
Keesokan paginya, seperti biasa Adit-lah yang bangun lebih dulu. Mendapati Xena yang masih terlelap dalam pelukannya, hatinya benar-benar terasa hangat. Adit menatap wajah cantik nan cerah Sang Istri lama, menyingkirkan anak rambut yang menghalangi pandangan matanya, kemudian langsung memberikan kecupan pada kening Sang Istri tercinta.
Merasakan ada benda kenyal nan hangat menyentuh keningnya, Xena pun reflek membuka kedua matanya lebar. Senyuman manis Adit menyambutnya dengan penuh kasih sayang, Adit kembali mengecup kening itu membuat Xena memejamkan kembali matanya, saat Adit menjauhkan wajahnya barulah Xena kembali membuka matanya.
"Selamat pagi, Sayang," sambut Adit kembali tersenyum manis.
"Seneng banget, ya." cerca Xena langsung melingkarkan kedua tangannya memeluk Adit dengan begitu erat.
"Tentu senang dong, Sayang. Karena kamu benar-benar sudah menjadi Istriku seutuhnya, begitu pun sebaliknya, aku juga sudah mejadi Suamimu seutuhnya. Aku sangat bahagia dan sangat mencintaimu," sahut Adit membalas pelukan Xena dengan lebih erat.
"Punyamu berdiri lagi?" tanya Xena untuk mastikan karena merasa ada sesuatu yang mengeras di bawah sana.
"Tidak usah pedulikan dia, Sayang. Memang dia akan bangun setiap paginya bahkan sebelum pemiliknya bangun. Aku tidak akan melakukannya karena kamu pasti masih sakit." tutur Adit membuat Xena merasa bahagia kala memiliki Suami yang begitu pengertian.
"Oh iya, Sayang. Apakah masih perih?" sambung Adit bertanya.
__ADS_1
"Kayaknya enggak terlalu, agak nyeri tapi aku masih bisa menahanya," jawab Xena jujur.
"Baguslah, aku sangat khawatir kamu tidak bisa berjalan. Sekarang, ayo kita mandi bersama," ajak Adit yang lebih dulu bangkit.
"Aw!" ringis Xena yang tiba-tiba merasa kesakitan saat beringsut akan turun dari ranjang.
"Kamu berbohong padaku, Sayang," ujar Adit dengan nada kesalnya.
"Aku tidak berbohong, tadi beneran tidak terlalu sakit. Mana aku tahu kalau akan terasa sakit saat bergerak," jelas Xena karena tak ingin Adit kesal padanya.
Pasangan pengantin yang baru saja menunaikan kewajiban masing-masing itu, terlihat mandi bersama dengan romantisnya. Meski milik Adit semakin menegang dan berdiri gagah, namum dia berusaha menyingkirkan nafsunya karena tak ingin melukai Sang Istri semakin parah.
Xena bahkan sudah menawarkan dirinya, tapi Adit menolak karena tahu bahwa Xena kasihan dengan dirinya. Tapi keputusan Adit sudah bulat, dia harus menyingkirkan nafsunya dan lebih mementingkan perasaan Sang Istri. Adit akan mencintai Xena dengan penuh kasih sayang dan ketulusan, bukan hanya sekedar nafsu dan birahi.
Tidak terjadi apa-apa selama keduanya membersihkan tubuh, hanya adegan romantis perwujudan cinta yang tak henti Adit berikan. Setelah selesai membersihkan tubuh dan telah rapi dengan pakaian masing-masing. Adit mengulurkan sebutir pil KB kepada Xena. Xena menerima dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Ini air putihnya, Sayang. Maafkan aku Sayang, malam selanjutnya aku berjanji akan mengeluarkannya di luar," tutur Adit mengulurkan segelas air putih kepada Xena, Xena menerimanya dengan antusias.
"Tidak apa-apa, Sayang. Kalau pun nantinya aku hamil, aku siap kok. Cristi saja bisa hamil masak iya aku enggak boleh," balas Xena membuat raut wajah Adit langsung berubah.
"Sayang, Cristi itu karena kecelakaan dan aku tidak mau kamu hamil sekarang. Akan bahaya untukmu sendiri, sayang."
"Tidak akan mati, bukan?" sahut Xena bertanya.
"Sudah, sekarang minumlah dulu pil itu," Adit meminta Xena minum pil yang dia berikan.
"Iya-iya, semoga aku tetap hamil walau sudah minum pil ini. Sayang, kalian pasti kuat Mommy minta bertahanlah, ya," tutur Xena sambil mengelus perut datarnya.
"Sayang," panggil Adit menekan suaranya.
"Iya-iya, ini juga mau minum," tegas Xena langsung minum pil itu dengan cepat.
__ADS_1
"Hem, permen rasa strawberry kesukaanku."