
"Aakkhhh!" teriak Adit kala Xena benar-benar menendang senjata pusakanya dengan kuat.
"Rasakan itu! Coba saja sakiti aku lagi, aku tidak akan menendangnya melainkan memotongnya," ancam Xena langsung turun dari ranjang tanpa mempedulikan Adit yang membekap pangkal pahanya sambil meringis kesakitan.
"Sayang, ini bukan hanya masa depanku. Tapi, ini juga masa depanmu, bagaimana mungkin kamu membalas dendam dengan menyakiti bagian ini, dia bahkan belum pernah masuk full, Sayang." Adit beringsut ingin memeluk Xena agar tak pergi jauh darinya.
"Biarin aja, aku bisa cari yang lain," sentak Xena langsung pergi meninggalkan Adit seorang diri.
"Sayang," panggil Adit berusaha turun dari ranjang setelah rasa sakit di bawah sana mulai berkurang.
Xena turun ke lantai bawah, menuju ruang tamu untuk menemui Mommy Adna. "Mommy," panggil Xena dengan ekspresi wajah ibanya, Xena langsung duduk di samping Mommy Adna.
Mommy Adna mengelus wajah Xena lembut, menyentuh sudut bibir Xena yang tampak memar. "Sayang, apa Adit yang melakukannya?" tanya Mommy Adna murka.
"Iya, Mommy." jawab Xena dengan nada suaranya yang manja.
"Sayang," panggil Adit yang tiba dengan jalannya yang aneh.
Mommy Adna melepaskan Xena dari pelukannya, dia bangkit dan berjalan mendekat pada Adit yang berdiri dengan raut wajah bersalahnya.
PLAAK!
Satu tamparan keras mendarat di sisi kiri pipi Adit. Mommy Adna langsung berbalik ke belakang setelah puas menampar Putranya hingga darah segar juga mengalir dari sudut bibirnya. Mommy Adna pergi sambil mengibas tangannya yang terasa perih.
"Mommy, kenapa Mommy menamparnya? Hiks," Xena malah menangis melihat Adit yang ditampar oleh Mommy-nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Sayang. Dia pantas mendapatkannya, Mommy paling membenci seorang pria yang bermain kasar pada seorang perempuan yang lemah sepertimu," jelas Mommy Adna kembali memeluk Xena yang menangis semakin histeris.
Sedangkan Adit hanya berdiri kaku dan terdiam karena menyadari kesalahannya. Berbeda dengan Daddy Jonas yang tetap duduk dengan tenang menyaksikan siaran langsung drama rumah tangga yang kini diperankan oleh putra, mantu dan juga Istrinya sendiri.
Mommy Adna meminta pelayan untuk mengambil kompres air dingin. Sementara Xena masih bermanja dalam pelukannya.
"Mommy, aku mau pulang," imbuh Xena membuat ketiga manusia itu kaget.
"Sayang," panggil Adit langsung mendekat dan duduk di samping Sang Mommy yang barusan menamparnya.
"Kenapa, Sayang? Apa mau Mommy tampar lagi Adit?" tanya Mommy Adna yang mengira Xena masih marah kepada Adit.
"Bukan begitu, Mommy. Aku hanya merindukan Ibuku," jawab Xena.
"Bagaimana kalau kita undang Ibumu untuk tinggal di sini bersama kita," ujar Mommy Adna bersemangat, sedangkan Adit menghela napasnya kasar. Gawat bila Mertunya itu tinggal serumah dengannya, bisa-bisa Adit tidak akan bisa menyentuh Xena karena selalu dipantau oleh beliau.
Melihat betapa bahagianya Sang Istri, Adit pun tak ingin lagi membantah, karena kebahagiaan Xena adalah hal utama baginya. Yang harus dia lakukan sekarang adalah membujuk Xena agar benar-benar memaafkannya, jangan sampai Xena masih marah padanya hingga masa menstruasinya selesai. Bisa-bisa Adit tidak akan mendapatkan jatahnya, harus menunggu sampai kapan lagi dirinya.
Tak lama kemudian, pelayan membawa kompres yang Mommy Adna minta dan Mommy Adna langsung membantu mengompres memar di sudut bibir Xena karena akan bahaya bila Besannya melihat memar itu.
"Lukamu bagaimana, Adit?" tanya Mommy Adna mengkhawatirkan luka di tubuh Putranya. Bagaimana pun kesalnya dia kepada Adit, tetap saja dia mengkhawatirkan kondisi Putranya itu.
"Baik-baik saja, Mom. Luka di punggungku sudah kering, hanya luka di lenganku saja yang masih nyeri," jawab Adit menatap Xena yang sedari tadi mencuri pandang padanya.
"Sayang, maafin aku ya," mohon Adit sambil menatap Xena iba.
__ADS_1
"Mommy," panggil Xena, Xena mengabaikan Adit.
"Iya, Sayang."
"Putramu itu kenapa tidak romantis sekali. Minta maaf hanya begitu saja, mana mungkin aku memaafkannya," adu Xena membuat Mommy Adna dan Daddy Jonas berusaha menahan tawa mereka. Sedangkan Adit langsung berpikir keras, mencari cara meminta maaf yang romantis seperti yang Xena inginkan.
"Benar, Sayang. Sangat tidak romantis." balas Mommy Adna.
"Apa Daddy juga begitu?" tanya Xena pada Daddy Jonas.
"Tentu saja tidak begitu, Sayang." jawab Daddy Jonas.
"Benar, Sayang. Daddy-mu itu meski dingin seperti es, tapi dia sangat romantis," sambung Mommy Adna menatap Adit tajam, Adit kembali menghela napas.
"Sayang, ayo kita kembali ke kamar," ajak Adit pada Xena yang telah selesai dikompres.
"Pergilah, Sayang. Kamu perlu tidur siang, kalau Adit berani macam-macam padamu, cepat katakan kepada Mommy," pesan Mommy Adna, Xena mengangguk cepat. Kemudian langsung bangkit dan berjalan lebih dulu menuju kamarnya.
Tiba di kamar, Xena langsung naik ke atas ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sedangkan Adit duduk di pinggir ranjang karena takut di usir bila merebahkan tubuhnya di samping Sang Istri.
"Sayang, rekaman yang kamu dapatkan sudah aku serahkan ke kantor polisi. Kamu memang Istriku yang paling hebat, maaf karena telah salah paham padamu," jelas Adit tapi Xena tak bereaksi sama sekali.
"Sayang, bagaimana pendapatmu tentang Cristi dan Aldri? Apa Cristi menginginkan Aldri mendekam di penjara?"
"Tidak, aku punya rencana sendiri," ketus Xena.
__ADS_1
"Apa itu, Sayang?