Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 160


__ADS_3

Bip, bip, bip!


Suara nyaring klakson mobil di belakang. Adit pun langsung menjauhkan wajahnya sebelum sempat mencium Xena. Xena yang takut ketahuan pernikahan rahasianya juga langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam sekolahnya. Sedangkan Adit langsung tancap gas menuju perusahaan.


Masuk ke kelas, Xena dibuat bingung akan ketidakhadiran Ana dan Cristi. Apa mereka berdua telat? Tidak, mereka berdua selalu tiba di sekolah tepat waktu. Mana mungkin mereka berdua telat, lalu, di manakah mereka sekarang?


Setahu Xena, Ana memang izin kepadanya dan Mommy Adna untuk tinggal di rumah Cristi, Ana akan menemani Cristi yang hanya sendirian lantaran kedua orangtuanya pergi kerja ke luar kota.


Pulang dari sekolah nanti, Xena berjanji akan pergi ke rumah Cristi. Tapi, kali ini Xena akan pergi bersama dengan Adit dan tidak akan sendirian lagi. Beberapa menit kemudian, Xena pun langsung duduk di kursinya lantaran guru matematikanya telah tiba.


"Loh, kenapa gurunya ganti? Apakah Bapak Aldri sakit?" tanya Xena kepada salah satu teman yang duduk di depannya.


"Lo enggak tahu berita hangat dan viral di sekolah kita? Berita tentang sahabat Lo sendiri masak iya enggak tahu sih," jawabnya membuat Xena membulatkan mata kaget.

__ADS_1


"Maksud Lo apa? Berita viral apa?" tanya Xena mendesak.


"Lo gimana sih, Xen. Sahabat sendiri kena musibah Lo malah enggak tahu sama sekali," sahut satu lagi di sebelahnya.


"Kalian berdua jangan bikin gue tambah penasaran, sekarang ceritain ke gue apa yang terjadi kepada Ana dan Cristi?" kembali Xena mendesak.


"Cristi hamil, Xena." mendengar itu, Xena terbelalak, tubuhnya bergetar, napasnya seakan berhenti. Benarkah Cristi hamil? Tidak, itu tidak mungkin. Xena tahu Cristi selalu bergonta-ganti pasangan ranjang. Tapi, tidak mungkin Cristi hamil karena selama ini dia tidak pernah lupa minum pil kbnya.


"Kalian jangan bergosip yang tidak benar, mana mungkin Cristi hamil," bantah Xena membela sahabatnya.


"Siapa?" tanya Xena semakin dibuat penasaran.


"Ayah dari anak yang ada di dalam kandungan Cristi atau pacar yang telah menghamili Cristi adalah guru matematika kita yaitu bapak Aldri" ucapnya membuat Xena tercengang. Bapak Aldri, guru tertampam yang menjadi dambaan satu sekolah adalah pacar Cristi selama ini.

__ADS_1


Benar-benar berita yang menggemparkan, pantas saja gerak-gerik keduanya begitu mencurigakan selama ini. Ternyata, tidak disangka mereka berdua adalah pasangan. Jadi, apa yang Cristi lakukan dan Cristi ceritakan selama ini hanya bohongan belakang.


Kalau memang berita itu benar adanya, Xena malah merasa lega karena Xena tahu kalau Bapak Aldri adalah seorang pria yang baik dan bertanggung jawab.


Senyumam lega yang perlahan terbentuk di bibir Xena membuat kedua teman yang berada di depannya merasa heran. Sahabat dalam masalah, Xena malah tersenyum senang. Benar-benar sahabat aneh, pikir mereka berdua.


"Lo, kok, malah kelihatan senang gitu?" tanya mereka menatap Xena aneh.


"Yaiylah gue senang, kalian yang enggak senang artinya kalian cemburu. Kalian enggak rela Bapak Aldri guru dambaan kalian jatuh hati dan jatuh cinta sama sahabat gue," ujar Xena membuat kedua manusia di depannya terdiam walau tak terima. Tapi, Xena tidak salah. Karena hari itu adalah hari patah hati nasional untuk semua gadis-gadis kencur di sekolahnya. Lantaran tak terima guru idola mereka menghamili wanita lain.


"Halah, pasti Cristi yang menggoda dengan cara yang ekstrim," balas mereka tak terima.


"Heh, jika kalian berdua telan jang sekali pun di hadapan Pak Aldri, gue yakin dia tetap tidak akan tertarik, haha ...."

__ADS_1


"XENA!"


__ADS_2