
Di jalan Rose Road, jalan yang mengarah ke rumah Bibi Aslin. Dokter Adit terlihat berhenti di pinggir jalan itu setelah sebelumnya mengangkat panggilan yang berasal dari Sahabatnya, Lolan. Ketika Lolan sudah mengakhiri panggilan, saat itu pula Dokter Adit akan kembali melanjutkan perjalanan.
Namun, niatnya urung dilakukan kala tak sengaja melihat Xena yang berjalan gontai seorang diri dan masih mengenakan seragam sekolahnya. Ada beberapa hal yang ingin Dokter Adit selesaikan dengan Xena, untuk itulah dia segera keluar dari Mobil, ingin menghampiri Xena yang ada di seberang sana. Xena yang berjalan menundukkan wajahnya tak melihat keadaan sekitar, hingga dia tidak tahu bahwa di sana ada Dokter Adit. Andai dia tahu, dia pasti akan menghindar.
"Xena," panggil Dokter Adit menyentuh pundak Xena dengan salah satu tangannya.
"Aaaakh!" teriak Xena ketakutan dan langsung berlari kencang tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang memanggil namanya.
Melihat Xena berlari kencang ketakutan, Dokter Adit sigap menyusul karena merasa khawatir akan kondisi Xena yang cukup mengejutkannya. Apakah karena ulahnya hingga gadis itu menjadi sensitif dan ketakutan.
"Xena! Berhenti!" teriak Dokter Adit, namum Xena tidak menghiraukan dan terus berlari sekuat tenaga. Saat tenaganya hampir habis, saat itulah Xena berhenti sambil membungkukkan badannya dengan kedua tangan menekan paha agar tubuhnya tetap seimbang. Xena menghirup oksigen sebanyak mungkin, lalu membalikkan badan. "Akh!" teriak Xena lagi karena kaget saat ada seorang pria dibelakangnya. Xena hanya melihat kaki kekar pria itu, tapi tidak melihat wajahnya.
Karena merasa sangat ketakutan, Xena pun kembali akan berlari kencang. Tapi, kali ini dia tidak bisa lagi berlari kala pria dibelakangnya, mencekal tangannya hingga dirinya tak bisa ke mana-mana.
"Xena, ini saya! Dokter Adit!" seru Dokter Adit membuat Xena tercengang diam. Kenal dengan suara baritone itu, Xena langsung membalikkan kepalanya. Dia melihat dari kaki lebih dulu lalu baru melihat ke atas. Dan betapa terkejutnya Xena saat ada Dokter Adit di hadapannya.
"Dok-dokter," ucap Xena gagap.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja?" Xena kira Dokter Adit akan memarahinya karena kabur. Tapi, tidak di sangka pria tampan dengan lesung pipi manis itu malah mengkhawatirkan dirinya. Xena senang akan hal itu, akan lebih senang lagi bila Dokter Adit mencintainya bukan malah mencintai Kakaknya.
"I-iya. Aku baik-baik saja," jawab Xena masih bergetar ketakutan.
"Tidak, kau tidak baik-baik saja!" seru Dokter Adit langsung mengangkat tubuh seksi Xena.
"Dokter, turunkan aku! Aku tidak mau lagi menjadi Asisten Dokter. Aku juga tidak mau lagi menjadi pacar pura-pura Dokter. lepaskan aku, turunkan aku!" teriak Xena berontak.
"Apa kamu bilang?" tanya Dokter Adit langsung menurunkan Xena.
"Tunggu, Xena," panggil Dokter Adit mencegat Xena yang akan pergi.
"Ada apalagi, Dokter?" ketus Xena langsung menepis tangan Dokter Adit.
"Saya ingin berbicara denganmu," pinta Dokter Adit serius, melihat ekspresi tak biasa dari pria di hadapannya, Xena pun akhirnya mengalah.
"Baik!" serunya berjalan mendahului Dokter Adit. Dokter Adit pun berjalan mengekor di belakang Xena hingga menuju mobilnya di seberang jalan sana.
__ADS_1
Xena masuk ke dalam mobil Dokter Adit dan duduk di samping kemudi, sedangkan Dokter Adit memutari mobil lalu duduk di kursi kemudi. Tak lama, perjalanan pun di mulai.
"Dokter mau membawa aku ke mana?" tanya Xena was-was.
"Rumah Mertuamu."
"What!"
.
.
.
Rekomendasi Novel keren, Guys😍 Jangan lupa mampir, ya. Dijamin seru😍😍😍
__ADS_1