
"Apa!" pekik Bibi Aslin kaget kala mendengar ucapan Mommy Adna.
Sedangkan Mommy Adna masih belum menyadari kesalahannya. "Sayang," panggil Daddy Jonas menghentikan Istrinya yang kembali akan mengeluarkan pendapat.
"Xena, benar apa yang Mertuamu katakan?" tanya Bibi Aslin sambil menatap tajam Adit yang duduk tepat di sampingnya. Adit balas menatap Mertuanya dengan pandangan tak terima.
"Tidak, Ibu. Itu semua tidak benar," sahut Adit menjelaskan. Sedangkan Xena masih terdiam karena belum dapat mencerna dengan baik, apa yang kini terjadi akibat ulahnya sendiri.
"Aku tidak bertanya kepadamu!" bentak Bibi Aslin.
"Adit, kenapa kamu berbohong dan mengatakan tidak benar? Kan kamu memang sudah ... Hemp ...." Daddy Jonas langsung membekap mulut Istrinya, membuat Bibi Aslin semakin curiga.
"Xena," panggil Bibi Aslin menekan panggilannya. Sedangkan Xena menatap Adit meminta bantuan, Adit menyilangkan kedua jari telunjuknya sebagia jawaban.
Melihat itu, Xena tersenyum smirik lalu mengatakan. "Benar, Ibu. Apa yang Mommy Adna katakan adalah kebenarannya, Adit memang telah meniduriku. Awalnya aku menolak dan mengatakan akan memberikan diriku padanya saat sudah menikah. Tapi, dia bilang dia sudah tidak tahan," Xena menundukkan wajahnya dalam, bukannya sedih, tapi dia malah tertawa tanpa suara ketika memikirkan seperti apa ekspresi Adit saat ini.
Mendengar pernyataan Xena, Mommy Adna tersenyum puas. Sedangkan Daddy Jonas mengusap wajahnya kasar, Daddy Jonas menghela napas kasar. Bagaimana mungkin Putranya punya selera yang sama dengannya.
__ADS_1
Bini Aslin berdiri menghadap Adit, bertolak pinggang sambil menghela napas berat. "Apa masih tidak ingin mengaku?" tanya Bibi Aslin dengan emosi yang sudah memuncak.
"Tidak, karena memang tidak benar. Semuanya hanya rencana ... Akh!" teriak Adit di akhir ucapannya kala Bibi Aslin memukul kepalanya cukup kuat.
"Nyonya, Nyonya tenang dirimu dulu," imbuh Daddy Jonas menengahi, sedangkan Mommy Adna dan Xena kaget atas apa yang Ibunya lakukan.
"Bagaimana saya tidak marah, Tuan. Putra Tuan sudah mengingkari janjinya, tapi dia tidak mau mengakuinya," tutur Bibi Aslin dengan volume suara yang meninggi.
"Duduklah dulu, Nyonya. Kita selesaikan masalah ini baik-baik," Daddy Jonas berusaha menenangkan. Bibi Aslin menghela napas kasar, setelahnya berulah dia duduk kembali.
"Adit, apa benar kamu belum menyentuh Xena?" tanya Daddy Jonas pada Sang Putra.
"Nyonya, tahan dulu," Daddy Jonas menghentikan Bibi Aslin yang kembali berdiri akan memukul Adit. Mendengar ucapan Daddy Jonas yang menahannya, Bibi Aslin pun kembali duduk di kursinya.
"Coba jelaskan," pinta Daddy Jonas memberikan kesempatan untuk Putranya menjelaskan.
"Baik, aku akan menjelaskannya dari awal," imbuh Adit. "Jadi begini, saat kami berada di Mall. Mommy memilihkan lingerie untuk Xena dan meminta Xena untuk mencobanya. Xena memanggilku dan meminta bantuanku, tapi Mommy malah mengunci kami berdua dan juga mematikan lampunya. Di dalam sana, tidak terjadi apa-apa, Xena hanya berbohong agar Mommy berhenti membuat rencana yang aneh-aneh lagi." Jelas Adit dan Bibi Aslin mengalihkan pandangannya ke arah Mommy Adna yang kaget setelah mengetahui bahwa rencananya gagal.
__ADS_1
"Apa buktinya?" tanya Bibi Aslin kembali menatap Adit.
"Kalau Ibu tidak percaya, Ibu bisa periksa Xena. Dengan begitu, Bibi bisa mengetahui bahwa dia masih perawan dan saya belum melakukan apa pun. Kecuali yang lain dan dulu masuk separuh," jelas Adit membuat Bibi Aslin merasa geram.
"Kalau begitu, saya ingin Xena diperiksa," tekan Bibi Aslin.
"Ibu, kenapa harus serumit itu sih. Memangnya kenapa kalau aku sudah diperawani atau tidak? Bukankah sebentar lagi aku dan Adit juga akan menikah. Melakukannya cepat atau lambat juga sama saja," tutur Xena.
"Diam kamu!" bentak Bibi Aslin membuat Xena terdiam sambil mencebikan bibirnya. Tidak disangka, ulahnya akan kembali kepadanya pula.
"Bagaimana cara memeriksa Xena dan Siapa yang akan memeriksanya?" tanya Bibi Aslin.
"Dokter," jawab Mommy Adna menunjuk Adit.
.
.
__ADS_1
.