Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 194 ~ END


__ADS_3

"Sayang, kenapa kamu malah menyalahkanku? Aku sudah melarangmu untuk hamil, tapi kamu sendiri yangβ€”"


"Malah menyalahkanku!" teriak Xena sambil mengejan dengan kuat seperti yang Dokter sarankan. Xena beruntung karena tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tahap pembukaan sempurna. Tidak seperti Ziva yang sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.


Para anggota keluarga yang menunggu di luar semakin tegang kala mendengar teriakan Xena dan Adit yang saling bersahut-sahutan.


"Jangan tersenyum, Adikku kesakitan!" bentak Ziva pada Lolan yang sedari tadi mengulum senyum.


"Tidak lagi, Sayang. Aku hanya kasihan pada Adit. Harusnya kamu juga begitu kepadaku tadi. Aku tidak apa bila kamu menarik rambutku atau mencakar wajahku," jelas Lolan malah ingin berada di posisi seperti Adit.


"Kamu juga akan menyalahkanku?" tanya Ziva kala mendengar perdebatan antara Xena dan Adit.


"Tentu saja tidak, Sayang."


"Tarik napas lalu dorong yang kuat," titah Sang Dokter.


"Sakit Dokter!" pekik Xena semakin kuat menarik rambut Adit.


"Ayo Nona, Nona pasti bisa, ayo sekali lagi Nona!" kembali Dokter memberikan arahan sekaligus semangat kepada Xena.


"Daritadi sekali terus, tapi belum juga keluar!" protes Xena, meski berceloteh tak jelas, tapi Xena tetap mendorong dengan kuat.


"Aaakhh! Sayang, sakit!" teriak Adit ketika Xena mengejan sambil menggigit lengan kekarnya hingga meninggalkan bekas gigitan yang begitu parah dan banyak, bahkan ada yang terlihat mengalirkan darah. Bukan hanya tarikan rambut dan gigitan, tapi tancapan kuku-kuku tajam Xena juga membuat Adit semakin menderita.


"Oek, oek, oek ..." Xena terkulai lemas ketika berhasil melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang terlihat begitu tampan, persis seperti Ayahnya, Adit.

__ADS_1


"Sudah selesai, Sayang. Tolong lepaskan cengkramanmu," pinta Adit yang masih kesakitan karena Xena belum melepaskan cengkraman pada rambutnya. Xena langsung melepaskan cengkraman tangannya dan langsung menyambut bayinya yang diberikan oleh Suster yang turut membantu persalinan. Xena menyambut bayinya dengan tangisan bahagia.


Sedangkan Adit menciumi setiap centi demi centi wajah Istrinya juga wajah Putranya tercinta. Dia terlihat tidak peduli pada rambutnya yang acak-acakan dan lengannya yang dipenuhi luka akibat ulah Xena.


"Terima kasih banyak, Sayang." ucap Adit lembut.


"Maaf," balas Xena menatap Adit dengan perasaan bersalah.


"Aku baik-baik saja, Sayang. Aku yang seharusnya minta maaf kepadamu. Maaf karena sudah membuatmu merasakan sakit ini," jika tadi keduanya saling menyalahkan. Maka kini, keduanya saling memberi cinta yang luar biasa. Tabir pun dibuka, kedua pasangan itu saling memuji dan memberi selamat.


Tak berselang lama, Mommy Nata, Mommy Adna, Bibi Aslin, Daddy Jonas, Daddy Jackson dan tak ketinggalan Simone masuk ke dalam ruangan. Senyuman dan tangisan kebahagiaan yang begitu dalam begitu terlihat di setiap raut wajah anggota keluarga. Selang beberapa menit, barulah suara tangisan kembali mereda.


"Siapa nama Putramu, Lolan?" tanya Adit.


"Namanya Dusan Atlemose TB, kalian bisa panggil dia Usan." jawab Lolan menatap Putranya penuh rasa bangga. Lolan sengaja memasukkan nama belakang Simone pada nama Putranya, berharap Simone dan Usan akan begitu akrab saat dewasa.


"Nama Putramu siapa?" tanya balik Lolan.


"Nama Putraku adalah Alxean Jonason, kalian bisa panggil dia Xean."


Sejak hari kelahiran Putra-putra mereka hingga hari-hari berikutnya, hidup kedua pasangan itu kian lengkap dan penuh warna memberikan kebahagiaan yang tak terhingga, meski tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, waktu demi waktu terus berganti.


Selang tujuh tahun kemudian, Ziva kembali mengandung dan melahirkan seorang Putri yang diberi nama Harra Atlemose. Harra adalah seorang bayi yang bila menangis hanya bisa diam dalam gendongan serta dekapan hangat Sang Pawang. Siapakah pawangnya? Mommynya, Daddynya, Grandma dan Grandpa-nya, atau Kakak kandungannya Usan, atau malah Kakak tertuanya Simone?


Berpuluh-puluh tahun berlalu, mereka tumbuh semakin dewasa. Usan yang bertubuh kekar yang dipenuhi tato-tato unik. Julukannya adalah pria tertampan 100%, pandai beladiri, dan paling jitu dalam hal tembak menembak. Dialah Dusan Atlemose, pria yang suka berburu wanita-wanita yang mampu menghangatkan ranjangnya. Dia lebih suka bermain-main daripada mengurusi TB Grup.

__ADS_1


Dusan Atlemose TB



TB Grup, kini dipimpin oleh Kakaknya yang terkenal akan kecerdasannya dalam mengelola perusahaan TB Grup hingga kini semakin dikenal dunia. Dialah Simone Atlemose, pria dingin yang sulit ditaklukkan oleh Adik perempuannya, siapa lagi kalau bukan Harra, seorang gadis manja yang selalu mencari perhatian dan ingin selalu mendapatkan kasih sayang. Terutama kasih sayang seorang Simone.


Simone Atlemose TB



Harra Atlemose TB



Sedangkan Xean malah mengikuti jejak Sang Daddy yaitu menjadi seorang Dokter yang ahli di bidang apa pun. Bila ditanya kenapa lebih memilih menjadi Dokter ketimbang menjadi CEO di perusahaan Daddynya, maka Xean hanya akan menjawab. "Aku menjadi Dokter karena kutukan turun temurun dari Daddyku."


Xean tak mengerti kenapa dia malah menjadi seorang Dokter hanya karena sebuah kejadian yang membuatnya kesal. Xean memang mewarisi kecerdasan Sang Daddy, tapi sayangnya dia juga mewarisi kebodohan Sang Mommy. Percampuran itulah yang membuatnya memiliki tingkah dan sikap yang unik. Yaitu, Dokter berandal yang selalu melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri.


Dokter Xean (AlXEAN JONASON)



TAMAT!


Alhamdulillah, akhrinya Othor berhasil juga namatin cerita ini, lega banget rasanya. Terima kasih banyak untuk para reader semuanya yang sudah mendukung Othor dari awal sampai di akhir cerita ini. Calangeo Guys 😍😘😘😘

__ADS_1


Oh iya, kalian penasaran nggak sama kisah bocah-bocah di atas? Kalian tidak perlu khawatir, guys. Karena cerita mereka semua akan hadir dalam novel terbaru Othor yang akan publish sebentar lagi. Untuk itu, jangan buang dulu dari favorit karena informasi publishnya akan Othor beritahukan di Novel ini. Ditunggu, ya, GuysπŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2