
Karena acara dilaksanakan di rooftop, Xena pun digandeng oleh Ana hingga masuk ke dalam lift yang akan langsung membawa mereka ke atap Mansion yang super luas yang dipercantik dengan indahnya pemandangan langit malam, yang disinari oleh bulan dan bintang-bintang yang bertabur indah.
Para tamu undangan hanya terdiri dari keluarga besar dan pejabat penting Perusahaan, tampak sudah duduk rapi di kursi-kursi yang berjajar rapi menghadap ke panggung.
Sementara Adit, tengah berdiri di samping lift. Adit tangah menanti Xena yang tak lama lagi akan keluar dari lift itu. Dengan setelan jas mewah berwarna dongker yang melekat sempurna di tubuh kekarnya, Adit tampil begitu mempesona. Belum lagi wajah tampan bak pangeran di negeri dongeng, dengan lesung pipi yang tak puas mempermanis senyumannya yang mematikan.
Ketika pembawa acara berteriak pengantin wanita akan tiba, para tamu pun langsung berdiri serentak. Sedangkan Adit langsung fokus pada Lift yang pintunya mulai terbuka.
Xena menebarkan senyuman manisnya ketika lift telah terbuka sepenuhnya. Dengan digandeng oleh Ana, Xena melangkah maju beberapa langkah menuju Adit yang berdiri tegap di hadapannya.
Hanya tiga langkah, Xena sudah berada tepat di hadapan Adit yang kini menatapnya tanpa mengedipkan mata sama sekali.
"Tuan," panggil Ana membuat Adit tersadar dari lamunannya.
Adit mengerjabkan matanya beberapa kali, kemudian menyambut tangan Xena yang Ana ulurkan kepadanya. Xena tersenyum menatap Adit, begitu pun sebaliknya. Adit menatap Xena sambil memamerkan lesung pipinya yang manis.
__ADS_1
"Aku cantik, bukan?" tanya Xena berbisik.
"Beraninya memakai pakaian seksi begini. Lihat saja hukuman apa yang akan kamu terima nanti," balas Adit menekan ucapannya.
"Aku siap, Sayang. Hukuman di atas ranjang, bukan? Seperti di novel-novel," sahut Xena yang kini mulai berjalan perlahan dan sejajar dengan Adit yang tak lepas menggandeng tangannya.
"Aku akan membuatmu tidak bisa berjalan," ucap Adit sambil menatap tajam para pejabat perusahaan. Mendapat tatapan tajam dari Sang CEO, para pejabat itu langsung mengalihkan pandangan ke arah lain, karena tak ingin kehilangan pekerjaan mereka, hanya karena melihat Nyonya Tuannya yang kini berpakaian seksi.
"Dan aku akan membuatmu selalu menginginkan diriku," bisik Xena percaya diri.
"Aku yang akan membuatmu memohon di bawah tubuhku," sambung Xena mencengkram erat tangan Adit.
"Kamu yang di bawah," tegas Adit.
"Kamu yang di atas, eh ... Maksudku kamu yang di bawah!" ralat Xena.
"Memangnya kamu kuat? Separuh saja sudah berteriak," ejek Adit.
__ADS_1
"Lihat saja nanti, ukuranmu masih biasa bagiku," jawab Xena asal.
"Ukuranku dua puluh lima sentimeter. Aku akan menantikan dan melihat seberapa kuatnya kamu," goda Adit tersenyum smirik.
Karena saking asik saling berdebat, keduanya pun tidak menyadari bahwa saat ini mereka telah tiba di Altar tempat keduanya untuk mengucapkan janji suci masing-masing.
Setelah pengucapan janji suci keduanya ucapkan dengan lancar, dan juga sudah selesai mengikat satu sama lain dengan cincin berlian berharga selangit. Kini, Xena dan Adit telah resmi menjadi pasangan Suami Istri.
"Cium, cium, cium ...." sorak para tamu undangan. Dengan tak sabaran Xena menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Adit, berjinjit sedikit, kemudian me lu mat bibir tipis Adit dengan ganasnya. Adit pun tak ingin kalah, dia juga memeluk erat pinggang ramping Xena, dan keduanya berciuman dengan ganas.
"Wah-wah, mari kita beri tepuk tangan untuk pengantin kita yang keduanya begitu agresif ini!" Seru pembawa acara dan para tamu pun bertepuk tangan ricuh, bahkan ada yang berteriak agar keduanya langsung mencari kamar saja.
.
.
.
__ADS_1