
"Dokter! Aaaakh!" teriak Xena sambil menerjang dada bidang Dokter Adit sekuat tenaga. Hingga pria yang sudah polos tubuhnya itu tersungkur ke lantai dingin kamarnya, dengan perasaan yang tak dapat dijelaskan.
"SEPARUH! LAGI! ...." teriaknya dengan penuh kekecewaan.
***
Seminggu kemudian.
Hari itu adalah hari yang paling Xena tunggu-tunggu karena hari itu adalah hari di mana dirinya akan mendonorkan salah satu ginjalnya untuk Sang Kakak, Zivanya.
Hari itu juga hari yang paling ditunggu-tunggu oleh anggota keluarga lainnya, seperti Lolan, Daddy Jackson, dan Mommy Nata karena mereka juga sudah tak sabar melihat Ziva kembali sembuh dari penyakit yang selama ini menguasai tubuh mungilnya.
Jika ada yang senang dengan hari itu, maka juga ada yang tidak menyukai hari bersejarah itu. Siapa lagi kalau bukan Bibi Aslin, sungguh berat bagi dirinya untuk membiarkan Putri kecilnya harus mendonorkan ginjalnya untuk Ziva.
__ADS_1
Walau tidak pernah bersikap baik kepada putrinya, tetap saja Bibi Aslin adalah seorang Ibu, seorang Ibu yang takut kehilangan Putri semata wayangnya. Tapi, tidakkah dia sadar, bila dia sendiri tidak pernah merawat Putrinya itu layaknya sebagai seorang anak. Dia hanya selalu memikirkan kepentingan pribadinya.
Namun, untuk hari ini. Bibi Aslin tampak begitu ketakutan, takut terjadi apa-apa kepada Xena. Sebagai Ibu Bibi Aslin tidak mengizinkan Xena untuk mendonorkan ginjalnya. Tapi, Putrinya itu begitu keras kepala, hingga tak dapat dia bantah sama sekali.
Tak hanya Bibi Aslin yang khawatir, di sampingnya ada seorang pria yang lebih besar kekhawatirannya. Siapa lagi pria itu kalau bukan Dokter Adit, beberapa hari kebelakang, hubungannya dengan Xena begitu harmonis. Hanya butuh waktu seminggu, dia benar-benar telah jatuh sejauh-jauhnya akan pesona Xena.
Xena tak hanya mampu membuat hatinya bergetar. Tapi, Xena juga dapat membuat tubuhnya bergetar bahkan hanya dengan membayangkannya saja. Sungguh Dokter Adit merasa bahwa dirinya telah gila. Gila akan Xena.
Setelah melewati beberapa tahap pemeriksaan akhir, barulah Xena lebih dulu di bawa masuk ke ruang operasi untuk di angkat dan diambil salah satu ginjalnya. Di ruangan yang sama, Ziva juga siap diberikan ginjal. Operasi itu memakan waktu yang lumayan panjang, sekitar tiga jam lamanya. Membuat orang-orang yang menunggu di luar ruangan begitu merasakan ketegang yang mencengkam.
"Bagaimana Adit? Bagaimana keadaan Ziva?" tanya Lolan langsung menghampiri Dokter Adit ketika keluar dari ruangan operasi.
"Putri saya Dokter, bagaimana keadaan putri saya, Xena?" tanya Bibi Aslin dengan raut wajahnya yang begitu khawatir.
__ADS_1
"Syukurlah operasinya berjalan dengan lancar. Nona Ziva dan Xena sekarang akan dipindahkan ke ruangan ICU untuk pemulihan," jawab Dokter Adit membuat Lolan, Mommy Nata, dan Daddy Jackson mengelus dada lega.
"Ruang ICU! Putri saya kenapa, Dokter?" tanya Bibi Aslin penik kala mendengar bahwa Putrinya akan dibawa ke ruang ICU.
"Putri Ibu baik-baik saja saat ini, operasinya berjalan dengan lancar," jawab Dokter Adit lagi.
"Putri saya dimasukkan ke ruang ICU! Bagaimana mungkin dia baik-baik saja!" bentak Bibi Aslin sambil menggoyang-goyangkan bahu kekar Dokter Adit.
"Ibu, dengarkan saya baik-baik. Nona Ziva dan Xena di bawa ke ruang ICU hanya untuk masa pemulihan. Dia tidak akan lama di dalam sana, hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja. Ibu tidak usah khawatir, saya akan ke sana sekarang untuk melihat perkembangannya," jelas Dokter Adit lalu segera pergi ke ruangan ICU karena Ziva dan Xena sudah berada di sana lebih dulu.
.
.
__ADS_1
.
Tunggu halal dulu, ya, Guys. Nggak akan lama kok, janji🙈🤭