Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 117


__ADS_3

"Aaakkhh!" Xena berteriak kencang kala kaget dengan Adit yang tiba-tiba memeluknya begitu erat dari belakang. Beruntung Xena berhasil memasang baju jumbo itu dengan cepat. Tidak bisa Xena bayangkan bila saja Adit memeluknya seerat itu tanpa dia mengenakan benang sehelai benang pun.


"Kamu sengaja menggodaku, ya?" tanya Adit dengan napas beratnya. Xena yang terus bergerak membuat senjata pusakanya semakin mengeras.


"Aku menggodamu? Cih, yang benar saja? Siapa yang memelukku begitu erat? Bukankah seharusnya kamu yang tengah menggodaku," tuduh Xena sambil menurunkan bajunya yang sedikit tersingkap.


"Kamu sengaja membuka baju tepat saat aku keluar dari kamar mandi, bukankah kamulah yang menggodaku, Sayang?" balas Adit membenamkan wajahnya di ceruk leher Xena yang begitu harum wanginya, membuat Xena menggeliat geli karena itu adalah bagian sensitifnya.


"Baiklah, terserah apa katamu. Aku ingin melihat seberapa kuatnya kamu menahan godaanku," Xena membalikkan badannya, hingga kini keduanya saling bertatapan penuh arti, Xena tersenyum smirik.


Sedangkan Adit menelan saliva saat melihat pemandangan indah dari kedua gundukan Xena yang begitu jelas terlihat ukurannya, karena baju tipis yang dia kenakan. Tidak ada penghalang sama sekali, karena Xena memang tidak memakai bra, hingga membuat dua bulatan kecil chocohipnya menyembul indah.


"Jangan mengujiku, Xena," balas Adit masih tak bisa mengalihkan pandangannya dari dua gundukan sintal dan padat itu.


"Makanya lepaskan aku! Atau kamu sendiri yang akan menyesal," ancam Xena.

__ADS_1


"Tidak akan aku lepaskan, begini saja. Aku suka sensasi empuknya," jawab Adit tidak mau melepaskan Xena dari pelukannya.


"Lepaskan aku atau aku cium!" ancaman Xena sukses membuat Adit tertawa kecil.


"Ciumlah a—"


Muach .... 😚


Xena mendaratkan sebuah kecupan di bibir tipis Adit. Adit terbelalak😳, lagi-lagi dia melupakan siapa Xena sebenarnya.


"Apa kurang?" Melihat Adit yang masih membatu, Xena kembali mendaratkan bibirnya di bibir Adit. Kali ini dia membiarkan bibirnya menempel lama di sana. Karena tidak tahu caranya, Xena hanya menempelkan bibirnya saja dan mengecup benda kenyal itu beberapa kali. Setelahnya Xena pun memundurkan wajahnya perlahan.


Adit memberikan banyak kecupan di bibir Xena, sedangkan Xena hanya menerima tanpa bisa membalas apa yang Adit lakukan padanya.


Tak puas sampai di situ, Adit menggigit lembut bibir bawah Xena yang agak tebal, Xena tidak merasa sakit salam sekali. Namun, Xena kaget dan membuka mulutnya saat itu juga.

__ADS_1


Adit tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Dia masuk ke dalam rongga mulut Xena, mengusai rongga mulut Xena yang rasanya begitu hangat dan manis itu. Dengan tangannya, Adit menekan kepala Xena agar dapat memberikan lu ma tan yang semakin dalam.


Xena merasa lututnya semakin lemas, tubuhnya seakan melayang di udara membuat Xena dengan cepat mengalungkan kedua tangannya di leher kekar Adit. Xena hanya dapat pasrah, Xena sangat menikmati permainan lidah Adit dalam mulutnya. Permainan yang seakan mengelitik perutnya, mengalirkan darah begitu cepat hingga bertumpuk di intinya di bawah sana, membuat hasratnya kian membuncah.


Tidak Pernah Xena sangka, bahwa dirinya akan menggila hanya dengan ciuman handal Adit. Adit semakin memperdalam lu ma tannya, ketika merasa hampir kehabisan napas. Barulah Adit melepaskan pertautan panas itu.


"Apa masih berani menggodaku?" tanya Adit tersenyum smirik sambil menyeka pelan salivanya yang tertinggal di bibir sensual Xena.


"Tentu saja, tadi itu luar biasa. Darimana kamu belajar? Gila, ciuman atas saja seenak ini, apalagi ciuman bawah," ucap Xena kagum.


"Kamu mau mencobanya?"


"Mau!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2