Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 35


__ADS_3

"Mommy, ini kamar siapa?" Ziva menatap kagum kamar luas bernuansa casual yang kini dia tempati. Ziva memandang setiap sudut dinding kamar, berharap menemukan foto yang dapat menjawab pertanyaannya. Namun, kamar bernuansa hitam dan abu-abu itu benar-benar polos dan tidak ada foto sama sekali yang menghiasi.


"Ini kamar Lolan Suamimu, Sayang. Duduklah di sini," pinta Mommy Nata pada Ziva yang masih berdiri memandang kamar yang membuatnya menjadi gugup. Kamarnya saja misterius, apalagi orangnya. Apakah di kamar ini juga dia akan kehilangan mahkotanya yang paling berharga? Ziva menggelengkan kepalanya cepat, merutuki pikiran bodohnya yang sempat travelling entah ke mana.


"Kamu kenapa, Sayang" tanya Mommy Nata heran.


"Tidak apa-apa, Mommy," Ziva berjalan cepat dan langsug duduk di pinggir ranjang tepat di samping Mommy Nata


"Ada apa, Mommy?" Ziva menatap Mommy Nata dengan wajahnya yang pucat karena gugup.


"Aduh, kamu ini manis sekali, Sayang." Gemas Mommy Nata mengelus lembut rambut Ziva.


"Begini, Mommy ingin bercerita sedikit padamu tentang Putra Mommy. Kamu sudah pernah mendengar berita yang beredar tentang putra Mommy, bukan?" tanya Mommy Nata masih menyambung ucapannya.

__ADS_1


"Iya, Mommy. Aku pernah mendengarnya dari Xena," jawab Ziva jujur.


"Mommy ingin berkata jujur kepadamu, Sayang," tutur Mommy Nata merasa bersalah pada Ziva.


"Katakan saja Mommy, aku siap mendengarkan," sahut Ziva berusaha untuk menegarkan hatinya.


"Terima kasih, Sayang. Mommy harap kamu tidak keberatan dengan apa yang akan Mommy ceritakan ini," Mommy Nata mengambil jemari Ziva, lalu Menggenggamnya dengan erat. Hal itu membuat Ziva merasa semakin takut. Tapi, Ziva tidak tahu apa yang dia takutkan. Ziva merasa bingung dengan dirinya sendiri.


"Berita itu tidak salah, Sayang. Lolan Baldev putra Mommy memang mengalami penyakit Impoten akibat kecelakaan lima tahun lalu," tutur Mommy Nata sedih.


"Iya, Sayang. Kecelakaan maut yang terjadi di jalan—"


"Jalan Rose road?" potong Ziva tanpa sadar.

__ADS_1


"Benar, Sayang. Dari mana kamu tahu? Ah iya, hampir Mommy lupa, rumah kamu kan juga berada di jalan itu. Nah, karena kecelakaan beruntun itulah putra Mommy Lolan menjadi pria impoten. Sejak itu, segala terapi dan segala macam pengobatan telah dilakukan, namun tidak memberikan efek baik sama sekali," jelas Mommy Nata terhenti saat melihat ekspresi Ziva yang tak biasa.


"Ini kasus yang beda, bukan? Tuhan, tolong katakan bukan pria itu yang akan menjadi Suamiku. Aku mohon Tuhan," ucap Ziva memohon dalam hati.


"Sayang, kamu kenapa? Apa kamu kecewa akan kenyataan ini?"


"Tidak, Mommy. Aku sama sekali tidak kecewa, tidak apa bila itu adalah kenyataannya. Tidak apa juga bila Suamiku adalah pria yang impoten, aku akan dengan senang hati menerima takdirku, Mommy. Aku tetap akan berusaha menjadi seorang Istri yang baik nantinya," jelas Ziva cepat karena tidak ingin membuta Mommy Nata bersedih.


"Maaf, Mommy. Sesungguhnya aku tidak yakin atas apa yang aku katakan," sambung Ziva membatin.


"Benarkah? Terima kasih Sayang, terima kasih sudah mau menerima Lolan," Mommy Nata langsung memeluk Ziva dengan penuh rasa syukur karena memiliki menantu sebaik Ziva.


"Sebenarnya, penyakit Impoten yang Lolan alami masih bisa diobati dengan bantuan seorang wanita pendamping. Hanya terapi itu yang belum dilakukan, Dokter mengatakan peluang kemungkinan sembuh untuk Lolan besar bila melakukan terapi itu. Untuk itulah, Mommy memilih kamu untuk mendampingi Lolan dalam terapi ini. Jadi, Mommy sangat berharap kamu mampu membantu Lolan untuk sembuh dari penyakitnya," tutur Mommy Nata dengan mata berbinar penuh harap. Di dalam hati dia juga merasa bersalah kepada Ziva. Karena telah membuat Ziva berada dalam kondisi yang tidak baik. Tapi, dia tidak dapat melakukan hal lain, selain meminta bantuan Ziva. lagipula, dia percaya Lolan akan luluh oleh kebaikan hati Ziva.

__ADS_1


"Kenapa semuanya menjadi begini? Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? Tolong katakan apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku pergi? Tuhan, tolong bawa aku pergi dari tempat ini, aku mohon!" pekik Ziva dalam hati.


"Mommy, aku akan melakukan apa pun agar Lolan Suamiku bisa sembuh dari penyakitnya," tegas Ziva.


__ADS_2