Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 119


__ADS_3

"Aku akan membuatmu tidak bisa bernapas malam ini!" seru Xena langsung me lu mat bibir tipis Adit. Hal yang sebelumnya Adit lakukan kepadanya, kini balik Xena lakukan. Tapi caranya berbeda, bila Adit menggigit bibir Xena dengan lembut, maka Xena mengigit bibir Adit dengan kasar membuat sang pemiliknya meringis.


Meksi begitu, Adit membiarkan Xena melakukan itu. Perih di bibirnya yang lecet tidak sebanding dengan kenikmatan yang kini dia dapatkan. Adit tak mau kalah, dia juga beraksi di dalam rongga mulut Xena. Me lu mat, meng ulum, menye sap dan tak ketinggalan men gigit.


Xena benar-benar telah terbakar api asmara, lihatlah bagaimana ganasnya dia membalas lu ma tan Adit yang juga tak ingin kalah. Keduanya saling menyampingkan kepala berbeda arah, seakan terus menggali kenikmatan yang semakin dalam.


Xena mengalungkan kedua tangannya di leher Adit, sedangkan tangan nakal Adit sudah berkeliaran ke mana-mana. Tangan itu terus me re mas gemas bo kong Xena yang ukurannya luar biasa, membuat Adit begitu suka bermain di sana.


Ciuman panas yang berlangsung selama beberapa menit itu, terpaksa harus Xena akhiri ketika merasa bibirnya terasa kebas. "Bagaimana? Apa aku masih payah?" tanya Xena dengan napas yang tersengal.


Adit tersenyum smirik, sambil memandang wajah Xena dengan pandangan mata yang sudah dibalut nafsu yang membuncah.


"Belum seberapa. Bagaimana kalau kita coba sesuatu?" tawar Adit tersenyum smirik membuat Xena mengerutkan alis seakan mencari tahu apa yang diinginkan oleh pria di hadapannya itu.


"Mencoba apa? Jangan macam-macam, ya. Unboxing hanya boleh dilakukan setelah menikah," tegas Xena langsung mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Tidak akan masuk, di luar saja," ucap Adit yang benar-benar tak lagi sanggup menahan hasratnya yang terus menggebu-gebu seakan ingin meledak, tapi tak kunjung meledak. Untuk itu, dia butuh sebuah pelepasan.


"Maksudmu, separuh lagi?"


"Kamu mau?" tanya balik Adit.


"Tentu tidak, sakitt!" kata Xena dengan ringisan di wajahnya.


"Ya sudah di luar saja," balas Adit menggila.


"Bagaimana caranya?" tanya Xena yang memang tidak mengerti. Sebenarnya, Xena tidak ingin hal seperti ini terjadi sebelum menikah. Tapi, menurutnya hal seperti itu tidak apa-apa dilakukan asal tidak sampai ke tahap selanjutnya. Lagipula, dirinya memang akan menjadi milik Adit, tidak masalah bila mulai sekarang di cicil, begitulah isi pikiran polos Xena.


"Uhhh ..." lenguh Xena saat Adit membuat banyak bekas kepemilikan di bagian paling sensitifnya itu, Xena sangat menyukai itu, geli dan nikmat dia rasakan bersamaan.


"Ahhh ..." kembali Xena mengeluarkan suara erotis itu saat Adit me re mas kedua gundukannya sambil tak melepaskan permainan lidahnya di ceruk leher Xena.

__ADS_1


Saat Adit akan bermain ke bawah tepatnya di kedua gundukkan Xena. Tepat saat itu juga ponselnya berdering tanda ada panggilan yang masuk.


"Ahhh ... A-adit, pon-selmu, uhhh ..." Adit tidak peduli dengan ponselnya, dia tetap sibuk dengan urusannya saat ini. Dia menurunkan baju Xena dengan mudah karena baju itu memang kebesaran. Adit menelan saliva saat dia gunakan besar itu kini berada tepat dihadapannya tanpa ada sehelai benang pun yang mengganggunya. Sedangkan Xena berusaha meraih ponsel Adit yang masih berdering.


Dengan tak sabaran, Adit meremas kedua benda kenyal itu bersamaan, menggabungkannya menjadi satu, kemudian men jilat chocohipnya bersamaan.


Tanpa berpikir panjang, Xena mengangkat panggilan video call yang masuk ke ponsel Adit. Xena tak sempat melihat wajah seseorang di ponsel itu, karena dia sudah kehilangan akal saat Adit bermain di gundukannya.


"Aaaaahhhhh ....


"XENA!"


.


.

__ADS_1


.


Hayoloh, siapa tu🧐


__ADS_2