Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 85


__ADS_3

"Setelah aku periksa beberapa kali dengan teliti, ternyata tidak ada zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Hanya ada beberapa zat kurang baik, tapi masih bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat dan vitamin, aku akan meresepkannya untukmu," jelas Dokter Adit menciptakan lengkungan garis senyum di bibir sensual Lolan.


Akhirnya, akhrinya dia benar-benar resmi telah sembuh. Sembuh dari penyakit yang selama ini diidapnya. Akhirnya berita miring tentang dirinya akan di gantikan dengan berita bahagia tentang kesembuhannya.


Lolan Baldev, CEO yang dikenal dengan sebutan pria sembilan puluh persen yang tampan, mapan, kaya, pintar, cerdas, tak terkalahkan. Tapi, sayangnya dia bukan pria idaman wanita cantik, wanita kaya, wanita pintar, dan yang pastinya wanita licik. Selama ini, semua wanita yang hanya mementingkan harta dan status tinggi tidak pernah mau mendekatinya karena pria sempurna itu adalah pria impoten.


Pria nyaris sempurna itu telah menjadi pria sesungguhnya. Pria seratus persen yang tampan, mapan, kaya, pintar, cerdas, tak terkalahkan dan juga begitu perkasa kejantanannya. Tak lama lagi, dia akan membuktikan hal itu kepada seluruh dunia dan kepada orang-orang yang dulunya meremehkan dirinya.


Beritanya yang telah sembuh dari penyakit Impoten, diperkirakan akan menjadi trending topik di kota, bahkan negaranya. Besok, Lolan tak sabar ingin nelihat orang-orang yang menganggap remeh dirinya, akan menjilat ludah sendiri. Lolan sudah lama menanti hari itu dan tak lama lagi akan terkabul.


"Apa artinya aku sudah boleh menggunakannya?" tanya Lolan tak sabaran.


"Malam ini boleh. Tapi, tidak dengan sekarang, karena masih ada beberapa suntik vitamin yang harus aku berikan kepadamu," sahut Dokter Adit mendekat karena sudah mengakhiri penelitian serta pemeriksaannya pada cairan milik Lolan.


"Tentu saja aku akan melakukannya nanti malam, mana mungkin sekarang," ucap Lolan sambil menatap Ziva yang terlelap nyenyak di sofa.


"Tapi, selama seminggu ke depan cairan kental milikmu belum bisa tumbuh di rahim Ziva," kata Dokter Adit yang kini mengganti cairan infus Lolan yang sebelumnya telah habis.


"Maksudmu?" tanya Lolan bingung. Apa lagi sekarang? Hal apa lagi yang akan menghalangi senjata pusakanya untuk bertempur.

__ADS_1


"Sp*rma-mu belum bisa digunakan sebagai mana mestinya, karena belum terlalu sehat," Dokter Adit menjawab seraya memeriksa denyut nadi Lolan.


"Maksudmu, Ziva tidak akan hamil nantinya?" kembali Lolan melontarkan pertanyaan.


"Tentu bisa, tapi setelah selesai satu Minggu ini. Artinya, minggu depan baru akan berfungsi dengan baik," jelas Dokter Adit.


"Tapi setelah seminggu ini aku akan baik-baik saja, bukan?"


"Tentu saja," Dokter Adit mengangguk membenarkan.


"Tidak masalah, yang penting aku bisa segera melakukannya malam ini," kata Lolan bersemangat membuat Dokter Adit menggeleng cepat karena tiba-tiba bayangan tubuh seksi Xena melintas dalan pikirannya, membuatnya hampir kehilangan konsentrasi.


Setelahnya, Lolan termangu seakan itu adalah caranya merayakan kesembuhannya. Benar-benar lega rasanya, dia merasa seperti telah keluar dari penjara besi yang selama ini mengurungnya. Kini akhirnya dia kembali, kembali menjadi Lolan yang kuat dan jantan.


Setelah merasa lebih baik, Lolan berjalan perlahan ke arah Ziva yang masih terlelap di atas sofa. Lolan duduk di samping Ziva, sedangkan Dokter Adit langsung keluar dari ruangan untuk menjelaskan kesembuhan Lolan kepada Daddy Jackson dan Mommy Nata.


Lolan mengulurkan tangannya, menyentuh, meraba, dan membelai pipi mulus Ziva.


"Uuhhh ..." Ziva melenguh kala merasakan sentuhan hangat yang seakan mengandung listrik bertegangan tinggi itu.

__ADS_1


"Sayang, bungun ..." bisik Lolan lembut di telinga Ziva.


"Uhh. Lolan, maaf karena aku ketiduran," Ziva bangkit, lalu mengusap perlahan kedua mata indahnya.


"Dokter Adit ke mana?" tanya Ziva.


"Sudah pergi," jawab Lolan singkat dengan senyuman bahagiannya.


"Apa sudah selesai?" kembali Ziva bertanya.


"Sudah, Sayang. Aku juga sudah sembuh dari penyakit impotenku. Malam ini, aku pastikan akan memuaskanmu," Lolan tersenyum smirik.


"Oh, sudah sembuh ... Apa! Sudah Sembuh! ....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2