Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 47


__ADS_3

Pagi itu, Ziva terbangun lebih dulu karena merasa sesak di dada seakan ditindih sesuatu yang berat.


"Aakkh!" teriak Ziva reflek langsung menerjang kuat Lolan hingga terjungkal ke lantai bawah.


Lolan yang kaget seketika bangkit dengan emosi yang memuncak. Ziva memundurkan tubuhnya perlahan karena takut kala mendapatkan tatapan tajam dari Lolan.


"Tu-tuan, maaf sa-saya tidak se-sengaja," mohon Ziva terbata saat Lolan sudah berada di dekatnya. Lolan yang semula ingin memberikan pelajaran kepada Ziva, segera dia urungkan ketika mengingat ada kamera tersembunyi yang mengintainya.


Lolan mengurungkan niatnya, dia turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi sambil berkata. "Siapkan pakaian kerjaku," titahnya membuat Ziva segera membuka telapak tangan yang semula digunakan untuk menutupi wajahnya.


"Kenapa dia tidak marah kepadaku?" pikir Ziva heran. Namun, dia segera turun dari ranjang, menuju lemari guna menyiapkan pakaian untuk Lolan, Suaminya.


"Pakaian dalamnya di mana?" Ziva terus membuka seluruh lemari, tapi tak kunjung menemukan pakain dalan milik Lolan.


"Apa di atas sana?" Ziva berjinjit untuk membuka lemari paling atas. Merasa tinggi tubuhnya tidak menjangkau, Ziva mengambil kursi di meja rias, memposisikan kursi, lalu segera naik ke atas kursi untuk mengambil pakaian dalam milik Lolan yang kemungkinan ada di atas sana.


"Apa yang kau cari?"


"Aaaakhh!" teriak Ziva kaget dan tak sengaja terpeleset hingga tubuhnya terjatuh ke bawah. Beruntung Lolan sigap menangkapnya, hingga dirinya tak jatuh ke lantai keras.

__ADS_1


"Bangunlah," ujar Lolan menyadarkan Ziva yang memejamkan mata karena mengira dirinya telah terluka.


"Aakh, mesum!" teriak Ziva ketika melihat ada cd dan bra di atas kepala Lolan. Keduanya kembali terjatuh, kali ini beruntung mereka jatuh ke atas kasur yang empuk.


Posisi keduanya mendarat benar-benar sangat intim, Ziva ada dibawah dengan Lolan yang mengukungnya.


Ziva membuka matanya.


Deg!


Jantungnya berdetak lebih kencang saat menatap wajah tampan Lolan yang berada tepat di atasnya.


"Wajahnya lumayan juga," batin Lolan tanpa sadar. Dirinya seakan terhipnotis oleh kecantikan wajah Ziva, walau si otong belum bereaksi. Tapi, dia punya hati yang dapat merasakan seperti apa rasanya cinta.


Walau hati kecilnya mau menerima Ziva, tapi kebencian terhadap Ziva yang telah membawa petaka baginya, tentu tidak akan pernah dia lupakan sampai kapan pun.


"Maaf, Tuan. Benar-benar tidak sengaja, tapi bagaimana caranya saya menyingkir? Bukankah harusnya Tuan yang bangkit lebih dulu," ujar Ziva pelan karena takut salah bicara.


"Begitu saja tidak mengerti!" bantak Lolan Kemudian bangkit, mengambil pakaiannya yang telah Ziva siapkan di ranjang. Ziva bangkit dan dengan cepat memungut cd dan bra-nya yang berserakan di lantai. Ziva melihat Lolan yang membuka laci di nakas samping ranjang sambil mengangguk kepala, seakan mengingatkan di sanalah tempat tersimpannya pakaian dalam milik Lolan.

__ADS_1


"Apa lagi yang kau tunggu, cepatlah mandi!" titah Lolan membuat Ziva langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi tanpa membawa handuk sama sekali.


Ketika sudah selesai mandi, barulah Ziva mengingat bahwa dirinya tidak membawa handuk apalagi pakaian. Beruntung ada handuk mini milik Lolan yang tergantung di sana, handuk itu terlalu mini hingga tidak dapat menutupi seluruh tubuh Ziva.


Perlahan, Ziva membuka pintu kamar mandi. Melihat Lolan yang duduk santai di pinggir ranjang sambil memainkan ponsel, membuat Ziva ragu untuk ke luar.


Ziva menundukkan wajahnya malu saat Lolan meliriknya tajam. Melihat Ziva yang sangat seksi, Lolan bangkit dari duduknya. Ziva langsung menutup dan mengunci pintu karena takut kalau Lolan akan melahapnya saat itu juga.


"Dasar bodoh, kenapa aku takut? Bukankah dia pria impoten," rutuk Ziva Langsung membuka pintu kamar mandi lebar-lebar. Dan betapa kaget dirinya saat melihat Lolan yang berada tepat di hadapannya.


"Tu-tuan," ucap Ziva kaget.


"Pakai baju di dalam sana!" tegas Lolan lalu melemparkan baju milik Ziva tepat ke arah wajah pemiliknya. Lolan langsung menutup pintu membuat Ziva tercengang serta terdiam.


"Cepatlah pakai bajumu, jangan membuatku menunggu lama," teriak Lolan di luar sambil melirik kamera cctv tersembunyi yang Mommy Nata pasang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2