
"Ini, ambil kembali kuncinya," Mommy Adna menyerahkan kembali kunci pintu kepada karyawan perempuan itu.
"Kenapa pintunya di kunci, Nyonya? Bukankah Ada seorang Nona di dalamnya," tanya Karyawan itu bingung.
"Benar, di dalam ada Calon Menantuku dan juga Putraku, Adit," jawab Mommy Adna dengan suara pelan.
"Wanita dan laki-laki?" tanya karyawan itu tercengang.
"Putraku dan Menantuku, tentu saja laki-laki dan perempuan. Ayo, sekarang tunjukkan padaku di mana kontak lampu di ruang ganti itu?" tanya Mommy Adna sambil membawa karyawan itu menjauh dari ruang ganti.
"Sebelah sini, Nyonya," tunjuk karyawan itu sopan.
Mommy Adna berjalan mendekat ke arah stop kontak dan langsung mencabutnya.
"Untuk apa dicabut, Nyonya? Lampu di ruang ganti itu akan mati, di sana sangat gelap," imbuh karyawan itu heran dengan tingkah Mommy Adna.
"Apa kamu lupa ada Putra dan Menantuku di dalam sana?" tanya balik Mommy Adna.
"Tentu saja ingat Nona, tapi untuk apa lampunya di matikan?" karyawan jomblo itu masih belum mengerti rencana licik seorang Mommy Adna.
"Untuk menciptakan suasana romantis. Ah, kamu tidak akan mengerti. Ayo pergi dari sini," Mommy Adna mengajak karyawan itu pergi. Mommy Adna telah menyewa satu lantai di Mall itu, hingga hanya akan ada dia, karyawan, Adit dan Xena yang ada di sana.
***
"Aaaakhh!" teriak Xena kaget dengan lampu yang tiba-tiba mati, Xena langsung menghamburkan tubuh polosnya ke dalam pelukan Adit, membuat Adit semakin merasa sesak.
__ADS_1
"Xena, jangan terlalu menempel padaku," Adit mencoba melepaskan Xena yang terus memeluknya erat.
"Gelap, aku takut," Xena makin mengeratkan pelukannya.
"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa. Jangan terlalu erat, aku kesulitan melangkah."
"Kamu mau ke mana? Jangan tinggalkan aku, aku takut," sahut Xena.
"Duduklah dulu," ajak Adit dan mereka berdua pun duduk di sofa.
"Sekarang lihat aku," Xena menatap wajah Adit dalam kegelapan.
"Apa kamu dapat melihat wajahku?" tanya Adit dan Xena pun menngangguk karena memang dia dapat melihat wajah tampan Adit walau pun samar-samar.
"Mata kita dapat menyesuaikan diri dengan cahaya maupun kegelepan. Jadi, duduk tenang di sini," Adit bangkit dari duduknya, namun lagi-lagi Xena menahannya.
"Aku akan membuka pintunya, kamu pasang saja dulu pakaianmu," ujar Adit langsung pergi begitu saja. Sedangkan Xena langsung meringkuk ketakutan di sudut sofa, dan tidak memasang kembali pakaiannya.
Beberapa menit kemudian, Adit kembali duduk di sofa. "Apa pintunya sudah terbuka?" tanya Xena. Adit tidak menjawab, tapi mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan langsung menghidupkan lampu di ponsel itu.
Hanya beberapa detik lampu itu menyala, kemudian langsung mati karena semalam Adit lupa mengisi dayanya.
"Kenapa?"
"Dayanya habis," jawab Adit pasrah.
__ADS_1
"Sekarang bagaimana? Aku takut, hiks ..." Xena menangis semakin jadi, membuat Adit bingung harus melakukan apa.
"Mommy! Mommy!" Xena berteriak kencang memanggil Mommy Adna.
"Percuma," sahut Adit.
"Kenapa? Kamu senang ya terkunci di sini dengan wanita seksi sepertiku," tebak Xena.
"Jangan kepedean, Mommy yang sengaja mengunci dan mematikan lampu. Percuma bila kamu meminta tolong kepada pelakunya," Jelas Adit.
"Mana mungkin. Untuk apa Mommy melakukan itu?"
"Mommy melakukan itu agar kita membuat Cucu untuknya," jawab Adit membuat Xena kaget.
"Benarkah?"
"Hem ...."
"Ya sudah, kita buat Cucu saja sekarang ....
.
.
.
__ADS_1
Kok sepi ya🥺