Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 162


__ADS_3

"Gue hamil, Xena. Hiks ...."


"Bagus dong."


"Aw!" lanjut Xena berteriak kala rambut gelombangnya ditarik pelan seseorang.


"Temen hamil di luar nikah malah bilang bagus," ujar Adit menekan kalimatnya.


"Mommy Adna bilang kehamilan itu adalah sebuah rezeki dari Tuhan. Cristi diberikan rezeki oleh Tuhan, bagus dong," balas Xena membenarkan diri, sedangkan Cristi langsung menjauhkan tubuhnya dari pelukannya Sang Sahabat yang rada-rada.


"Waktunya enggak tepat, Xena," sahut Ana yang ada di belakangnya.


"Tuhan itu memberikan rezeki kapan saja, Ana. Kita tidak bisa menebak kapan waktunya," sambung Xena membuat semua orang diam karena apa yang Xena katakan tidak juga salah.


"Masalahnya, Aldri enggak mau tanggung jawab. Gue harus gimana?" tutur Cristi membuat Xena terbelalak kaget, sedangkan Adit hanya terdiam karena sudah mengetahui ujungnya.


Aldri adalah sahabatnya. Hanya saja mereka tidak lagi sedekat dulu, Aldri selalu menghindar darinya karena merasa tidak pantas.


"Kenapa? Kenapa guru bejat itu tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya kepadamu?" tanya Xena kesal, dari raut wajahnya tampak begitu murka.


"Dia enggak percaya kalau yang gue kandung adalah anaknya. Padahal dia adalah laki-laki pertama bagi gue, selama ini gue cuma terima job dari dia doang, gue bohong sama kalian berdua, hiks ...." tangis Cristi semakin menjadi.


"Lagi-lagi dia begitu," balas Adit membuat ketiga pasang mata langsung menghadap kepadanya.


"Maksudmu apa, Sayang?" tanya Xena penasaran.


"Kamu tidak usah khawatir, aku akan menanyakan perihal itu kepada Aldri," tutur Adit menatap Cristi iba.


"Kamu kenal Pak Aldri?" tanya Xena mengintrogasi.

__ADS_1


"Iya, dia sahabat masa kecilku."


"Kenapa tidak bilang daru tadi."


"Kamu tidak bertanya, Sayang." balas Adit.


"Aku akan menyelesaikan masalah yang terjadi. Tapi, sekarang ayo kita pulang," ajak Adit yang mulia merasa tak nyaman berada di dalam kamar itu lama-lama.


"Enggak mau, aku mau di sini aja sama Ana dan Cristi," tolak Xena mentah-mentah.


"Xena, Lo nggak boleh gitu. Lo harus pulang, masalah Cristi Lo enggak perlu khawatir, ada gue yang jagain," seru Ana.


"Iya, Xena. Gue enggak apa-apa kok, ada Ana yang jagain gue, lebih baik Lo pulang sekarang," sambung Cristi.


"Kalian jahat banget usir gue," Xena mencebikkan bibirnya.


Tiba di mobil, Xena masih memasang wajah cemberutnya. Hal itu membuat Adit menghela napas beratnya dan lebih memilih fokus pada jalanan, Adit yakin Xena tidak akan bisa bila diam terlalu lama.


"Sayang, kita mau ke mana? Enggak jadi ke restoran?" tanya Xena saat Adit melewatkan restoran yang dirinya sukai hidangannya. Sedangkan Adit tersenyum lega kala dugaannya tak salah.


"Ke Apartemen Aldri sebentar," jawab Adit tetap fokus pada jalanan.


"Sekarang?" tanya Xena kaget.


"Hem," jawab Adit singkat.


"Sayang, nanti ketahuan dong kalau kita adalah pasangan Suami Istti."


"Pacar, kamu itu pacarku," balas Adit membuat Xena mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


Tiba di Apartemen itu, Adit meminta Xena untuk menunggunya sambil makan di sana, Xena makan ditemani oleh seorang pengawal yang dimintanya datang secara mendadak.


Setelah Sang Istri aman, Adit langsung masuk ke dalam lift untuk menemui Sahabat lamanya itu. Tiba di sana, Adit masuk tanpa mengetuk pintu karena sudah terbiasa dan lagi Aldri tidak merubah sandi Apartemennya.


"Adit," ucap Aldri tampak kaget.


"Kamu ngapain?" tanya Adit langsung duduk di sofa dengan santainya.


"Tumben kamu mampir, mau minum apa?" tanya balik Aldri.


"Duduklah dulu, aku mau berbicara sesuatu padamu," kata Adit mendesak karena tak ingin lama-lama meninggalkan Sang Istri.


"Apa?" Aldri langsung duduk tepat di hadapan Adit.


"Kamu hamilin anak orang, tapi tidak mau bertanggung jawab. Kenapa kamu masih belum berubah, sudahi kelakuan bejatmu. Bukan begitu caranya untuk bersenang-senang," tutur Adit to the point.


"Sejak kapan kamu peduli urusanku."


"Aku cuma mau tahu alasanmu. Mungkinkah karena masa lalu?" tanya Adit. Keduanya pernah terjebak dalam sebuah hubungan yang cukup rumit hingga membuat keduanya sama-sama terjebak oleh satu wanita.


"Bukan karena wanita itu," jawab Aldri cepat.


"Lalu?"


"Aku memang menyukai wanita lain, tapi bukan wanita dari masa lalu."


"Siapa?"


"Namanya Xena."

__ADS_1


__ADS_2