Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 68


__ADS_3

"Daddy, aku akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri. Aku tidak mencintai Kalista dan aku tidak akan menikah dengannya," ucap Dokrer Adit dengan sekali tarikan napas.


"Tidak masalah, tapi itu artinya kamu harus meninggalkan pekerjaanmu sebagai Dokter," sambung Daddy Jonas menatap tajam Putranya.


"Baik. Aku setuju dan aku akan melakukan apa pun yang Daddy inginkan. Tapi, izinkan aku menyelesaikan tugas terakhirku," pinta Dokter kepada Daddynya.


"Apa? Katakan?" desak Daddy Jonas.


"Aku benar-benar akan berhenti menjadi Dokter setelah berhasil menyembuhkan Lolan. Izinkan aku melakukan itu dan menyembuhkan pasien terakhirku," jawab Dokter Adit cepat.


"Tentu saja. Kau harus menyembuhkan Lolan, jangan membuat malu Daddy di hadapan Tuan Jackson Baldev," saut Daddy Jonas setuju, Dokter Adit begitu lega mendengarnya.


Sebenarnya, Daddy Jonas sama sekali tidak benar-benar menginginkan Putra satu-satunya untuk menikah dengan perempuan seperti Calya Calista, tentu Daddy Jonas tau siapa Calya Calista sebenarnya.


Yang diinginkan Daddy Jonas hanya satu, yaitu Putranya mau melanjutkan perjuangannya dalam memimpin perusahaan yang sudah susah payah dirinya bangun dengan menghabiskan masa mudanya.


Membuat rencana, menikahkan Dokter Adit dengan Kalista hanyalah cara agar Dokter Adit mau meninggalkan pekerjaannya sebagai Dokter dan kembali memimpin perusahaan.


Namun, tidak dirinya sangka, kehadiran Xena mampu mengubah pemikiran Sang Putra dan hal itu tentu membuatnya sangat senang.


"Terima kasih, Daddy. Aku berjanji akan kembali memimpin perusahaan," janji Dokter Adit begitu yakin akan pilihannya. Dulu, Dokter Adit lebih memilih menjadi Dokter karena suatu alasan. Kini, alasan yang membuatnya memilih bidang itu telah menyakitinya di masa lalu.

__ADS_1


Sekarang adalah waktu yang tepat untuknya kembali. Kembali mejadi Adit yang sesungguhnya. Bukan lagi Adit yang melalakukan sesuatu karena orang lain. Sudah saatnya dia melupakan masa lalu, sama seperti dia yang dengan mudahnya melupakan Ziva.


Saat ini, dia harus belajar mencintai Xena. Karena Xena menyukai uang, maka dia yakin keputusannya kembali ke perusahaan sudah sangat tepat.


***


"Duduklah," titah Mommy Adna pada Xena. Xena pun tersenyum manis kemudian duduk di sofa di hadapan Mommy Adna dengan santainya.


"Bagaimana kamu bisa hamil?" tanya Mommy Adna menatap Xena tajam.


"Kesalahan satu malam. Pada malam di mana Adit mabuk dan aku juga mabuk. Kita berdua menikmati malam itu dengan penuh cinta, dan di malam itu juga Adit sudah merenggut harta paling berharga bagiku. Mungkin karena dia pria satu-satunya bagiku, jadi saat di malam itu aku langsung mencintainya. Dan dia juga sangat mencintaiku. Malam-malam berikutnya kita lalui bersama dengan penuh cinta yang panas hingga akhirnya sekarang aku hamil Cucu Mommy," jelas Xena panjang kali lebar. Mommy Adna begitu tertarik dengan jawaban Xena yang asal dan sangat jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Kalau Dokter Adit benar-benar adalah Putranya Mommy. Maka, anak yang aku kandung benar-benar Cucu-nya Mommy," jawab Xena tersenyum smirik.


"Baiklah, aku percaya itu adalah Cucuku. Oh iya hampi lupa, kamu mau minum apa, Menantuku? tanya Mommy Adna lagi.


"Apa saja asalkan tidak mengandung racun," jawab Xena asal.


"Pelayan!" Panggil Mommy Adna berteriak tanpa mengalihkan pandangan tajamnya yang terus menatap Xena.


Xena tersenyum smirik saat Mommy Adna menyebutkan minuman tapi dengan berbisik pada Pelayannya.

__ADS_1


"Kenapa? Apa takut Mertuamu racuni, Menantuku?"


"Tentu tidak, Mommy Mertua adalah wanita yang terhormat, mana mungkin melakukan hal rendah seperti itu," saut Xena.


Tak lama berselang, seorang pelayan pun membawakan dua gelas jus lalu di sajikan ke hadapan Xena dan Mommy Adna.


"Apa mau bertukar minuman? Atau mau Mommy mencicipi minumanmu agar yakin?"


Xena awalnya sempat berpikir bahwa ada sesutu di dalam minumannya. Namun, dia ingin melihat sejauh mana keberanian Mommy Adna. Untuk itulah Xena memilih langsung meminum jus yang disiapkan untuknya.


Beberapa menit kemudian setelah minum jus itu, Xena merasai kepalanya yang terasa berputar-putar. Samar-samar Xena melihat senyuman smirik di bibir berkerut Mommy Adna, saat itulah Xena menyadari kebodohannya.


"Sial! Ahh ....


.


.


.


Sabar, ya, guys. dikit lagi kok🙈 Dikit lagi lanjut ke Ziva dan Lolan. Janji🤭

__ADS_1


__ADS_2