Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 113


__ADS_3

Xena mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Daddy Jonas yang mengatakan kalau Ana dijebak oleh Kalista mantan tunangan Adit. Dengan liciknya Kalista mengirimkan orang suruhannya untuk menculik Ibunya Ana yang saat itu sedang berada di rumah sakit. Dengan kekuasaannya, Ana dapat dengan mudahnya melancarkan rencana buruknya.


Setelah berhasil menculik Ibunya Ana, Kalista kembali mengirimkan orangnya untuk mengancam Ana agar mau bekerja sama dengannya dalam menyusun dan menjalankan rencana dengan misi membunuh Xena.


Beruntungnya, Ana bertemu lebih dulu dengan Daddy Jonas sebelum bertemu dengan orang suruhannya Kalista, hingga Kalista pun gagal menjebak Ana. Yang terjadi malah sebaliknya, yaitu Ana-lah berhasil menjebak balik Kalista. Dengan bukti yang ada di tangannya, Ana yakin dapat dengan mudah membalaskan dendamnya. Daddy Jonas pun juga berjanji akan membantu Ana di masa persidangan nantinya.


Selain untuk membalaskan dendam karena Kalista sudah berani mengganggu Ibunya. Ana juga akan membalaskan dendamnya di masa lalu, di mana Kalista-lah yang menyebabkan Ana kehilangan mahkotanya serta harga dirinya saat dia baru menginjak usia lima belas tahun.


Mungkin Kalista sudah melupakannya. Tapi Ana, Ana tidak akan pernah melupakan hari di mana hidupnya benar-benar hancur hingga saat ini.


Ana sangat bahagia dengan kehadiran Daddy Jonas yang mendukungnya. Karena dengan begitu, Ana tidak akan lagi takut untuk menghadapi Kalista. Ana tidak akan melewatkan kesempatan emas ini, dia akan berjuang demi keadilannya.


"Jadi, bagaimana dengan kondisi Ibunya Ana, Daddy?" Xena bertanya penasaran sekaligus khawatir. Jantung Ana seakan terasa copot dari tempatnya, dia begitu tak sabaran menanti jawaban dari Daddy Jonas. Ana menanti dengan mengatur napasnya yang masih tersengal.


"Ibumu baik-baik saja, Ana. Orang suruhan Paman sudah berhasil membawanya pergi dari kediaman Kalista," jawab Daddy Jonas membuat Ana dan Xena bernapas lega.


"Tolong bawa saya pergi ke tempat di mana Ibu saya berada, Paman. Saya ingin melihat keadaan Ibu saya," pinta Ana memohon.


"Tentu, Nak. Kita akan langsung ke rumah sakit untuk menjenguk Ibumu. Tidak perlu khawatir, tenangkan dirimu dulu," Daddy Jonas mengulurkan dua botol air mineral kepada Ana dan Xena. Ana minum dengan tenang, dia terlihat begitu bahagia karena kondisi Ibunya baik-baik saja. Sedangkan Xena minum dengan cepat hingga terbatuk karena merasa tenggorokannya begitu kering.

__ADS_1


Hampir setengah jam perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit tempat Ibunya Ana di rawat. Ana cukup kaget karena Daddy Jonas menempatkan Ibunya di ruang rawat Super VVIP.


"Terima kasih banyak, Paman. Suatu saat nanti aku pasti akan membalasnya," ucap Ana yang kini hanya bisa melihat Ibunya dari balik kaca jendela kala Dokter masih menangani kondisi Ibunya yang kurang stabil.


"Saya tidak kekurangan uang itu kamu balas," jawab Daddy Jonas santai. Sedangkan Xena duduk di kursi karena merasa sangat lemas.


"Kalau begitu, saya akan membalasnya dengan budi jasa, saya tidka bisa menerima bantuan tanpa membalasnya," balas Ana berdiri tepat di hadapan Daddy Jonas.


"Tidak perlu semua itu, kamu cukup berubah menjadi gadis yang baik. Itu sudah cukup, karena Adam pasti akan senang dengan hal itu," Ana menatap Daddy Jonas kaget.


"Paman kenal Ayah saya?" tanya Ana cepat.


Bertemu dengan sahabat lama Almarhum Ayahnya. Apakah kebahagiaannya akan dimulai karena sudah menemukan seseorang yang bisa membantunya keluar dari kubangan lumpur yang menjeratnya selama ini. Paman Jonas bukan hanya membantu mengeluarkannya dari kubangan lumpur itu, tapi juga membantu membersihkan nama baiknya, hingga Ana tidak akan merasa rendah atau ketakutan lagi.


"Terima kasih, Paman," Ana langsung berlutut saking senangnya. Daddy Jonas membantu Ana berdiri.


"Tidak perlu berterima kasih, ini memang sudah janjiku kepada Almarhum Ayahmu. Berbahagialah mulai sekarang, kamu berhak bahagia. Urusan Ibumu biar Paman yang urus," imbuh Daddy Jonas lagi.


Drrrrttt ....

__ADS_1


Ponsel Daddy Jonas berdering serta bergetar mampu mengubah suasana. Ana langsung menyeka air matanya, dan memilih duduk di samping Xena yang tampak begitu pucat.


"Hallo Adit, ada apa?" tanya Daddy Jonas bertanya kepada Adit yang ada di seberang sana.


"Daddy, Xena hilang. Aku perlu bantuan Daddy untuk menemukanya," Adit mengucapkan kalimat itu dengan suara yang terdengar begitu khawatir.


"Xena baik-baik saja, dia ada bersama Daddy," jawab Daddy Jonas cepat.


"Kenapa bisa? Sekarang Daddy di mana?"


"Di rumah sakit."


"What!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2