Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 116


__ADS_3

Setelah membaringkan Xena perlahan ke atas ranjangnya, Adit pun akan pergi untuk membersihkan tubuhnya. Tapi Sebelaum itu, Adit memanggil seorang pelayan perempuan, dia meminta agar pelayan itu membantu menggantikan pakaian Xena. Setelah pelayan mengiyakan, Adit pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Kamu mau apa?" tanya Xena yang telah bangun lebih dulu sebelum pelayan sempat menggantikan pakaiannya.


"Saya di minta Tuan Adit untuk mengganti pakaian Nona," pelayan tersenyum ramah.


"Oh begitu, ya sudah mana pakaiannya? Aku akan menggantinya sendiri," pinta Xena dan pelayan itu pun memberikan sebuah lingerie seksi yang sebelumnya diberikan oleh Mommy Adna untuk Xena kenakan malam itu. Xena menerima lingerie transparan berwarna merah mencolok itu dengan tercengang.


"Kalau begitu saya permisi dulu Nona," pamitnya sopan.


"Tu-tunggu!" cegat Xena cepat.


"Iya, Nona."


"Apa tidak ada pakaian lainnya?" tanya Xena menatap lingerie itu dengan terpesona dan tergoda, hampir saja dia menjatuhkan saliva yang menetes. Pakaian seksi memang seleranya dari SMA, Xena paling merasa bahagia saat orang-orang di sekitarnya memuji tubuhnya yang indah.

__ADS_1


Tapi, lingerie itu sedikit bertentangan dengan keinginannya. Walau terkadang Xena berkata ceplas-ceplos soal urusan ranjang, tapi Xena tetap tidak akan memberikan keperawanannya sebelum benar-benar sah menikah. Xena juga tidak menyangka Adit akan menyuruhnya memakai lingerie itu.


"Dasar pria mesum! Lagaknya saja yang sok nggak mau," umpat Xena dalam hati. Xena mengira lingerie itu dari Adit, bukanlah dari Mommy Adna..


"Seharusnya bisa beli dulu," jawab pelayan itu.


"Ah tidak usah kalau begitu," Xena tidak ingin menyusahkan pelayan itu hanya karena dia menginginkan pakaian.


"Baik, Nona. Kalau begitu saya permisi," Xena membiarkan pelayan itu pergi.


Perlahan Xena turun dari ranjang, menapakkan kakinya dengan begitu hati-hati, karena kakinya terasa sangat lemas, apalagi lututnya.


Semua piyama itu terlihat sangat besar, Xena mengambil salah satu yang berwarna abu-abu. Xena tercengang melihat celana yang begitu besar dan panjang, sudah pasti akan kedodoran bila dia yang memakainya.


Xena mengembalikan celana piyam itu, kemudian hanya mengambil bajunya saja. Bajunya juga begitu besar, tapi tidak masalah karena ukuran tubuh Xena juga tak kalah besarnya. Dengan baju itu, Xena dapat menutupi tubuhnya dari atas hingga lima centi di atas lutut. Terlihat seksi memang, tapi masih mending daripada lingerie yang tidak mampu menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Xena memasang bajunya dengan tergesa-gesa. Xena tidak biasa memakai bra dan cd lebih dari sehari, sehari saja dia merasa gatal dan tak nyaman. Apalagi bila harus memakainya untuk tidur, dapat dipastikan Xena tidak akan bisa tidur semalaman.


Walau memasangnya dengan tergesa-gesa, karena tidak ingin Adit melihatnya. Namun sayang, Xena terlambat karena sedari tadi Adit membatu saat tak sengaja melihat Xena membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh seksinya.


Adit melangkah perlahan ke arah Xena, dia seakan tidak bisa menguasai dan mengendalikan dirinya. Adit terus melangkah maju, hingga berada tepat di hadapan Xena yang membelakanginya.


Adit terbelalak ketika Xena mulai melepaskan bra dan cd-nya. Leher jenjang, pundak cantik, punggung mulus, bo kong besar padat berisi. Adit menelan saliva kasar kala tak kuasa menahan hasratnya yang membuncah, dengan gerakan cepat Adit memeluk tubuh seksi Xena dari belakang.


"Aaaakhhh ....


.


.


.

__ADS_1


Guys, kisah Ziva sama Lolan kan udah happy tu. Jadi, kita lanjut ke kisah Xena ya. Tapi, Ziva Lolan akan tetap nyempil kok. Kalian tenang aja ya.


Jangan lupa dukungannya ya guys, like, komen, vote dan hadiah. Terima kasih banyak๐Ÿ™๐Ÿป Calangeo Guys ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2