
"Aaaakkhhh!" teriak Xena menjatuhkan tubuhnya ke samping. Adit yang kaget pun langsung bangkit untuk memeriksa keadaan Sang Istri.
"Masuk juga belum, bagaimana mungkin sakit, Sayang?" ujar Adit santai karena mengira Xena hanya berakting kesakitan agar bisa menghindar darinya.
"Perutku yang sakit, sangat sakit, bukan tempat lainnya," ujar Xena dengan ruat wajah yang menunjukkan keseriusan, Adit yang khawatir pun langsung memeriksa keadaan Xena. Adit membalikkan tubuh polos Sang Istri, melepaskan perlahan kedua tangan yang membekap perutnya.
"Bagian mana yang sakit?" tanya Adit cepat. Xena menunjuk tepat di bagian bawah pusarnya. Dengan perasaan harap harap cemas, Adit pun memeriksa bagian bawah perut Xena.
Dengan lembut Adit menekan perut datar itu, hanya dengan menekan sedikit, Adit sudah bisa menarik kesimpulan penyebab utama Sang Istri bisa mengalami sakit perut mendadak.
Raga Adit melemas seketika, dia menarik napas dalam, kemudian menghembuskannya perlahan berharap dapat merasa tenang dengan ritual tersebut. "Sayang, apa kamu mengingat tanggal datang bulanmu?" tanya Adit dengan wajah pasrah seakan tidak memiliki jiwa.
"Tanggal datang bulan? Tunggu, apakah saat ini tanggal tujuh belas?" Adit mengangguk dengan pandangan yang kosong. Jelas tanggal itu juga tanggal pernikahannya, Adit tidak habis pikir Xena bisa lupa.
"Tidak mungkin," Xena langsung melihat ke bawah sana. "Aaaaakhhh ... aku malu!" teriak Xena seketika langsung manarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya, termasuk menyembunyikan cairan merah di bawah sana.
Sementara Adit langsung turun dari ranjang, berjalan gontai Adit masuk ke dalam kamar mandi. Keadaan membuatnya harus menghabiskan waktu beberapa menit dengan sabun cair dan air yang mengalir dari shower.
__ADS_1
Tiba di kamar mandi, Adit melupakan sejenak apa yang terjadi barusan. Dia mulai memposisikan diri di bawah guyuran air yang mengucur dari shower. Meraih sabun cair, lalu membalurkan sabun itu ke permukaan benda keras milikinya yang masih berdiri tegak.
Menghela napas kasar, Adit memulai ritualnya, memaju mundurkan tangannya dengan gerakan yang semakin lama semakin dia percepat. Ketika kenikmatan itu menjalar keseluruhan tubuhnya, Adit mengepalkan salah satu tangannya yang menempel di dinding, tangan yang menjadi penyanggah agar tubuhnya tetap seimbang bermain.
"Xenaaaaa!" teriak Adit ketika berhasil mendapatkan aliran pelepasan yang begitu nikmatnya, walau tidak senikmat bila dilakukan bersama Sang Istri. Tapi, setidaknya Adit sudah berhasil membuat dirinya tenang.
Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada calon-calon kehidupannya, Adit pun langsung meraih handuk dan membalutkan handuk itu ke pinggang kekarnya. Keluar dari kamar mandi, mendekat ke ranjang di mana Sang Istri masih bergelung dalam selimut tebal itu.
"Sayang, bangunlah. Bersihkan dulu tubuhmu. Setelah itu aku akan mengobatimu," titah Adit dan Xena masih tak kunjung bangkit.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Adit mencoba menyingkirkan selimut itu, tapi Xena langsung mengeratkan genggaman tangannya.
"Apa tidak apa-apa aku tinggal?" tanya Adit sebelum benar-benar pergi.
"Hu'um, tidak apa-apa," sahut Xena masih bergelung dalam selimutnya dan enggan keluar sebelum Sang Suami pergi.
"Baiklah, aku akan menunggu di balkon saja. Panggil aku bila sudah selesai," Adit langsung pergi menuju balkon, dan lanjut menenangkan dirinya di sana.
__ADS_1
Setelah kepergian Adit, barulah Xena turun dari ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat.
Beruntung ada begitu banyak persediaan pembalut yang ada di dalam laci di kamar mandi. Hingga Xena tak harus susah-susah mencari benda penting itu.
Begitu selesai dengan segela urusannya dan juga sudah berpakaian rapi, Xena berjalan gontai menyusul Sang Suami yang berada di balkon. "Sudah selesai?" tanya Adit memberi isarat agar Xena ikut duduk di sampingnya.
"Maaf," ucap Xena menatap Adit dengan begitu besar perasaan bersalah.
"Tidak ap—"
"Menstruasiku hanya berlangsung selama 4 hari, setelah itu aku berjanji akan melakukan yang terbaik." potong Xena cepat.
.
.
.
__ADS_1
Sedikit info guys, Novel Noda Melukis Cinta sudah terbit cetak. Untuk info lengkap silahkan lihat postingan terbaru Author di IG @Oniya_99 FB Oniya. Atau ke nomor WhatsApp Author 085298257753. Terima kasih 🙏🏻🥰