
Setelah mengantar dan melepas kepergian Cristi dan Aldri hingga memastikan keduanya telah naik pesawat, barulah Xena dan Adit kembali pulang ke rumah.
Namun, ada drama yang terus Xena lakukan, yaitu Xena tak ingin diajak pulang karena katanya sudah merindukan sahabatnya Cristi. Padahal, baru beberapa menit lalu mereka berpisah.
Dengan susah payah, akhirnya Adit berhasil membawa Xena pulang ke rumah, walaupun dengan kondisi yang tak henti menangis.
"Astaga, Sayang. Kamu kenapa menangis, Sayang?" sambut Mommy Adna tampak begitu khawatir. Xena tak menjawab, dia hanya mendekat lalu memeluk Mommy Adna dengan erat sambil terus terisak.
"Adit, Xena kau apakan?"
"Aku tidak melakukan apa pun, Mommy. Dia hanya bersedih setelah berpisah dengan sahabatnya, Cristi," terang Adit tak ingin disalahkan.
"Berpisah? Maksudmu?"
"Cristi pergi ke luar kota bersama Suaminya, Aldri."
__ADS_1
"Suami? Pria yang telah membuatnya hamil? Kapan mereka menikah?" tanya Mommy Adna terus mengintrogasi seraya memeluk Xena yang terisak dalam pelukannya yang hangat.
"Mereka sudah menikah, Mommy. Pernikahan secara diam-diam sama seperti aku dan Xena."
"Semoga dia tidak salah mengambil pilihan, semoga dia selalu diberikan kebahagiaan." tutur Mommy Adna turut bersedih.
"Sayang, kamu istirahat saja, ya. Kamu pasti masih lelah dan sakit." lanjut Mommy Adna dan Xena hanya menganggukkan kepalanya.
"Adit, bawa Xena ke kamar. Ingat, biarkan dia istirahat, kalau mau gempur nanti malam saja," pesan Mommy Adna dan Adit mengiyakan, kemudian langsung mengangkat tubuh Xena dan dibawa ke kamarnya di lantai atas.
Kali ini, Xena tak menolak saat Sang Suami menggendongnya. Xena terlihat pasrah dan masih terisak-isak, bahkan hingga Adit membaringkannya perlahan ke atas ranjang.
"Nggak mau apa-apa, cuma mau nangis dalam pelukanmu," jawab Xena menatap Adit manja.
"Apa pun untukmu, Sayang." Adit ikut merebahkan tubuhnya di samping Xena. Membenamkan wajah basah itu ke dalam dekapan dada bidangnya. Xena menuntun tangan Adit untuk mengelus punggungnya, Adit pun senantiasa melakukan apa pun yang Istrinya inginkan.
__ADS_1
Pasangan Suami Istri itu pun terlelap hingga menjelang siang. Siang itu, Mommy Adna pun membangunkan keduanya untuk makan siang bersama.
Setelah mencuci muka bersama, Adit dan Xena pun segera turun ke lantai bawah. Xena tampak gembira karena sudah ada Ana yang juga berkumpul dan telah duduk di kursi meja makan di sebelah Mommy Adna.
"Ana," panggil Xena antusias dan langsung memeluk Sahabatnya itu dengan eratnya.
"Ana, Cristi sudah pergi ninggalin kita," lapornya.
"Iya, tadi dia sempat telpon gue dan pamit lewat video call. Sudah, ya, Lo nggak usah tangisin Cristi lagi, kita berdoa saja semoga dia selalu bahagia dengan jalan pilihannya. Gue yakin Tuhan akan selalu menjaganya," tutur Ana berusaha membujuk Xena yang kembali menangisi Cristi.
"Hem, Lo jangan tinggalin gue ya," pinta Xena melepaskan pelukannya dan Ana menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Oh iya, persidangan Lo bagaimana? Lo menang, bukan?" lanjut Xena bertanya penasaran.
"Menang, dong. Ada Daddy Jonas yang bantuin mana mungkin gue kalah," Xena kembali memeluk Ana dengan erat.
__ADS_1
"Syukurlah, sekarang semuanya sudah baik-baik saja."
"Iya, untuk itu Lo jangan nangis lagi, ya. Sekarang saatnya kita makan," ajak Aja yang kini kembali duduk di kursinya, begitu pun dengan Xena yang kembali duduk di kursinya, tepatnya di samping Adit, Suaminya. Semuanya pun menikmati makan dengan khidmat, sesekali perbincangan kecil dan celetukan Mommy Adna dan Xena mampu membuat mereka tertawa, hingga membuat suasana kian hangat.