Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 168


__ADS_3

Di sebuah Apartemen yang sederhana, seorang pria bertubuh tinggi dan kekar lengkap dengan wajahnya yang tampan tengah menghisap dalam rokok elektriknya, kemudian menghembuskan asapnya kasar hingga mengepul lalu berpencar mencemari udara di kamarnya yang semula rapi, bersih dan tenang.


Raga pria tampan dengan mata sipit itu memang tengah berada di Apartemennya. Tapi, pikirannya jauh berkelana mengingat setiap kejadian menyakitkan di masa lalu..


Flashback On


Saat dirinya masih remaja, Pria tampan bernama Aldri itu tengah menjenguk Ibunya yang dirawat di rumah sakit karena mengalami komplikasi.


Saat akan masuk, remaja tampan itu mendengar sendiri bagaimana Ayahnya dimaki-maki oleh atasannya. Puas mencaci maki, Aldri juga mendengar Ayahnya di pecat secara tidak hormat.


Bahkan, Aldri juga mendengar Ayahnya memohon untuk diberikan gaji terakhirnya. Tapi, pria berkelas yang masih seumuran dengan Ayahnya itu, tidak memberikan hak Ayahnya sama sekali. Padahal, Ayahnya sangat membutuhkan uang itu untuk biaya pengobatan Ibunya.


Masih berdiri di depan pintu ruang rawat, Aldri mengepalkan tangannya membentuk sebuah tinjuan. Aldri menyingkir ke samping saat pintu ruangan itu terbuka, pria berjas dan berdasi mahal itu mendengus menatap Aldri remaja, kemudian pergi begitu saja.

__ADS_1


Aldri menatap lama wajah pria bejat itu, seakan ingin terus mengingatnya dan akan membalaskan dendamnya suatu saat nanti.


"Sayang!" teriak Sang Ayah di dalam sana. Aldri langsung berlari masuk ke dalam ruang rawat, dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah pucat Ibunya yang sudah tak lagi bernyawa.


Bukan hanya itu saja, dua hari kemudian, Aldri melihat langsung jasad sang Ayah yang tergantung di atap rumahnya. Sejak saat itu, Aldri remaja hidup dan tumbuh seorang diri.


Meminta bantuan kepada Lolan tidak mungkin, karena sahabatnya itu telah dikirimkan oleh orangtuanya untuk kuliah di luar negeri. Lebih tidak mungkin lagi bila Aldri meminta bantuan kepada Adit, karena di hari kelulusan, keduanya sempat berkelahi karena merebutkan seorang wanita yang sama-sama mereka sukai. Tapi, wanita cantik itu lebih memilih Adit karena jelas hidupnya akan lebih terjamin.


Sejak hari itu, Aldri hidup seorang diri hingga sukses menjadi seorang Guru Matematika. Tidak disangka, putri dari bos tempat Ayahnya bekerja dulu, kini menjadi muridnya, dari situlah Aldri membalaskan dendamnya kepada Cristi. Membawa Cristi terbang ke langit, lalu menghempaskannya ke dasar bumi.


Flashback off


Hari itu, Aldri yang telah dipecat dari sekolah karena skandalnya, berniat akan mengancam Cristi. Namum, hal itu urung dia lakukan kala keberuntungan begitu berpihak kepadanya.

__ADS_1


Saat akan keluar dari mobilnya, Aldri tak sengaja melihat Xena turun dari mobil yang dikendarai oleh Adit. Waktu yang begitu tepat untuk Aldri membicarakan hal penting dengan Xena.


Begitu melihat mobil Adit telah menjauh pergi, Aldri pun langsung ke luar dari mobilnya. Aldri mendekat hingga berada tepat di belakang Xena yang masih melambaikan tangannya ke arah mobil Adit yang sudah tak lagi terlihat.


Aldri tersenyum puas sekaligus senang saat menatap Xena yang juga menatapnya kaget.


"Pak Aldri," ucap Xena kaget melihat Pak Aldri sudah ada di hadapannya.


"Halo Xena, senang bertemu denganmu di sini," jawab Aldri tersenyum manis membuat Xena merasa geram ingin mencincang Aldri saat itu juga.


"Ngapain bapak ke sini?" tekan Xena dengan ekspresi wajah murkanya.


"Aku ingin berbicara kepadamu, bisakah ikut aku," ajak Aldri.

__ADS_1


"Baik, aku juga ingin berbicara sesuatu kepada Bapak."


"Bagus, masuklah ke dalam perangkapku, Xena sayang."


__ADS_2