Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 163


__ADS_3

"Aku memang menyukai wanita lain, tapi bukan wanita dari masa lalu."


"Siapa?"


"Namanya Xena, dia juga muridku di sekolah, tubuhnya sangat indah, dia benar-benar tipeku. Aku sangat menyukainya dan aku akan menjadikannya sebagai Istriku," tutur Aldri dengan senyuman manis di bibir sensualnya.


"Arrrgh!" bila tadi bibir indah itu tersenyum manis, kini bibir itu mengeluarkan suara teriakan kesakitan, ketika satu bogem mentah mendarat di sisi kiri pipinya. Aldri tersandar ke punggung sofa, sedangkan Adit mencengkram kuat kerah jasnya, lengkap dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh.


"Xena adalah Istriku. Jadi, jangan berharap kau akan mendapatkannya." ancam Adit melepaskan genggamannya sambil menghentakkan tubuh Aldri kuat.


Aldri bangkit hingga sejajar dengan Adit, pria itu tersenyum smirik sambil menyeka darah seger yang mengalir dari sudut bibirnya. Pria itu maju beberapa langkah, hingga berada tepat di hadapan Adit, jarak mereka sangat dekat.


"Sayang sekali, lagi-lagi kamu selangkah lebih maju dariku. Tapi, untuk yang kali ini aku tidak akan menyerah begitu saja seperti di masa lalu. Aku akan merebut Xena darimu." Imbuh Aldri tersenyum miring.

__ADS_1


Bruukk!


Lagi-lagi satu bogem mentah mendarat di sisi pipi kanan Aldri, Aldri terhuyung ke belakang hingga kembali jatuh ke atas sofanya. Kali ini pria itu sama sekali tak berteriak. Tapi, dia malah menyunggingkan senyuman miringnya yang membuat Adit begitu muak.


Adit kambali mencengkram kerah jas pria tampan tayng sayangnya licik itu. Adit memberikan tatapan paling tajamnya kepada Aldri, seakan ingin mengajak bertaruh nyawa bila berani menganggu Istrinya tercinta.


"Kau benar-benar pria licik tidak tahu diri, kau sudah menghamili wanita lain, Aldri! Bukannya bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan, tapi kau malah ingin merebut Istri orang lain. Kau benar-benar pria bejat!" bentak Adit malah membuat Aldri terkikik puas.


"Wanita itu adalah ja lang, mana mungkin aku percaya kalau yang ada di kandungannya adalah anakku, dan lagi aku tidak menyukainya sedikit pun," ujar Aldri santai seakan tanpa dosa.


Brrukk!


Adit tersungkur ke atas meja kaca, bersamaan dengan pecahan kaca yang menusuk bagian belakang tubuhnya, tepat setelah Aldri membalas pukulannya dengan begitu kuat hingga membuat Adit mendapatkan banyak luka di tubuh juga pipi sisi kirinya.

__ADS_1


Beruntung Adit melindungi kepalanya dengan kedua tangan, hingga tidak ada pecahan kaca yang menusuk kepalanya, melainkan hanya menusuk kedua tangannya. Tapi, itu masih aman bagi seorang Adit. Adit juga masih beruntung karena memakai jas yang tebal hingga pecahan kaca tak terlalu dalam menusuk punggungnya.


Adit melepaskan jasnya dan membuangnya ke sembarang arah. Darah segar mengalir dari punggungnya, darah itu menodai kemeja putih yang saat ini dia kenakan.


Meski sekujur tubuhnya terasa perih, tapi Adit masih sanggup menahannya. Adit bangkit sambil mencabut satu pecahan kaca di tangannya, Aldri mundur beberapa langkah karena takut bila Adit akan balik melukainya dengan pecahan kaca yang tajam itu.


Aldri terduduk kembali di sofa, dia tampak ketakutan melihat senyuman iblis terbit di bibir Adit. "Kau kira aku akan balik melukaimu," tutur Adit sambil menatap pecahan kaca di tangannya.


"Kau salah," lanjut Adit membuang begitu saja pecahan kaca itu.


"Aku kasihan kepadamu. Meski miskin, kau punya wajah tampan dan otak yang cerdas. Sayangnya kau selalu mencintai wanita yang salah. Aku Aditya Jonason, aku bersumpah atas nyawaku, bahwa aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh Istriku Xena, bahkan secuil pun," tegas Adit tidak membiarkan Aldri lepas dari pandangannya.


Adit kembali menghentakkan kasar tubuh pria bejat itu, kemudian mundur pergi bersama dengan luka di tubuhnya. Saat sudah di ambang pintu, Adit mendengar teriakan Aldri yang mengatakan tidak akan menyerah begitu saja untuk merebut dan mendapatkan Xena.

__ADS_1


Adit mengepalkan tangannya dan membanting pintu dengan kuat. "Kau tidak akan bisa merebut Istriku."


__ADS_2