Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 169


__ADS_3

"Kita bicara di Apartemenku saja, ya. Di sana akan lebih aman," kata Aldri yang fokus pada kemudinya. Tapi, sesekali dia mencuri pandang pada Xena yang duduk tepat di sampingnya.


"Bapak sudah menyiapkan minuman lengkap dengan obat perang sangnya. Aku memang bodoh dan polos, tapi tidak segampang itu untuk Bapak jebak," Aldri terdiam kaget mendengar perkataan Xena.


Xena memang tidak salah, dia memang telah menyiapkan perangkap semacam itu untuk menjebak Xena seperti halnya dia menjebak dan memaksa Cristi. Tapi, tidak disangka Xena yang terkenal akan kepolosan dan kebodohannya dapat mengetahui satu dari banyak rencana liciknya.


"Baiklah, kalau kamu tidak percaya kepadaku. Aku akan membawamu ke sebuah restoran dengan menu terenak," balas Aldri merubah rencana liciknya.


"Restoran Blue Sea," titah Xena tanpa menoleh. Adit tersenyum kecut, di restoran yang Xena sebutkan sangatlah ketat. Tidak boleh sembarang berbuat tidak sopan di sana. Karena hal itu, sudah dapat dipastikan kalau Aldri akan sulit menjebak Xena. Tapi tak apa, Aldri masih punya trik tak terduga lainnya. Tidak berhasil hari ini, masih ada hari lainnya.

__ADS_1


Tiba di perlataran parkir, Aldri menyerahkan kunci mobilnya kepada satpam untuk di parkirkan. Sedangkan dirinya ingin membuka pintu mobil untuk Xena. Namun urung dia lakukan karena Xena sudah membuka pintu mobil sendiri.


Aldri ingin menggandeng lengan Xena, tapi dengan cepat Xena tepis. Xena berjalan lebih dulu, Aldri tersenyum smirik di belakangnya.


Tiba di sebuah ruangan VVIP, Aldri menyiapkan kursi untuk Xena. Sedangkan Xena tampak biasa dan menerima dengan baik perhatian yang Aldri berikan kali ini.


"Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan? Apakah masalah tentang Cristi?" tanya Aldri duduk di kursi tepat di hadapan Xena yang wajahnya tampak begitu merah karena menahan amarah.


"Karena dia pantas mendapatkannya. Dia harus merasakan sakit itu karena ulah orangtuanya. Sama seperti aku yang juga sakit karena ulah orangtuanya," Aldri berkata dengan jujur, tapi senyuman smiriknya tak kunjung pudar.

__ADS_1


"Oh, jadi benar anak yang ada dikandungan Cristi adalah anak bapak. Bapak sengaja tidak ingin mengakuinya karena ingin balas dendam atas apa yang orangtua Cristi lakukan kepada bapak juga keluarga bapak di masa lalu?"


"Tepat sekali. Kau tahu Xena, cinta harus disembuhkan dengan cinta. Maka luka harus disembuhkan dengan luka," balas Aldri membuat Xena benar-benar merasa begitu muak.


"Bapak salah. Luka akan cinta memang hanya bisa disembuhkan dengan cinta yang baru. Tapi, luka hanya bisa disembuhkan dengan obat yang tepat. Luka baru hanya akan membuat luka lama semakin besar. Bapak tahu, Cristi juga korban dalam hal ini, dia tidak bersalah sedikit pun atas apa yang orangtuanya lakukan. Jadi, tidak seharusnya bapak memberikan luka besar padanya," tegas Xena gemas. Bila saja dirinya punya kekuatan seperti tokoh mafia di sebuah novel, sudah dari tadi Xena mencincang-cincang pria jelmaan iblis di hadapannya kini.


"Apa kamu tahu, aku juga tidak bersalah. Tapi, akulah yang mendapatkan dan menerima semuanya."


"Apa pun itu, selesaikan urusan masa lalu Bapak dengan orangtua Cristi, bukan dengan menyakiti Cristi. Aku paling membenci pria lemah yang tidak bisa melakukan apa pun seperti bapak," ujar Xena merendahkan Aldri. Aldri tampak geram akan pernyataan yang Xena katakan. Tapi, itu sama sekali tidak merubah obsesinya untuk memiliki Xena.

__ADS_1


"Sekarang katakan kepadaku apa yang ingin bapak katakan," lanjut Xena.


"Aku menyukaimu."


__ADS_2