
"Aaaakkkhh ..." pekik Xena seraya menancapkan kuku-kuku tajamnya di punggung kekar Sang Suami kala merasakan aliran darahnya yang terus menjalar hingga berkumpul di bagian intinya yang masih Adit usap lembut. Xena menaikkan tubuhnya seakan menggapai rasa nikmat yang berada di atas sana, Xena memejamkan mata dengan tubuh bergetar hebat ketika menikmati aliran pelepasan pertamanya.
Hanya dengan permainan lidah dan tangan nakalnya, Adit mampu membuat Xena melayang di udara bersamanya. Xena teringat akan siapa Suaminya itu sebelumnya? Kemampuan mencari titik rang sangan adalah hal mudah bagi seorang Dokter, Xena pun mengakui kehebatan Adit dalam hal itu. Tapi, Xena enggan mengakuinya di hadapan Adit langsung.
Adit menghentikan kegiatannya, membiarkan Xena untuk mengatur napasnya lebih dulu. Adit tersenyum bangga kala mampu memuaskan Sang Istri. Adit terus memandang wajah cantik penuh keringat itu, perlahan jarinya membantu menyeka keringat yang mengalir membuta mata terpejam itu pun mulai terbuka perlahan.
"Bagaimana? Apa masih ingin meragukan kehebatanku?" tanya Adit menyunggingkan senyuman kecil.
"Sayang, tadi itu aku merasa terbang hingga tiba di surga. Kamu memang yang terbaik, gila enak banget," bila gadis lain mungkin akan menutup wajah malu bila mendapatkan pelepasan untuk pertama kali. Tapi, berbeda lagi kisahnya bila gadis itu adalah Xena.
"Sayang, aku mau lagi!" seru Xena meminta Adit untuk melakukan hal seperti tadi sekali lagi. Adit tertegun, sesaat kemudian dia pun mengulum senyuman manisnya.
"Apa pun untukmu, Sayang. Aku akan membuatmu melayang lebih jauh dan dalam lagi," sahut Adit kembali mengusap inti Xena, tapi dengan kecepatan yang diaturnya agak lebih cepat daripada sebelumnya.
Xena merasa dirinya hilang akal, bahkan dia tak lagi menahan suara erotis yang mampu membuat nafsu Adit kian menggelora.
__ADS_1
"Aahhh, Sa-sayang, sa-sakittt!" Xena kembali memekik kala merasakan ada suatu benda kenyal yang hangat mencoba masuk ke dalam inti miliknya.
Benda kenyal itu akan masuk, namun urung dan hanya memutar di pinggirnya saja. Xena melenguh hebat, tubuhnya bergerak tak tentu arah. Adit memainkan lidahnya di bawah sana, me ***** dan men yesapnya begitu dalam.
Xena kembali merasa menggila, sedangkan Adit bermain semakin ganas. Xena berteriak kencang dengan tubuhnya yang kembali melengkung dan bergetar hebat. Hanya dalam waktu beberapa detik, Adit mampu membuat Xena kembali mendapatkan pelepasan yang luar biasa nikmatnya.
Xena kembali mengatur napasnya yang tersengal. Xena tersenyum malu kala membuka mata dan melihat wajah tampan Adit yang memandangnya penuh cinta.
"A-apa akuh ter-lalu berle-bihan?" tanya Xena dengan napas yang masih tak beraturan.
"Sudah Sayang, aku tidak mau lagi. Aku menyerah sekarang, cepatlah lakukan! Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi, aku mohon lakukan sekarang," pinta Xena yakin kala tak lagi sanggup menahan hasratnya yang sudah memuncak hingga siap akan meledak.
Adit tersenyum puas, rencananya berhasil. Ya, Adit sengaja melakukan itu agar tidak ada paksaan yang dia lakukan di malam pertama mereka. Adit ingin Xena sendiri yang meminta kepadanya, tidak disangka efeknya sungguh luar biasa. Bukan saja meminta, tapi Xena malah memohon kepadanya. Adit bangga akan kemampuannya yang luar biasa.
"Apa kamu benar-benar siap, Sayang?" tanya Adit memastikan.
__ADS_1
"Ya, aku siap. Cepatlah!" desak Xena tak sabaran. Adit pun mengulum senyum kecil. Kemudian, mulai mengarahkan senjata pusaka miliknya.
"Hentikan!" teriak Xena tiba-tiba membuat Adit pun urung menancapkan senjata miliknya yang telah siap bertempur.
"Ada apa, Sayang?" tanya Adit lembut, tapi mengumpat dalam hati.
"Biar aku sendiri yang memasukkannya."
Adit dan Author terbelalak kaget 😲😱😱😱 Begitu pun Reader yang kaget karena digantung lagi dan lagi🤣💃💃
.
.
.
__ADS_1