
"Astaga, kasihan sekali Menantu Mommy, pasti sangat sakit dan perih. Oh iya, tadi itu Apa langsung jebol, gol, sukses?" tanya Mommy Adna antusias menanti dan mendengarkan jawaban Putranya.
"Tadi itu tidak terjadi—"
"Mommy," panggil Xena memotong ucapan Adit.
"Sayang, akhirnya kamu bangun juga. Mommy sangat mengkhawatirkanmu, Sayang," imbuh Mommy Adna mengelus rambut gelombang Xena dengan penuh kasih sayang.
"Mommy," panggil Xena dengan ringisan di wajahnya, Adit yang mengetahui akting Sang Calon Istri hanya melihat dan mendengarkan.
"Iya, Sayang. Bagaimana? Apa ada bagian yang sakit?" tanya Mommy Anda terlihat sangat mengkhawatirkan Calon Menantunya.
"Mommy ... Sakit Mommy," ringis Xena membuat Adit memutar bola mata jengah, tidak disangka akting Calon Istrinya sangatlah meyakinkan. Ingin dia mengangkat kedua jempol sebagai bentuk apresiasi.
"Sayang, apa sakitnya di bagian sana?" Mommy Adna mengarahkan jari telunjuknya ke arah bawah sana. Adit menghela napas kasar.
"Iya, Mommy. Pe-perih," Xena meneteskan air matanya, membuat Mommy Adna tak tega.
"Tenang, Sayang. Mommy punya salepnya, sebentar Mommy ambilkan. Adit, kamu jaga Xena baik-baik, Mommy akan segera kembali," imbuh Mommy Adna kemudian langsung pergi keluar dari kamar.
Setelah kepergian Mommy Adna, Xena langsung tertawa terbahak-bahak. "Apa menyenangkan membohongi orang tua? Dosamu sangat banyak," sahut Adit yang berdiri sambil memangku kedua tangan.
__ADS_1
"Kan aku Istrimu, Sayang. Dosa Istri juga dosa Suami, dosa Suami bukan dosa Istri," Xena tertawa lagi. Adit kembali menggelengkan kepala.
"Calon istri. Lagian, kamu kira dosa bisa dipindah-pindahkan?" balas Adit.
"Tidak bisa, tapi bisa ditanggung bersama," jawab Xena asal.
Tak lama kemudian, pintu di ketuk sekali dan Mommy Adna segera masuk ke dalam kamar dengan membawa salep yang tadinya dia ceritakan.
"Sayang, kenapa bangun? Ayo, istirahat lagi, Sayang. Adit, kan Mommy memintamu menjaga Xena, kenapa malah membiarkannya duduk?" oceh Mommy Adna pada Adit.
"Mommy, tadi Adit yang membantuku duduk," ujar Xena menjelaskan.
"Benarkah, Sayang?"
"Ya sudah, kalau begitu. Adit, kamu bantu Xena untuk mengoleskan salep ini. Mommy mau ke bawah lagi, Daddymu membutuhkan bantuan Mommy," Mommy Adna memberikan salap itu kepada Adit, Adit menerima dengan pasrah.
"Xena Sayang, tidak apa'kan Mommy tinggal sebentar, setelah ini Mommy akan kembali," pamit Mommy Adna langsung pergi lagi setelah mendapatkan anggukan kepala dari Xena.
"Ngantuk banget, tidur lagi aja ah," Xena merebahkan kembali tubuhnya.
"Salep ini?" tanya Adit memperlihatkan salep itu kepada Xena.
__ADS_1
"Buat kamu aja," Xena langsung memejamkan matanya.
"Akh! Kembalikan selimutku!" pekik Xena kaget kala Adit langsung menarik selimutnya dengan kasar.
"Aku sudah mengikuti permainanmu seharian ini, Sayang. Sekarang, saatnya kamu yang harus mengikuti permainanku!" seru Adit langsung mengukung tubuh seksi Xena, membuat Xena kaget karena tingkah Adit yang tergesa-gesa.
"Kamu mau apa? Lepaskan aku! Aku mau istirahat, Adit!" bentak Xena berontak.
"Tidak akan, kamu harus bertanggung jawab. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu!" tekan Adit langsung melu mat bibir sensual Xena.
"Hemp ..." Awalnya menolak, tapi pada akhirnya Xena larut dalam permainan lidah Adit yang membuatnya menggila.
Adit menggenggam erat kedua jemari Xena, bibir keduanya masih terus bertautan. Keduanya saling men yesap, me lu mat, dan mengigit lembut, keduanya benar-benar telah terbuai akan suasana yang semakin memanas.
Brakkk!
"Adit!"
.
.
__ADS_1
.
Nggak lama lagi unboxing, biar Othor kremes ini semangat, tolong sumbangan vote dan hadiah nya guys. Komen dan like juga jangan lupa🙏🏻❤️❤️❤️