
"Kalau tidak ada yang menggangu, ya lanjut saja," sahut Xena sengaja menggoda Adit.
"Berhenti menggodaku Xena, atau jangan salahkan aku kalau sampai aku melahapmu sebelum menikah," ancam Adit membuat Xena kaget.
"Nanti malam pertamanya enggak surprise lagi, kalau sudah dilahap sekarang," sahut Xena.
"Sekarang dan nanti sama saja," balas Adit.
"Sama-sama enak, ya?" Xena tertawa kecil.
"Bukan, sama-sama sakit, kamu akan kesakitan," Xena merinding seketika, membayangkan milik Adit masuk sepenuhnya, membuat rambut-rambut halus di tubuhnya berdiri karena merinding.
"Awas saja nanti kalau kamu tidak pelan-pelan," balas Xena belum juga melepas gaunnya.
"Tentu saja pelan."
__ADS_1
"Kalau tidak pelan, jangan harap ada yang kedua kalinya. Sekarang pejamkan matamu, jangan melihatku berganti pakaian," tegas Xena dan Adit memejamkan matanya patuh. Xena mengganti pakaian dengan membelakanginya.
Beberapa detik kemudian, Xena kembali membalikkan badan dengan mendekap lingerie di dadanya.
"Adit," panggil Xena lembut.
"Apa?" langsung membuka mata.
"Jangan buka dulu matamu!" pekik Xena keget dan langsung menutupi tubuhnya. Adit terbelalak sebentar kala menatap tubuh seksi Xena yang hanya terbalut bra dan cd, namun hanya sebentar karena dia langsung memejamkan kembali matanya saat Xena berteriak.
"Ini, aku tidak bisa memasang lingerie ini. Apa kau tahu caranya?" tanya Xena tidak pernah merasa malu, tapi hanya tidak mau.
"Lalu, kalau aku tahu cara memasangnya, kau akan memintaku untuk memasangkannya, Sayang?" tanya Adit tersenyum licik.
"Kalau kamu mau, aku tidak malu. Hanya saja kamu jangan macam-macam, awas saja kalau macam-macam. Melihat boleh, menyentuh sedikit juga boleh, tapi dirasakan tidak boleh," ancam Xena serius.
__ADS_1
"Astaga!' umpat Adit dalam hati.
"Jadi untuk apa kau memintaku memejamkan mata kalau melihat dan menyentuhmu diperbolehkan?" tanya Adit tak habis pikir dengan isi otak Xena. Bagiamana mungkin orang cerdas sepertinya bisa mendapatkan Istri yang kurang se-on seperti Xena.
"Iya juga ya? Ya sudah, kalau begitu buka saja matamu," imbuh Xena cepat dan Adit langsung membuka matanya saat itu juga. Melihat indahnya tubuh Xena, benar-benar membuatnya menderita bahkan sangat menderita.
Adit menelan saliva kasar saat Xena berjalan santai ke arahnya, Xena berjalan santai tanpa busana dan hanya bra dan cd yang melekat di tubuh seksinya. Dia banar-benar tidak merasa malu. Lihatlah betapa santainya di saat melenggak-lenggokan tubuhnya, tanpa menutupinya sama sekali. Adit merasa ingin pingsan saat itu juga.
Adit berpikir tentang bagaimana mungkin Tuhan menciptakan gadis sebodoh, seceroboh, dan sepolos Xena. Apakah Xena juga akan sebodoh itu di depan pria lain? Memikirkan itu, seketika emosinya memuncak.
"Ini, bagiamana cara memasangnya, aku tidak bisa," melihat tubuh seksi serta mendengar suara lembut Xena, emosinya yang sebelumnya memuncak, tiba-tiba saja menurun drastis. Kini bukan lagi pikiran cerdas yang menguasai Adit, melainkan pikiran mesumnya. Otak liarnya tiba-tiba berfungsi ingin mendapatkan keuntungan dari tingkah polos Istrinya.
"Berikan dulu aku hadiah, setelahnya baru aku bantu," ujar Adit tersenyum smirik sambil terus memandang lekuk tubuh indah Calon Istrinya.
"Hadiah apa? Aku tidak punya harta, harta satu-satunya yang aku punya hanya tubuhku. Apa mau tubuhku?" Sekatika Adit melemas, percuma menggoda apalagi menjebak Xena. Bukan Xena yang yang akan tergoda dan terjebak. Tapi, dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aaaaakhhh ....