
Tiba di rumah, Xena segera masuk dalam rumah. Xena bahkan tak menyapa dan langsung melewati Mommy Adna dan Daddy Jonas yang bersantai di ruang tamu.
Mommy Adna bangkit dan ingin menyusul Xena, tapi Daddy Jonas menahannya. "Kenapa?" tanya Mommy Adna heran.
"Lihat itu," tunjuk Daddy Jonas pada Adit yang berjalan cepat tanpa menyapa dan langsung melewati mereka berdua.
Melihat hal itu, Mommy Adna pun duduk kembali di sofanya. "Biarkan mereka menyelesaikan sendiri masalah mereka," imbuh Daddy Jonas dan Mommy Adna pun mengangguk mengerti.
***
"Xena Sayang, aku mohon maafin aku. Aku salah, aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi. Buka pintunya, Sayang," mohon Adit di luar sana.
"Suami jahat!" teriak Xena dari dalam sana. Xena langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.
__ADS_1
"Sayang, aku hanya salah paham padamu. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku mohon maafkan aku sayang, aku berjanji akan melakukan dan mengabulkan apa pun yang kamu mau. Tapi, buka dulu pintunya, Sayang," pinta Adit berusaha membujuk Xena agar mengizinkannya masuk.
"Buka saja sendiri, kan kamu juga pegang kuncinya," sahut Xena di dalam sana. Adit yang mendengar itu langsung menepuk keningnya geram. Bagaimana mungkin seorang CEO jenius sepertinya tiba-tiba menjadi pelupa. Jelas-jelas dia dan Xena memegang kunci kamar masing-masing.
Adit langsung mengambil dompetnya, karena kunci kamar dia gantungkan di dompetnya. Adit segera membuka pintu kamar, dan kembali menguncinya ketika sudah berada di dalam.
"Sayang," panggil Adit lembut sambil berjalan ke arah ranjang di mana Xena membenamkan wajahnya dengan bantal. Suara isakannya sesekali terdengar oleh Adit.
Tanpa berpikir panjang, Adit naik ke atas ranjang, mendekat kemudian merebahkan tubuhnya di samping Xena yang berbaring menyamping. Adit menyelipkan tangannya dan memeluk Xena dari belakang.
"Kamu jahat," Xena melemparkan bantal itu ke wajah Adit. Adit tidak marah sama sekali, justru dia malah senang karena Xena tidak sepenuhnya marah kepadanya.
"Sudah, maafin aku ya. Aku berjanji tidak akan begitu lagi. Lain kali, aku akan pikirkan dulu sebelum menaruh cemburu," Adit membenamkan wajah penuh air mata Xena ke dalam dekapan dada bidangnya yang kekar.
__ADS_1
"Cemburumu berlebihan. Aneh." Xena menepuk lemah dada bidang itu. Xena tidak ingin secepat itu memaafkan Adit. Namun, apa daya hatinya begitu cepat luluh. Salahnya yang mencintai Adit terlalu dalam, hingga sulit baginya untuk mengabaikan pria yang paling dia cintai itu.
"Kalau aku tidak cemburu itu lebih aneh, Sayang. Wajib dicurigai kalau aku tidak merasa cemburu saat ada laki-laki lain yang ingin merebutmu dariku. Tapi, aku memang salah karena menyakiti fisikmu. Aku sungguh-sungguh minta maaf, kamu boleh menghukummu dan menyakitiku sebagai gantinya. Silahkan lakukan apa pun kepadaku," ujar Adit meminta Xena untuk melakukan sesuatu demi agar Sang istri tercinta memaafkannya.
"Benarkah?" Xena menengadah menatap bola mata tajam itu.
"Hem, lakukan apa pun asal kamu mau memaafkanku," balas Adit yakin.
Xena menjauhkan tubuhnya dari dekapan Sang Suami. Kemudian menurunkan pandangan tepat ke benda yang menyembul di bawah sana, Adit juga turut mengikuti arah pandangan Xena.
"Sayang, kamu mau aku melakukan itu. Apakah menstruasi sudah selesai?" tanya Adit bersemangat. Xena menggeleng tanpa mengalihkan pandangannya dari bawah sana, Adit menatap Xena heran.
"Sayang, kamu mau melakukan a—"
__ADS_1
"Aaaakhhh ....