Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 73


__ADS_3

"A-aku ti-dak ta-han," gagap Xena yang tampak sangat rapuh dan lemah, benar-benar membuat Dokter Adit ketakutan. Takut terjadi sesuatu kepada Xena. Dilihat dari keadaan Xena, dapat Dokter Adit perkirakan dosis obat yang Mommy-nya berikan sangatlah besar.


Tanpa obat itu, jika tidak mendapatkan pelepasan. Maka, salah satu saraf Xena yang akan rusak. Tidak mungkin Dokter Adit tega bila Xena harus kehilangan sarafnya. Entah itu akan mengganggu penglihatan, pendengaran, atau hal lainnya yang mungkin akan lebih fatal.


Apakah dia harus melakukan itu bersama Xena? Tapi, Xena sudah berubah menjadi gadis yang lebih baik dan Dokter Adit tidak mungkin menghancurkannya begitu saja.


Siapa yang tidak tergoda melihat wanita cantik nan seksi tengah terbaring lemah di atas ranjangnya? Tentu Dokter Adit merasa ingin mati saking dirinya tak tahan menginginkan Xena. Namun, dia tidak ingin menghancurkan Xena.


Memang Dokter Adit akan melakukan itu bersama Xena, tapi nanti setelah berhasil membuat Xena benar-benar menjadi miliknya. Dokter Adit tidak ingin menjadi pacar c*bul yang tega merusak mahkota gadis yang dicintai. Dia ingin melakukan itu ketika Xena sendiri yang memberikannya dengan ikhlas. Dokter Adit tidak ingin kejadian di masa lalu kembali terulang.


Saat dirinya benar-benar merasa frustasi, saat itu juga Dokter Adit melihat kotak mini yang berisi obat yang sedari tadi dia cari. Bodoh, Dokter Adit mengumpat dirinya sendiri di dalam hati. Bagaimana mungkin dia mencari obat itu ke mana-mana, padahal obat itu ada di kamarnya sendiri.

__ADS_1


Dokter Adit langsung bergegas mengambil obat itu, membawanya kembali ke ranjang, membukanya lalu memasukan sebutir obat itu ke mulut Xena.


"Pahit!" Xena meludahi obat yang Dokter Adit masukan. Melihat kondisi Xena yang semakin parah, Dokter Adit memasukkan pil itu ke dalam mulutnya bersamaan dengan air putih. Kemudian menyalurkan pil itu ke mulut Xena langsung dengan mulutnya.


Hufff ....


Akhirnya Dokter Adit dapat bernapas lega saat berhasil membuat Xena meminum pil penting itu, pil yang dapat mengurangi efek kerusakan saraf. Ya, hanya untuk mengurangi kerusakan saraf, bukan untuk mengobati sepenuhnya. Artinya, Xena tetap akan merasa panas serta tak nyaman.


Tidak punya pilihan lain, Dokter Adit terpaksa membantu Xena mendapatkan kesejukan, kesejukan yang hanya berasal dari tubuhnya. Dokter Adit meng*kung Xena yang lemah, memberikan ciuman lembut yang semakin lama semakin panas kala lidahnya berhasil merajai mulut Xena.


"Xena, aku mencintaimu," ujar Dokter Adit pelan di telinga Xena, kemudian memberikan tanda kepemilikan di ceruk leher Xena, suara erotis Xena yang terdengar begitu merdu, membuat Dokter Adit seakan lupa akan janjinya di awal—janjinya yang tidak ingin menyentuh Xena sebelum menikahinya.

__ADS_1


Lihatlah betapa dirinya benar-benar merasa gila. Bahkan, Dokter Adit ingin mati kala berada di atas tubuh Xena. Entah ada jenis magnet apa di tubuh seksi itu hingga mengalirkan tegangan daya yang begitu tinggi, membuat Dokter Adit terus merasa tertarik untuk menikmati lebih.


Entah racun jenis apa pula yang ada di tubuh itu, hingga mampu membuat Dokter Adit lupa akan segalanya. Dokter Adit yang khilaf, mulai melucuti satu persatu kain yang melekat di tubuh seksi Xena. Pemandangan yang semakin membuatnya candu kembali dia lihat kala berhasil membuat Xena polos.


Tubuh Xena memang berbahaya, membuat Dokter Adit seakan kehilangan akal hingga membuka celananya dengan tak sabaran. Mendekat, meraih, kemudian memasukkannya secara perlahan.


"Dokter! Aaaakhh ....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2