Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 23


__ADS_3

"Baiklah, saya akan memberikan kamu kesempatan untuk membuat saya jatuh cinta, kalau kamu berhasil membuat saya jatuh cinta sama kamu. Maka, saya akan mempertimbangkan kamu untuk menjadi pacar saya. Bagaimana?" tanya Dokter Adit memberi tantangan serta penawaran yang menarik untuk Xena.


Terpaksa, itulah hal yang Dokter Adit lakukan kini. Lagipula, dia merasa tidak tertarik sama sekali dengan Xena. Apalagi Xena masih sangat muda, usia mereka terpaut jauh, Dokter Adit begitu yakin bahwa dirinya tidak akan mungkin mencintai gadis aneh seperti Xena.


Yang ada dalam hatinya saat ini, hanya Ziva. Tidak ada perempuan lain yang bisa merebut hatinya kecuali Ziva. Wanita seperti Xena bukanlah tipenya sama sekali, terlalu ceroboh dan bar-bar, tidak akan cocok untuk diajak berjuang mendapatkan restu dari kedua orangtuanya yang telah menjodohkannya dengan wanita yang sama sekali tidak dia sukai.


"Tidak!" jawab Xena cepat.


Mendengar jawaban Xena, Dokter Adit mengerutkan alis. "Kenapa?" tanyanya heran.


"Aku tidak mau menjadi pacar Dokter," jawab Xena cemberut.


"Lalu apa? Menikah kamu tidak mau walau aku juga tidak akan mau," saut Dokter Adit menjauhkan tubuhnya dari Xena yang menyingkirkan jassnya hingga sebagian gunung kembarnya kembali terlihat.


"Selain ingin mencoba malam pertama, aku juga menyukai uang. Jadi, aku tidak ingin dijadikan pacar, tapi aku ingin dijadikan Sugar Baby saja," jawab Xena polos sambil membusungkan dadanya untuk menggoda Dokter Adit.


"Benar-benar gadis aneh tidak waras. Dikasih hati minta empedu," batin Dokter Adit tak habis pikir dengan kepolosan seorang Xena.

__ADS_1


Biasa baginya melihat gunung kembar seorang wanita. Apalagi saat harus melakukan operasi bedah, dapat dikatakan dia sudah melihat semua seluk beluk lekuk tubuh kaum hawa. Tapi, entah kenapa melihat keindahan tubuh Xena membuatnya merasa sesak, tidak nyaman, serta kepanasan.


"Terserah kamu saja, sekarang pakai kembali jass itu. Atau saya akan menarik kembali perkataan saya tadi!" ancam Dokter Adit tapi Xena tak peduli. Dia malah semakin menurunkan bajunya yang kekurangan bahan.


"Tidak waras!" bentak Dokter Adit segera pindah ke kursi kemudi di depan.


Melihat Dokter Adit yang tak meresponnya sama sekali, Xena terlihat begitu kesal.


"Katakan, di mana rumahmu?" tanya Dokter Adit mulai tancap gas.


"Rumah Dokter juga rumahku," jawab Xena asal.


"Aku juga serius, muach ...."


Uhukk!


Serangan tiba-tiba Xena yang mencium pipinya, membuat Dokter Adit begitu kaget hingga salah tingkah.

__ADS_1


"Turun!" bentak Dokter Adit.


"Tidak mau!"


Dokter Adit menghela napas berat. "Usiamu berapa? Orangtuamu pasti sedang mencari-cari keberadaanmu saat ini!" Sergah Dokter Adit lagi.


"Usiaku delapan belas tahun, kelas dua SMA, aku tinggal di jalan mawar bersama Ibu dan Kakak perempuan, Ayahku meninggal karena banyak utang, di sekolah—meski bukan yang paling cantik, tapi aku satu-satunya siswa yang memiliki lekuk tubuh paling bahenol dan wajahku juga tidak kalah cantiknya. Namaku Xena, hanya empat huruf karena ibuku pelit," jelas Xena tanpa sadar menyebutkan alamat rumahnya.


"Dan satu lagi, Dokter. Aku tidak pernah berpacaran sebelumnya. Bukan karena aku tidak laku, tapi memang tipeku sangat langkah, tipeku seperti Dokter contohnya. Aku pastikan Dokter tidak akan rugi menjadikan aku sebagai Sugar Baby, karena dari ujung rambut hingga ujung kuku, aku masih perawan. Ukuran gunungku 34d CDku ukuran M, ukuran yang sangat menggoda, bukan? Meski masih perawan, tapi aku akan berusaha untuk aktif saat berada di atas ranjang kalau nanti Dokter benar-benar menerimaku menjadi Sugar Baby. Jangan salah Dokter, disekolah aku juaranya soal bergoyang, goyanganku adalah yang paling mantap," oceh Xena membuat Dokter Adit menggelengkan kepala.


"Gara-gara Lolan, aku menemukan gadis aneh tidak waras ini!" umpat Dokter Adit dalam hati.


"Yess, berhasil!" seru Xena dalam hati


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2