Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 36


__ADS_3

"Hallo, ada apa Dokter Adit?" tanya Xena ketika menerima telpon dari Dokter Adit.


"Apa kamu ada di rumah?" tanyanya di seberang sana.


"Tidak, Dokter. aku sedang ada di pesta—" Xena menutup mulutnya karena hampir kecoplosan, bisa bahaya kalau Dokter Adit tahu bahwa Kakaknya akan menikah hari ini. Xena tahu perasaan Dokter Adit kepada Kakaknya, dan dia tidak ingin melihat pria yang dicintainya itu kecewa.


"Di pesta? pesta siapa?"


"Pesta ulang tahun salah satu temanku. Memangnya ada apa nih Dokter mencariku? Apa Dokter merindukanku?" goda Xena mencarikan suasana.


"Tadinya saya ingin mengajakmu sebagai pasangan ke acara pesta pernikahan sahabat saya. Tapi, bila kamu tidak bisa tidak apa, saya akan berangkat sendiri," jawab Dokter Adit.


"Maaf, Dokter. Aku tidak bisa ikut. Ah sayang sekali, padahal aku sangat ingin ikut pergi sebagai pasangan bersama Dokter Adit," tutur Xena bersedih.


"Tidak apa-apa, lain kali kan bisa. Saya tutup dulu telponnya, kamu bersenang-senanglah di sana."


"Baik, Dokter. Dokter juga bersenang-senanglah," sahut Xena dan panggilan pun terputus.


"Ah, senangnya. Dokter Adit benar-benar ingin mengajakku dan bukan mengajak Kak Ziva. Berarti pernyataan cintanya saat itu benar-benar tulus," Xena menatap dirinya dalam pantulan kaca. Dengan gaun mewah berwarna cream, Xena terlihat sangat mempesona dengan wajah cantik serta tubuh seksinya.


Malam semakin dekat, Ziva sudah didandani oleh MUA ternama. Wajah oval sempurna dengan kulit putih bersih tanpa jerawat sedikit pun membuat MUA tidak susah mendandani Ziva yang memang telah cantik alami. Hanya sedikit polesan make up tipis, Ziva tampil bak putri dari negeri dongeng.


Gaun indah terbuka yang begitu seksi, menjadi pilihan Mommy Nata karena sengaja ingin menggoda Putranya Lolan Baldev. Belahan dada di gaun mewah itu sangatlah rendah, membuta Ziva merasa tak nyaman, tapi dia tidak punya pilihan. Tak hanya rendah dibagikan dada, di bagian bekalang juga tak kalah terbukanya. Lihatlah, hanya ada beberapa ukiran daun transparan yang menutupi punggung mulus Ziva, bagian belakang gaun indah itu benar-benar terbuka.


Kini, Ziva berada di depan kaca antik, tak puas memandang dirinya sendiri di dalam pantulan kaca.



"Kakak sudah siap?" tanya Xena mendekat. Xena-lah yang akan membawa dan menyerahkan Ziva ke pengantin pria nanti.


Ziva menghela napas, lalu mengangguk yakin. Xena pun tersenyum dan menggandeng Sang Kakak menuju lantai bawah karena semua orang sudah menunggu.

__ADS_1


***


Mommy Nata dan Daddy Jackson sibuk menyambut tamu-tamu penting yang hadir. Setelah semua tamu hadir, Mommy Nata dan Daddy Jackson memilih berkumpul dan berbincang dengan Paman Hadden dan Bibi Nasa yang juga hadir di acara pernikahan Lolan.


Tentunya Lolin dan Kabut juga hadir di acara besar itu. Lihatlah bagaimana gadis nakal itu terus menggoda Kakaknya yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya. "Sana naik ke atas, bukan di sini tempat Kakak," usir Lolin langsung mendorong Lolan untuk naik ke atas panggung.


Dengan santainya Lolan mulai naik ke atas panggung, panitia mengarahkan di mana dirinya harus berdiri menunggu pengantin wanita datang.


Tak lama kemudian, para tamu undangan pun bersorak ria kala pengantin wanita mulai turun ke lantai bawah. Dengan perlahan, Xena menggandeng Ziva menuruni anak tangga satu persatu. Karena merasa sangat gugup, Ziva tidak menghiraukan sekitar dan tetap fokus pada anak tangga yang dia turuni.


Di bawah sana, Lolan tercengang melihat calon Istrinya yang tidak dia duga-duga. Siapa sangka, dirinya akan menjadi Suami dari seorang wanita yang menyebabkan dirinya mendapatkan penyakit terkutuk itu.



Setelah menuruni anak tangga, keduanya pun mulai berjalan lurus ke depan menuju pengantin pria yang menunggu di depan. Lolin dan tamu lainnya mulia melemparkan bunga-bunga langka berharga selangit ke arah Ziva dan Xena.


"Kakak percayalah semua akan baik-baik saja, angkat wajah Kakak dan tersenyumlah," bisik Xena dan Ziva pun segera mengangkat wajahnya cepat.


Langkah kaki Ziva terhenti membuat Xena juga ikut berhenti. "Ada apa, kak?" bisik Xena khawatir.


Xena juga sama terdiamnya kala tak sengaja melihat tatapan tajam dan senyuman smirik dari pria di depan sana, pria yang akan menjadi Suami Kakaknya. Xena menggenggam erat tangan Ziva berharap dapat menyadarkan Kakaknya yang diam bak patung yang tak bergerak serta tak berkedip sama sekali. Para tamu mulai keheranan kenapa pengantin wanita dan pendampingnya malah diam dan tak melanjutkan perjalanan. Gosip pun mulia beredar.


"Aku harus pergi, aku harus berlari, aku harus kabur!" pekik Ziva dalam hati kala ketakutan melihat tatapan tajam pria di depan sana yang seakan ingin membunuhnya.


Ziva ingin berbalik, ingin pergi dan berlari menjauh dari pria itu. Tapi, entah kenapa tubuhnya tidak bisa digerakkan bak terkena sembiring. Dirinya seperti berada di hadapan seekor harimau yang kelaparan, yang siap mencabik-cabik tubuhnya hingga membuatnya mati.


Melihat Ziva yang tak kunjung melangkahkan kaki, Lolan tersenyum penuh arti. Kemudian melangkah maju dengan senyuman manis namun terlihat menakutkan di mata Ziva.


Semakin Lolan berjalan mendekat, semakin bergetar tubuh Ziva. Oksigen di ruangan luas nan megah itu seakan menghilang membuatnya sulit bernapas.


Xena tampak kebingungan. Namun, dia segera menyingkir ke samping saat melihat Lolan sudah berada tepat di hadapan Sang Kakak.

__ADS_1


"Hay Istriku," sapa Lolan, sedangkan Ziva masih terdiam dan tak dapat berkata-kata.


Melihat Ziva yang masih tak bergerak. Sigap Lolan langsung mengangkat tubuh mungil Ziva, Ziva kaget dan membulatkan matanya sempurna menatap Lolan yang juga menatapnya. Reflek Ziva langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Lolan, karena takut dilempar oleh Lolan.


Para tamu undangan pun bersorak ria, gosip seketika berubah kala mereka melihat aksi romantis Lolan yang berjalan perlahan menuju altar dengan menggendong Ziva.


Beberapa tamu pun langsung mengabadikan momen romantis itu. Teriakan paling heboh dirajai oleh Mommy Nata dan Lolin yang terlihat senang melihat adegan romantis itu.


Tiba di altar, Lolan menurunkan Ziva perlahan. Ziva masih terdiam karena kaget, hingga tak sanggup mengucapkan janji suci dan hanya Lolan yang mengucapkan janji sucinya di hadapan Ziva langsung.


"Aku (tidak) akan mencintai, (tidak) akan melindungi, dan aku akan setia kepadanya (menyiksanya dan membuatnya menderita) sampai MATI." ucap Lolan tegas dengan senyuman menakutkan menatap Ziva yang wajahnya semakin memucat.


Jelas, jelas Ziva dapat merasakan apa yang Lolan ucapkan dalam hatinya dan hal itu membuat Ziva meneteskan air mata dari kedua pelupuk matanya.


"Tuhan, akankah aku mati di tangan pria ini," batin Ziva menangis pilu.


"Pengantin pria sudah diperbolehkan mencium pengantin wanita!" seru pendeta.


.


.


.


Nih, Othor kasih bonus😘.


Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya❤️ Terima kasih 🙏🏻🥰


Zivanya


__ADS_1


Lolan Baldev



__ADS_2