Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 190


__ADS_3

"Sayang awas! Akhhhh!" teriak Ziva kala mereka hampir menabrak seorang anak kecil yang berlari ke arah jalan. Beruntung Lolan menginjak rem dengan cepat, hingga seorang anak kecil di luar sana tidak tertabrak terlalu parah.


"Sayang, kamu tidak apa-apa, bukan?" tanya Lolan pada Ziva yang masih menutup wajahnya takut. Perlahan Ziva menyingkirkan kedua telapak tangannya, membuka kedua mata dan langsung memeluk Lolan dengan eratnya.


"Kita tidak apa-apa?" tanya balik Ziva dengan tubuh bergetar takut.


"Kamu bagaimana?"


"Aku baik-baik saja. Tapi—" Ziva melepaskan pelukannya, kemudian menatap ke depan sana.


"Kamu tetap di sini dan jangan keluar dari mobil, Aku akan cek anak kecil itu," pesan Lolan kemudian langsung keluar dari mobil meninggalkan Ziva sendiri di dalam mobil.


"Kamu tidak apa-apa?" Lolan membantu berdiri seorang anak kecil yang berusia kira-kira tujuh tahun.


"Tolong saya Om," tangis anak kecil dengan wajah tampan itu, dia berdiri perlahan dengan kaki yang terkilir cukup parah.

__ADS_1


"Lepaskan anak itu!" teriak seorang pria bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam dan wajah dipenuh bekas luka.


"Kau siapanya anak ini?" tanya Lolan langsung meraih dan mendekap tubuh kurus anak laki-laki yang dia tabrak.


"Aku Ayahnya, cepat kemarikan dia!" bentak pria itu mengeluarkan sebuah pisau tajam.


"Aku telah menabraknya, maka aku harus membawanya bersamaku lebih dulu untuk diobati," imbuh Lolan menyembunyikan anak itu dibalik tubuhnya.


"Kemarikan dia!" pria itu mendekat sambil menodongkan pisau tajamnya ke arah Lolan. Di jalanan yang dikelilingi hutan lebat dan gelap yang hanya disinari cahaya lampu mobil, keduanya saling baku hantam dengan brutal. Melihat hal itu, Ziva langsung keluar dari mobil, dengan gesit Ziva membawa anak kecil itu masuk ke dalam mobil, tepatnya di kursi belakang.


"Kamu tidak apa-apa, kan, Nak?" tanya Ziva sambil membelai wajah penuh keringat anak kecil tampan itu.


"Kamu aman sekarang, sudahlah tidak usah menangis lagi, Sayang." Ziva memeluk anak kecil itu dengan penuh kehangatan.


"Ayah saya sangat jahat, lakukan sesuatu untuk menyelamatkan Om baik," imbuhnya meminta Ziva melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Lolan yang masih terlibat baku hantam di luar sana.

__ADS_1


Air mata Ziva seketika lolos saat melihat Lolan sedikit banyak terkena sayatan senjata tajam dari pria menyeramkan di luar sana. Dengan gesit Ziva mengambil pistol jenis Colt yang Lolan sembunyikan. "Kamu tetap di sini, ya, Sayang. Jangan ke mana-mana. Tutup mata juga telinga,"


Setelah mendapatkan anggukan kepala dari anak tampan itu, Ziva langsung keluar dari mobil. Ziva berjalan cepat mendekat, Lolan kegat melihat Istrinya yang kembali keluar dari mobil. Sedangkan dirinya tak dapat berbuat banyak setelah mendapatkan luka di bagian perutnya. Untungnya luka sayatan itu tidak terlalu dalam, tapi tetap saja Lolan sulit untuk kembali bangkit.


"Beraninya kamu melukai Suamiku!"


DOR!


DOR!


Dua kali tembakan tepat mengenai kaki pria bertubuh kekar yang hampir saja ingin menikam Ziva. Namun, dengan kecepatan dan ketepatan bidikannya, Ziva mampu membuat pria itu tak dapat berkutik.


Setelah itu, Ziva langsung membuang pistolnya dan menuntun Lolan masuk ke dalam mobil. "Sayang, aku tidak apa-apa, sudahlah jangan menangis lagi. Ini hanya luka kecil saja." bujuk Lolan berusaha menghentikan tangisan Istrinya.


"Kamu terluka begitu, bagaimana mungkin aku tidak panik dan khawatir," kesal Ziva ketus.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kamu pindah dan duduklah di kursi belakang. Temani anak kecil itu, dia ketakutan. Kita harus pergi dari tempat berbahaya ini," titah Lolan dan Ziva pun pindah ke kursi belakang walau agak ragu. Paksaan Lolan dan rasa kasihan kepada anak kecil dibelakang sana, membuat Ziva langsung pindah detik itu juga.


Setelah memastikan Istrinya telah berpindah ke kursi belakang dengan aman dan baik-baik saja. Lolan langsung tancap gas dan fokus menyetir hanya dengan satu tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya, Lolan gunakan untuk membekap luka sayatan di perutnya.


__ADS_2