita makan siang dulu. Setelah itu baru kita ke rumah sakit," lanjut Mommy Nata membuat Lolan terkejut.
"Kenapa ke rumah sakit Mommy? Aku sudah sembuh, bukankah harusnya aku dan Ziva ke kamar?"
.
__ADS_1
.
.