Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 178


__ADS_3

"Sayang," ucap Adit dengan mata membulat sempurna, Adit memandang Xena seraya meneguk salivanya kasar, kala tak kuasa menahan hasrat yang tiba-tiba memuncak, saat melihat Sang Istri tampil begitu menggoda malam itu.


Adit menatap tubuh Xena dari ujung kepala sampai ujung kakinya, lalu balik lagi memandang dari bawah sampai atas. Bongkahan dua gunung kembar di atas sana dan juga segitiga indah di bawah sana, benar-benar membuatnya seakan menggila, suhu tubuhnya tiba-tiba memanas tanpa perlu mengonsumsi rumuan yang sering Mommy-nya racik.


"Sampai kapan kamu hanya akan memandangku sambil terus berdiri di sini," celetuk Xena membuat Adit tersadar dari lamunannya. Adit mengerjabkan matanya beberapa kali, kemudian fokus pada wajah cantik Xena yang benar-benar terlihat bersinar di matanya.


"Hehe ... Maaf, Sayang. Habisnya kamu mengagetkan aku," tutur Adit langsung mendekat, menarik Sang Istri keluar dari kamar mandi, lalu mendekapnya penuh cinta. Xena hanya diam seraya mengulum senyum.


"Kamu cantik sekali malam ini, Sayang," puji Adit menampik wajah Xena dengan penuh kelembutan serta pandangan penuh damba dan menginginkan. Xena tak lagi sanggup menahan senyuman malunya, saat rayuan sederhana itu mampu menggetarkan hatinya.


"Memakai lingerie seksi ini di hadapanku, apakah ini artinya aku sudah diperbolehkan menyentuhmu, Sayang?" tanya Adit sambil berbisik di telinga Xena, membuat Sang Pemilik memiringkan kepalanya kala merasa geli.

__ADS_1


"Pakai ditanya lagi, tentu saja sudah boleh," balas Xena mendorong lembut kepala Adit yang terbenam di ceruk lehernya yang jenjang.


"Yesss!" teriak Adit langsung meloncat untuk merayakan kebahagiaannya. Xena menggelengkan kepalanya karena ini pertama kalinya dia melihat Adit menggila.


"Ayo, Sayang. Aku akan membawa terbang berkelana ke seluruh belahan dunia!" seru Adit langsung mengangkat tubuh seksi Sang Istri. Perlahan, Adit membaringkan Xena ke atas ranjang empuk.


Tanpa berlama-lama, Adit naik ke atas ranjang, mengukung tubuh Sang Istri dengan tak sabaran. Adit mendekatkan wajahnya ke wajah Xena, siap menyatukan bibir mereka.


Terdengar beberapa kali suara ketukan pintu, Adit kembali menjauhkan wajahnya, segera bangkit dan menyingkir dari tubuh Xena yang sebelumnya dia kukung.


"Buka dulu pintunya, setelah itu baru lanjutkan," ujar Xena sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut lingerie transparan.

__ADS_1


Adit menghela napasnya kasar, Kemudian langsung turun dari ranjang, berjalan gontai menuju pintu dan langsung membukanya kesal.


"Maaf mengganggu, Tuan. Ini makan malam untuk Tuan dan Nona," ujar pelayan itu sopan seraya mendorong satu meja khusus yang terdapat banyak makanan lezat dan minuman segar yang tertata rapi di atasnya.


Adit menerimanya dengan raut wajah yang tampak masih kesal, setelah itu, Adit langsung menutup pintu kamarnya. Mendorong meja itu hingga tiba di samping ranjangnya. Melihat banyaknya makanan menggoda yang tersaji di atas meja khusus, Xena langsung bangkit saat itu juga.


"Sayang, sepertinya kita perlu tenaga untuk bertempur. Bagaimana kalau kita isi energi dulu," tutur Xena menatap penuh damba makanan yang mampu membuat perutnya bergetar hebat.


Adit lagi-lagi harus menarik napasnya kasar, kala mendengar permintaan Sang Istri. Adit mengelus dadanya kemudian barulah mengiyakan keinginan Sang Istri untuk makan malam lebih dulu.


Mereka berdua pun melahap habis semua makanan yang tersedia hingga merasa benar-benar kenyang. "Apa sudah siap, Sayang?" tanya Adit sambil mengelap bibir Xena yang dipenuhi sisa makanan.

__ADS_1


"Siap, ayo kita cetak baby sebanyak-banyaknya!"


__ADS_2