Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 187


__ADS_3

Jika Ziva langsung pergi ke atas untuk menemui Sang Sepupu kesayangan. Maka Lolan dan Adit duduk bersama di ruang tamu, keduanya tengah berbincang seputar bisnis.


"Oh iya, Mommy Adna dan Daddy Jonas ke mana?" tanya Lolan yang heran karena biasanya Mommy Adna selalu menyambut hangat kedatangannya dan Ziva.


"Mommy dan Daddy telah berangkat ke Inggris," jawab Adit dengan raut wajah pasrahnya, karena kepergian kedua sahabat sang istri banar-benar merubah sikap dan tingkah Xena menjadi semakin manja.


"Mereka liburan?, tumben," balas Lolan sambil menyeruput kopi yang telah disiapkan untuknya.


"Bukan liburan, tapi mereka menemani Ana ke Inggris."


"Ana Sahabatnya Xena?"


"Iya."


"Kenapa dia pergi ke Inggris?"


"Mommy dan Daddy menyekolahkannya di sana, bagaimana cerita selanjutnya aku tidak terlalu menyimaknya," jawab Adit juga turut menyeruput kopi hitamnya.


"Xena, apakah dia hamil?" tanya Lolan membuta Adit terselak kopi yang kini dia minum, untungnya dia masih dapat menahan diri agar tak menyemburkan kopi di mulutnya ke arah wajah Lolan.

__ADS_1


"Mana mungkin Xena hamil. Aku memang tidak menggunakan kon dom karena dia alergi, dia juga melarangku melakukan vesektomi. Tapi, tetap tidak mungkin Istriku hamil karena dia minum pil kb," jelas Adit tapi Lolan hanya menganggukkan kepalanya.


"Siapa tahu pernah kecolongan," balas Lolan langsung bangkit dari duduknya.


"Mana mungkin," sahut Adit juga ikut berdiri, kedua pria itu berjalan menuju lantai atas di mana Ziva dan Xena berada.


"Bisa saja," sambung Lolan.


Tiba di lantai atas, Adit langsung mencegat Adit yang ingin mendorong pintu kamar yang sedikit terbuka.


Sssstt ....


Kedua pria itu diam-diam mendengarkan perbincangan kedua wanita tercinta mereka yang ada di dalam kamar.


"Sebenarnya ...."


"Sebenarnya apa, Sayang? Ayolah katakan kepada Kakak, Kakak tidak akan mengatakan kepada siapa pun," bujuk Ziva agar Xena mau mengatakan apa yang saat ini tengah dia sembunyikan.


"Mulai dari kemarin dan saat ini, aku merasa mual setiap pagi, siang dan malam. Bukan hanya itu saja, kak. Tapi, nafsu makanku juga bertambah, setiap jam aku selalu merasa lapar, moodku juga selalu berubah-ubah. Aku baca di internet, katanya itu adalah gejala-gejala awal kehamilan dan sepertinya saat ini aku sedang hamil," jelas Xena detail.

__ADS_1


"Apa!" teriak Adit seraya membanting pintu kamar membuat Ziva dan Xena kaget. Xena langsung memeluk Ziva karena takut melihat ekspresi Suaminya yang tak biasa.


"Xena kamu ... Astaga!, kamu—" Adit meremas rambutnya frustasi sambil memejamkan matanya seakan tak percaya.


"Kak Ziva, aku takut hiks ..." tangis Xena dengan tubuh bergetar.


"Ada apa dengan reaksimu, Adit? Kenapa kamu tidak suka bila Xena benar-benar hamil? Berhenti membuat Xena ketakutan," cela Ziva murka kala tak suka dengan reaksi Adit.


"Bukan begitu, Ziva. Tapi—"


"Aku yakin Xena tidak akan apa-apa. Semua perempuan juga akan mengalami ini karena memang sudah kodratnya. Kamu tidak usah khwatir berlebihan, masalah Bibi Aslin biar aku yang berbicara dengan dengannya agar bisa mengerti," potong Ziva cepat.


"Iya, Adit. Tidak perlu khawatir dan nikmati saja," lanjut Lolan tersenyum penuh arti.


Mendengar penjelasan Lolan dan Ziva, hati Adit sedikit tergerak. Adit mendekat dan duduk di pinggir ranjang tepat di samping Xena yang masih terisak dalam pelukan Ziva. "Sayang, kemarilah, aku akan memeriksamu apakah benar-benar hamil," tutur Adit lembut.


"Kamu kira aku berbohong!" cetus Ziva.


"Bukan begitu, Sayang. Aku perlu memeriksa lebih lanjut karena seingatku, aku tidak pernah lupa memberikanmu pil KB," tutur Adit berusaha membuat Xena mengerti.

__ADS_1


"Aku menukar pil KB itu dengan permen rasa stroberi," lanjut Xena membuat Adit semakin frustasi.


__ADS_2