Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 132


__ADS_3

Braaakkk!


"Adittt!" teriak Mommy Adna kaget melihat Putranya yang tengah mengukung Xena. Mommy Adna berjalan cepat kemudian langsung mendorong Adit hingga menjauh dari tubuh Xena. Adit dan Xena masih terdiam, keduanya sama-sama kaget akan apa yang terjadi saat ini.


"Adit, kamu gila, ya!? Xena masih kesakitan tapi mau kamu gempur lagi!" bentak Mommy Adna murka akan kelakuan Putranya. Adit semakin terheran dengan tingkah Sang Mommy. Ketika dia tidak menyentuh Xena, Sang Mommy selalu membuat seribu satu macam rencana agar dirinya menyentuh Xena. Giliran sudah disentuh malah dirinya yang dimarahin.


"Ibu, aku belum—"


"Mommy!" panggil Xena berteriak agar Adit tak melanjutkan ucapannya.


"Mommy, Mommy jangan menyalahkan Adit. Se-sebanarnya bukan Adit yang mau, tapi aku. Aku sendiri yang mau lagi," kilah Xena.


"Serius, Sayang?" Mommy Adna membulatkan matanya sempurna, membuat Xena tertawa terbahak-bahak di dalam hati.


"Iya, Mommy. Tadi kurang," Xena berpura-pura menundukkan wajahnya malu.


Pfffttt ....


Adit berusaha menahan tawanya.


Mommy Adna menatap tajam Putranya sekilas, kemudian kembali fokus pada Xena.


"Apa tidak sakit lagi, Sayang? Apa tidak masalah?" tanya Mommy Adna mengangkat wajah Xena pelan.


"Sakit, Mom. Ta-pi enak," sahut Xena tersenyum malu.

__ADS_1


"Astaga, Sayang. Kamu terlalu bersemangat, tidak apa-apa bila tidak terjadi masalah. Kalau begitu kalian lanjut saja, Mommy tidak akan mengganggu," imbuh Mommy Adna memundurkan langkahnya akan pergi.


"Adit, apa butuh obat kuat?" tanya Mommy Adna sebelum menuntup pintu kamar.


"Tidak perlu, Mommy. Adit sangat kuat Mommy," balas Xena menolak keras.


"Lama tidak? Kalau hanya kuat saja tidak akan cukup kalau durasinya hanya sebentar," sambung Mommy Adna.


"Adit sangat kuat, lama, panjang, gede, dan perkasa, Mommy. Sudah tidak perlu obat seperti itu," Mommy Adna mengancungkan jempolnya ke arah Sang Putra. Kemudian berulah pergi.


Setelah kepergian Mommy Adna ....


"Ayo kita lanjutkan, kamu ingin merasakan seberapa kuat, lama, panjang, gede dan perkasanya aku, bukan?" Adit sengaja kembali mengukung Xena untuk menggodanya.


Braaakk!!!


"Mommy!" teriak Xena dan Adit bersamaan.


"Hihi ... Untuk kali ini tahan dulu. Nanti baru dilanjut," tutur Mommy Adna kembali mendorong Adit hingga menjauh dari tubuh Xena.


"Ayo Sayang, ikut Mommy," Mommy Adna meraih dan menggandeng tangan Xena untuk ikut dengannya.


"Mommy mau membawa Xena ke mana?" tahan Adit mencegat.


"Iya, Mommy. Mommy mau bawa aku ke mana?" sambung Xena.

__ADS_1


"Di bawah ada Ibumu, Sayang. Ada Nyonya Aslin."


"Benarkah, Mommy?" tanya Xena antusias.


"Iya, Sayang. Mommy tidak berbohong, Ibumu sedang menunggumu di bawah. Ayo kita turun," kembali Mommy Adna menyeret Xena. Keduanya pergi begitu saja meninggalkan Adit yang kini masih menegang.


"Sialan! Lihat saja kalau sudah menikah nanti. Dari malam sampai malam, malam lagi hingga malam lagi. Aku tidak akan melepaskannya walau dia meringis, merintih dan memohon!" geram Adit mengepalkan tangannya membentuk tinjuan. Kemarahannya benar-benar diujung puncak hingga bersumpah akan membuat Istrinya kualahan.


Setelah merasa lebih tenang, Adit pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi air dingin guna meredamkan hasratnya yang masih terus membara.


Setelan selesai mandi memasang pakaiannya, Adit pun langsung turun ke bawah untuk bergabung bersama Mommy, Daddy, Calon Mertua dan yang pastinya Calon Istrinya Xena, yang tengah berbincang-bincang di ruang tamu.


"Adit, kemarilah. Duduklah di samping Xena," titah Mommy Adna dan Adit pun duduk di samping Calon Istrinya, Xena. Sedangkan tepat di sebelahnya kirinya, Ada Bibi Aslin yang duduk di kursi seorang diri.


"Sedang membahas apa?" Adit membuka pembicaraan, memecahkan lenggang yang sebelumnya tercipta.


"Hanya membahas pesta pernikahan kamu dan Xena, Sayang. Mommy tidak mengatakan kepada Mertuamu kalau kamu sudah meniduri Putrinya," ceplos Mommy Adna tanpa sadar apalagi dosa.


"Apa!!!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2