
"Adit Sayang, kamu—"
"Siapa dia?" lanjut perempuan cantik itu bertanya seraya menatap tajam Xena. Xena terlihat biasa, dia tidak takut sama sekali.
"Hallo, Mommy Mertua. Perkenalkan namaku Xenalin, panggil saja Xena. Aku adalah calon Istri Dokter Adit, Senang bisa bertemu dengan Mommy Mertua," jawab Xena memperkenalkan diri dengan ramah sambil membungkukkan tubuhnya.
"Cik! Adit apa-apaan ini?" tanya perempuan itu pura-pura tak mengerti. Dokter Adit langsung meraih pinggang ramping Xena dengan sebelah tangannya, seakan memberikan jawaban dengan gerakan itu.
"Kamu membawa jal*ng ke rumahmu agar pernikahan kita di batalkan!" bentak wanita itu membuat Xena tertawa menakutkan.
"Haha ... Aku kira anda adalah Mommy Mertua. Namun, tidak disangka ternyata anda adalah tunangan calon Suamiku. Hihi ... kerutan di wajahmu membuatku salah paham," sahut Xena dengan angkuhnya. Xena semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Dokter Adit. Lalu tiba-tiba mengecup sekilas bibir Dokter Adit, membuat Dokter Adit membatu seketika kala kaget dengan tindakan Xena yang benar-benar di luar kendalinya.
"Kau ... Adit berani-beraninya kamu memperlakukan aku seperti ini! Dan kau, lihat saja nanti!" bentak perempuan cantik bertubuh tinggi yang bernama Kalis itu. Dia adalah seorang model yang menjadi tunangan dari Dokter Adit.
"Aku akan menunggu!" teriak Xena pada Kalis yang sudah pergi keluar dari Mansion.
"Adit, Kalis mana?" tanya seorang wanita yang masih cantik di usia yang sudah tak lagi muda. Beliau tak lain adalah Nyonya Adna Son, Istri dari Tuan Jonas. Mommy dan Daddy Dokter Adit.
"Dia sudah pergi, Mommy." jawab Dokter Adit santai.
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Adna tak suka.
"Dia—"
"Halo Mommy Mertua. Perkenalkan, namaku Xenalin, biasa di sapa Xena. Aku adalah calon Istri dari putra Mommy, Adit," potong Xena menjawab dengan sopan dan lancar. Dokter Adit tampak heran karena Xena benar-benar tak memberikan kesempatan untuknya bicara.
"Adit? Ada apa? Apa yang terjadi?" kembali Mommy Adna bertanya kepada Dokter Adit.
"Aku hamil. Itulah yang terjadi," jawab Xena to the point.
"What! Adit?!"
Tak hanya Mommy Adna yang kaget dengan pernyataan Xena. Tapi, Dokter Adit pun juga tak kalah kagetnya. Dokter Adit terlihat serba salah, apa yang harus dia katakan kepada Sang Mommy? Xena benar-benar membuatnya gila.
Karena keadaan, Dokter Adit pun terpaksa mengiyakan dengan menganggukan kepalanya atas semua yang telah Xena katakan.
"Astaga, sekarang pergilah ke ruangan Daddy-mu dan kamu jelaskan semua yang terjadi kepadanya," titah Mommy Adna langsung duduk di sofa karena saking kagetnya dengan apa yang terjadi saat ini.
"Aku ikut," ujar Xena.
__ADS_1
"Tunggu saja di sini, aku tidak akan lama," tolak Dokter Adit dan Xena pun mengalah.
Dokter Adit pun pergi menuju ruangan kerja Daddy-nya, meninggalkan Xena sendiri bersama dengan Mommy-nya.
Tok, tok, tok ....
Dokter Adit mengetuk pintu beberapa kali hingga terdengar sautan dari dalam ruangan. "Masuk."
Dokter Adit menghela napas beratnya sebelum membuka pintu. Walau sudah mengambil keputusan, tetap saja dia merasa berat untuk meninggalkan apa yang selama ini berusaha dia raih.
"Duduklah," titah Daddy Jonas tegas.
Dokter Adit pun duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Sang Daddy. Walau berat membuka mulut untuk bicara, tapi Dokter Adit memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ingin dia katakan kepada Sang Daddy.
"Daddy, aku akan ....
.
.
__ADS_1
.
Guys, santai dulu ya ceritanya🤭. Tegang-tegangannya akan dilanjut setelah Ziva sembuh dari penyakitnya. Sabar menanti ya guys. Terima kasih banyak atas dukungannya terhadap karya amburadul ini🙏🏻. Sehat-sehat untuk kalian semua, Calangeo😘😘😘