Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 157


__ADS_3

Malam itu, Lolan tak hanya tidur sofa. Tapi, juga tidur di kamar terpisah setelah Ziva mengusirnya keluar karena alasan sesak bila ada dirinya di dalam sana. Karena sudah merasa tingkah Sang Istri keterlaluan, Lolan tak lagi mampu menahan emosinya dan langsung keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk Sang Istri.


Semalaman itu, Ziva tidak tidur sama sekali karena merasa Lolan membencinya. Ziva tahu dirinya bersalah, tapi dia merasa itu semua adalah keinginan dan tingkah calon bayinya, dan bukannya tingkah atau keinginan dari dirinya sendiri. Ziva merasa tidak seharusnya Lolan marah hanya karena tingkah calon bayinya.


Pagi itu, Lolan langsung turun ke bawah untuk sarapan. Lolan melewati kamar Sang Istri yang masih terkunci lantaran masih merasa kesal.


"Lolan, kenapa kamu sendiri? Mana Ziva?" tanya Mommy Nata khawatir akan keadaan Menantunya tercinta.


"Mana aku tahu, Mommy," sahut Lolan Lolan dan langsung duduk di kursi dengan santainya.


"Bagaimana mungkin kamu tidak tahu, kamu itu Suaminya!" bentak Mommy Nata langsung bangkit. Daddy Jackson hanya melihat sambil menatap tajam Lolan.


"Semalam dia mengusirku dari kamar dan aku tidur di kamar sebelahnya. Jadi, mana aku tahu tentangnya," jawab Lolan membuat Mommy Nata terbelalak kaget.

__ADS_1


"Kamu membuatnya marah?" tanya Daddy Jackson.


"Tidak sama sekali, Daddy. Dia mengusirku karena merasa sesak dan panas, padahal AC nyala full. Bukankah dia hanya ingin mengerjaiku dan balas dendam kepadaku," tutur Lolan membuat emosi Mommy Nata semakin memuncak.


"Dasar Suami gila!" teraik Mommy Nata.


Byuurrr!


"Sayang, kamu beri pengertian dan pelajaran pada Putramu yang bodoh ini. Aku akan melihat keadaan Ziva," kata Mommy Nata langsung pergi ke lantai atas setelah mendapatkan anggukan dari Sang Suami.


"Salahku di mana Daddy? Bukankah aku korban di sini," Lolan menekan kalimatnya sambil mengelap wajahnya yang basah dengan tisu.


"Tentu saja kau yang salah," Daddy Jackson menatap tajam Putranya.

__ADS_1


"Kenapa? Apa karena dia hamil dan aku harus haru terima dikerjai olehnya?" balas Lolan yang masih belum mengerti letak kesalahannya.


"Bukan sengaja Ziva melakukan itu semua, Lolan. Itu memang pembawaan seorang wanita yang tengah hamil. Hormonnya gampang sekali berubah, sedektik tertawa, sedetik kemudian menangis. Ziva masih mending hanya mengusirmu dari kamar. Mommy-mu pernah menyuruh Daddy tidur di lantai tanpa selimut dan bantal, pernah meminta Daddy memasak tapi tidak dimakan, memaksa Daddy memakan sesuatu yang tidak Daddy sukai, meminta dibelikan makanan yang tidak ada, dan masih banyak lagi hal tidak masuk akal lainnya. Menurut Daddy, kau perlu membaca buku tentang wanita dan kehamilan atau tanyakan langsung pada Adit," jelas Daddy Jackson membuat Lolan kaget dan sadar akan kesalahannya.


Lolan langsung bangkit dan naik ke lantai atas untuk meminta maaf kepada Sang Istri yang tidak dia pedulikan dari semalam. Tiba di kamar, Lolan dibuat semakin kaget saat melihat Sang Istri menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Mommy-nya.


"Sayang, kamu kenapa Sayang? Apa yang terjadi?" tanya Lolan panik.


Sedangkan Mommy Nata memberikan tatapan tajam kepada Sang Putra. "Ini semua karena kamu Lolan, Ziva demam tinggi karena kamu," kesal Mommy Nata dengan emosi yang membara.


"Sayang, aku mohon maafkan aku, aku—"


"Pergi!" pekik Ziva menepis tangan Lolan dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2