Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 170


__ADS_3

"Aku menyukaimu," tutur Aldri to the point. Mendengar itu, Xena tertawa terbahak-bahak membuat Aldri mengerutkan alisnya heran.


"Pasti lucu, bukan? Seorang Guru menyukai muridnya," lanjut Aldri.


"Lucu sangat lucu, ahaha ..." Xena masih tertawa karena merasa lucu sekaligus geli atas apa yang Gurunya itu ungkapkan.


"Aku serius, Xena," imbuh Aldri dan Xena pun berusaha menahan tawanya dan kembali fokus, Xena menyeka air matanya yang keluar sendiri karena terlalu lama tertawa.


"Setiap harinya aku menolak sekitar 50 orang pria yang menyatakan cinta kepadaku, dan Bapak entah yang ke nomor berapa puluh ribu. Sedangkan Adit, Adit adalah laki-laki pertama yang mampu membuatku tergila-gila, apa bapak tahu, akulah yang lebih dulu mengatakan cinta kepada Adit. Ada banyak pria yang mencintai aku, tapi hanya Adit pria yang aku cintai. Artinya, Bapak tidak akan punya kesempatan barang sedikit dan secuil pun untuk memiliki aku. Apa bapak mengerti? Haha ... Lucu sekali, salahku juga yang terlalu cantik," tutur Xena detail membuat Aldri menyadari sesuatu.


Jika wanita di masa lalu juga mencintainya dan tak dapat dia miliki. Apalagi wanita seperti Xena yang rupanya tidak menyukainya bahkan sedikit pun.


"Sadarlah, Pak. Ingat, aku menolak Bapak bukan karena bapak miskin harta. Tapi, karena Bapak miskin hati dan yang pasti tidak ada nama bapak di hatiku. Yang ada hanyalah rasa jijik, jijik dan JIJIK." tekan Xena membuat raut wajah Aldri tampak begitu kesal kepadanya.

__ADS_1


"Dengan begini, kamu kira aku akan menyerah."


"Silahkan lanjutkan, aku ingin melihat Bapak semakin hancur oleh rencana licik bapak sendiri," ujar Xena membuat Aldri tersenyum smirik. Aldri bangkit dan siap akan pergi.


Namun, dengan gerakan cepat tangannya menyambar ponsel Xena dan dia masukan ke dalam jus yang ada di atas meja. Xena tak sempat menyelamatkan ponselnya yang dipastikan sudah rusak akibat ulah Aldri. Siapa sangka, Aldri tahu bahwa Xena merekam semua percakapan mereka.


Tak cukup sampai di situ, dengan gerakan yang begitu cepat Aldri juga mengambil memori di ponsel itu. Hingga dipastikan Xena tak akan punya cela untuk menjebaknya. Setelah memastikan semuanya aman, Aldri langsung pergi dengan melemparkan senyuman smiriknya ke arah Xena.


Xena mengepalkan tangannya geram. Tapi, Xena tersenyum puas setelah Aldri benar-benar telah pergi menjauh. Xena mengelus kamera mini tersembunyi yang tersangkut di tasnya. Semua bukti ada di dalam rekaman di kamera mininya itu.


Xena tak sabar ingin membanggakan dirinya kepada Sang Suami, karena berhasil menjebak Aldri sekaligus mendapatkan bukti pengakuan Aldri yang mengakui bahwa anak yang ada di kandungan Cristi adalah darah dagingnya.


"Berkat membaca novel Terjerat Nafsu CEO Miliarder, aku bisa menjebak seseorang yang ingin menjebakku. jebak dalam jebakan adalah yang terbaik!" seru Xena bangga.

__ADS_1


Setelah membereskan semua barangnya, Xena langsung ke luar dari restoran itu. Xena naik taksi untuk minta di antar langsung ke perusahan tempat Suaminya bekerja.


***


"Apa?" teriak Adit membuat Sekretaris Ryan kaget.


"Benar, Tuan. Nona memang pergi ke restoran Blue Sea pagi ini, ini foto kebersamaan mereka berdua," Adit menerima beberapa foto antara Xena dan Aldri yang terlihat dari masuk ke dalam mobil, keluar mobil, hingga berada di satu ruangan yang sama.


Wajah Adit memerah melihat foto-foto kedekatan mereka. Rahang tegas itu seketika mengeras, Adit mengepalkan tangannya erat. Entah hukuman seperti apa yang akan dia berikan kepada Xena karena telah berani bertemu dengan Aldri tanpa meminta izin lebih dulu kepadanya.


"Sayang," panggil Xena ketika masuk ke dalam ruangan.


"Pergi kamu!"

__ADS_1


__ADS_2