Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 134


__ADS_3

"Dokter," jawab Mommy Adna menunjuk Adit.


"Tidak, Ibu. Aku tidak mau diperiksa-diperiksa. Bisa bahaya kalau Adit yang periksa," keluh Xena menolak keras. Entah apa yang akan terjadi bila Adit yang memeriksa dirinya masih perawan atau tidak, Xena tidak bisa membayangkannya.


"Tapi Sayang, hanya seorang Dokter yang bisa memeriksa hal seperti itu," sahut Mommy Adna semangat.


"Tidak, saya tidak setuju," balas Bibi Aslin berdiri dari duduknya.


"Ayo kita pulang sekarang!" seru Bibi Aslin langsung menyeret Xena pergi.


"Nyonya, Nyonya," panggil Mommy Adna.


"Sayang, tidak usah, biarkan saja dulu. Adit, susul dan antar Calon Istrimu dan juga Calon Mertuamu," titah Daddy Jason.


"Baik, Daddy," jawab Adit langsung berdiri dari duduknya, menyusul Bibi Aslin yang telah berada di halaman rumah.


"Ibu, tadi itu aku hanya berbohong. Aku dan Adit tidak melakukan apa pun, sungguh Ibu, aku menyesal karena sudah membohongi Ibu," mohon Xena agar Ibunya tidak lagi marah.

__ADS_1


"Diam! Ayo pulang," Bibi Aslin tetap menyeret Xena hingga keluar dari pagar. Para pengawal yang berjaga di depan tampak heran, tapi mereka tidak berani berbuat apa pun sebelum mendapatkan perintah.


"Ibu, aku mohon. Ayo kita kembali, aku tidak mau pernikahanku dan Adit dibatalkan. Ayolah Ibu, aku mencintai Adit, pokoknya aku ingin menikah dengannya," Xena menarik tangannya dari cengkraman kuat Sang Ibu, kemudian berlari masuk ke dalam pagar.


"Aaaakhh!"


"XENA!" teriak Bibi Aslin kaget. Tapi Adit lebih kaget lagi karena melihat Xena yang tak sengaja menabrakkan tubuhnya ke arah mobil yang Adit kemudikan.


Adit terburu-buru mengendari mobilnya karena takut ketinggalan jauh Bibi Aslin dan Xena. Namum, tidak disangka Xena malah berlari kencang tepat setelah Adit membelokkan mobilnya akan keluar dari pagar.


Beruntung Adit tidak membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga dapat menginjak rem tepat waktu. Tidak bisa dibayangkan bila dia membawa mobil dengan kecapatan tinggi. Tergesa-gesa dengan perasaan yang begitu khawatir, Adit segera keluar dari mobilnya.


"Apa aku sudah mati?" tanya Xena langsung duduk dari baringnya, karena memang dia tidak apa-apa. Hanya lutut yang lecet karena tergores mobil.


"Xena Sayang, astaga kakimu terluka Sayang," cecar Bibi Aslin panik.


"Aku akan mati bila Ibu ingin membatalkan pernikahanku dan Adit, aku tidak mau, pokoknya aku mau menikah dengannya, aku mencintainya," Xena langsung memeluk Adit erat. Senyuman puas terukir di bibir tipis Adit.

__ADS_1


"Adit! Apa yang kamu tunggu? Cepat bawa Putriku masuk dan obati dia!" bentak Bibi Aslin dan Adit langsung menggendong Adit hingga masuk kembali ke dalam Mansion, Bibi Aslin berlari berusaha sejajar dengan Calon Menantunya yang tengah menggendong Putrinya.


"Astaga Adit, Xena kenapa?" tanya Mommy Adna panik.


"Mommy ambil kotak p3k, Xena terluka!" seru Adit meminta tolong pada Mommy-nya. Mommy Adna bergerak cepat mengambil kotak p3k yang tak jauh dari tempatnya duduk. Sedangkan Adit langsung mendudukan Xena di atas sofa.


"Ini, Sayang," Mommy Adna memberikan kotak p3k itu kepada Putranya.


Dengan rapi Adit mulai melakukan tugasnya sebagai seorang Dokter. Dia membersihkan luka Xena dengan alkohol dan kain kasa, Xena meringis kesakitan karena lecet di lututnya cukup lebar. Setelah luka itu bersih, Adit meneteskan obat merah, kemudian berulah menutupnya dengan kain kasa.


"Bagaimana, Sayang? Apa baik-baik saja?" tanya Bibi Aslin pada Putrinya, Xena.


"Baik-baik saja kalau pernikahanku dan Adit jadi dilangsungkan, tapi kalau batal, aku mau mati saja," ancam Xena mencebikan bibirnya dengan air mata yang mengalir deras.


"Tentu saja, Sayang. Tentu pernikahanmu dan Adit akan segera berlangsung."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2