
"Aaaakkhh!" pekik Xena histeris ketika Adit menjatuhkannya ke dalam buthub yang berisi air hangat. Sekujur tubuh Xena pun basah, begitu pun Adit yang juga terkena cipratan air.
"Dasar Suami laknat, suka banget main lempar-lempar," kesal Xena menepuk-nepuk permukaan air untuk meluapkan kekesalannya. Adit hanya mengulum senyum, kemudian langsung masuk ke dalam buthub jumbo miliknya.
"Tidak usah banyak bicara, Sayang. Lebih baik cepat kita selesaikan mandi karena malam tidak akan lama dan urusan kita masih panjang," desak Adit yang dengan cepat memangku Xena, Xena pun tak sadar kapan tubuhnya di angkat.
"Kenapa posisi mandinya begini?" tanya Xena yang merasa tak nyaman dengan dirinya yang berada di atas pangkuan Adit yang tak lagi memakai sehelai benang pun, hingga Xena dapat merasakan ada benda keras yang semakin membesar di bawah sana.
"Ini adalah posisi mandi untuk pengantin baru, Sayang," jawab Adit asal.
"Benarkah?" tanya Xena reflek mengalungkan kedua tangannya di leher Sang Suami.
"Hum," sahut Adit meraih sabun cair yang ada di sampingnya.
"Eh tunggu," Xena kaget kala bra-nya turun, Adit melepaskan pengait bra nya tanpa sepengetahuan Xena.
__ADS_1
"Aku sudah tidak memakai apa pun, Sayang. Bukankah idak adil bila kamu masih memakai dala man lengkap," protes Adit menyingkirkan tangan Xena, hingga bra itu pun juga ikut turun.
Adit tertegun dan menelan saliva dengan kasar kala memandang dua gundukan Xena yang berdiri tegak seakan menantang dirinya. Hal itu sukses membuat senjata pusakanya semakin berdiri sempurna.
"Kenapa lelaki begitu menyukai dua benda ini? Padahal, kan, kedua benda ini milik calon anak kita kelak," tanya Xena santai, dia tidak berusaha untuk menutupi dua bagian sensitif tubuhnya itu.
"Sebelum kita punya baby, maka benda ini adalah milikku. Tidak hanya kedua benda ini, tapi semua yang ada di tubuhmu adalah milikku juga," ujar Adit menuangkan sabun cair ke tangannya, dan langsung membalurkan cairan licin itu ke kedua gundukan Istrinya.
"Suami serakaahhh ... A-adit," lenguh Xena mengeratkan pelukannya pada leher Adit, kala mendapatkan serangan mendadak yang membuat aliran darahnya tiba-tiba berdesir hebat.
Adit tersenyum puas kala berhasil membuat Xena luluh hanya dengan permulaan yang kecil. Xena yang memeluknya erat membuat Adit dapat dengan mudah membuat tanpa kepemilikan di leher jenjang itu.
"Ya sudah, di sini saja," Adit me re mas kedua gundukan itu secara bersamaan, membuat Xena menggila kala hasratnya kian memuncak, Adit begitu pandai membuatnya tidak lagi dapat menolak. Xena merasa ingin menyerah saat itu juga. Adit punya seribu satu cara untuk membuatnya menginginkan hal yang lebih dari itu.
Xena menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan agar suara erotisnya tak lagi keluar. Tingkahnya malah menjadikan Adit menginginkan bibir ranumnya.
__ADS_1
"Kenapa ditahan? Tidak perlu mulu, Sayang. Bukankah nikmat dan tidak sakit sama sekali," ujar Adit tersenyum smirik. Adit menghentikan kegiatannya di kedua gundukan itu. Kemudian beralih menarik tengkuk Istrinya, lalu langsung me lu mat benda kenyal yang rasanya manis itu.
"Hemp ...." Xena langsung mendorong Adit dengan sekuat tenaga, hingga Adit pun mundur sedikit sambil mengulum senyum.
"Baiklah-baiklah, aku menyerah. Aku tidak mungkin bisa mengalahkanmu untuk urusan ini, mulai sekarang aku akan menurut. Tapi, bisakah jangan melakukannya di kamara mandi," tutur Xena akhirnya mengalah. Adit yang benar-benar sukses membuatnya menyerah.
"Kalau dari tadi begitu, kita tidak perlu melakukannya di sini, Sayang." Dengan cepat Adit membilas tubuh bagian atas Xena yang sebelumnya sudah dia balur dengan sabun cair. Setelahnya Adit segera bangkit hingga Xena dapat melihat senjata Suaminya yang lagi-lagi membuatnya nyalinya menciut.
Adit meraih handuk, mengeringkan tubuhnya, lalu melingkarkan handuk itu ke tubuh Xena. "Lepaskan CD basah itu," titah Adit dan Xena langsung melepaskan Cd-nya yang telah basah.
Adit langsung mengangkat tubuh Xena, membawanya keluar dari kamar mandi, membaringkan Xena dengan perlahan ke atas ranjang. "Apakah siap?" Xena mengangguk cepat walau dengan ekspresi ragu.
.
.
__ADS_1
.
Senin, Guys. Sebelum unboxing di mulai, jangan lupa votenya 🥰 Terima kasih banyak🤗