Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 61


__ADS_3

"Baiklah, awas saja kalau Dokter berbohong! Jadi, apakah kita akan menikah?"


"Aw! Sakit, Dokter," ringis Xena saat jentikan jari Dokter Adit mendarat di keningnya.


"Lagian kamu, masih sekolah sudah mikirin nikah. Sekolah dulu yang benar baru saya nikahi," Dokter Adit mulai menjauhkan tubuhnya yang semula mendekap Xena.


"Aku mau berhenti saja sekolah. Lagian, cita-citaku cuma jadi Ibu rumah tangga," cicit Xena membuat Dokter Adit menggelengkan kepala.


"Kamu harus sekolah, Xena. Tinggal beberapa bulan lagi juga akan lulus, sekolah adalah yang terpenting. Aku tidak suka wanita bodoh," kecam Dokter Adit membuat Xena mencebikan bibir imut.


"Baiklah-baiklah. Kalau begitu, sekarang antarkan aku pulang ke rumahku," pinta Xena bersikap imut berharap Dokter Adit membawanya pulang karena dirinya belum siap untuk bertemu dengan kedua calon Mertuanya.


"Tidak, saya akan membawamu dan memperkenalkanmu kepada keluarga besar saya," jawab Dokter Adit kembali fokus pada kemudi dan mulai akan tancap gas, tapi Xena menghentikannya.


"Jangan sekarang, aku belum siap!" seru Xena cepat.


"Kenapa?" tanya Dokter Adit penasaran.


"Aku belum siap. Lagian, apa Dokter yakin ingin membawaku ke sana dengan penampilanku yang seperti ini? Yang ada mereka malah akan menertawakan kita. Aku harus mengumpulkan energi sebelum berperang, kebetulan besok adalah hari libur sekolah, Dokter bebas membawaku ke mana saja," imbuh Xena menjelaskan agar Dokter Adit mengurungkan niatnya.


"Baiklah, aku akan membawamu besok saat pulang bekerja," ujar Dokter Adit akhirnya mengalah.


"Bagus, sekarang antarkan aku pulang, aku sangat lapar. Ah iya, tidak ada Kak Ziva dan Ibu lembur. Aku akan makan apa?" tanya Xena menggaruk keningnya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Saya akan membawamu makan malam lebih dulu, setelahnya baru saya antarkan pulang, bagaimana?" tawar Dokter Adit dan Xena pun mengangguk cepat.


Dokter Adit langsung menyalakan mesin mobil, lalu tancap gas menuju ke sebuah restoran terdekat. Xena makan lahap di sana, dia makan sangat banyak membuat Dokter Adit tercengang hingga dirinya terus menatap Xena tanpa menyentuh makanannya sama sekali.


Setelah Xena kenyang, barulah Dokter Adit mengantarkan Xena ke rumahnya. Ketika tiba di rumah, Dokter Adit heran melihat tingkah aneh Xena yang tak kunjung memasuki rumahnya. Karena geram, Dokter Adit pun langsung ke luar dari mobil dan menghampiri Xena yang masih berdiri ketakutan di hadapan rumahnya.


"Ada apa lagi? Kenapa tidak masuk?"


"Ibu lembur, Kak Ziva tidak ada. Aku takut tidur sendirian," jawab Xena dengan mata berkaca-kaca.


"Tunggu ... Apa ini artinya kamu mengundang saya?" tanya Dokter Adit menggoda.


"Jangan bercanda!" kecam Xena murka.


"Aakh! Dokter mau membawaku ke mana?" pekik Xena kaget saat Dokter Adit tiba-tiba menyeretnya.


"Ikut aku saja, di rumahmu itu ada hantunya."


"Dokter jangan bercanda! Tapi, aku memang pernah mendengar seseorang menangis. Ah, aku ikut Dokter saja. Tapi, Dokter harus berjanji jangan menyentuhku, aku belum siap hamil," imbuh Xena membuat senyuman samar dengan lesung pipi manis terukir di wajah tampan Dokter Adit.


Beberapa menit perjalanan, Dokter Adit dan Xena pun telah tiba di Apartemen. Dokter Adit menggandeng Xena hingga tiba di kamar.


"Kamu tidurlah di kamar saya," imbuh Dokter Adit mengambil bantal dan selimut baru dari lemarinya.

__ADS_1


"Dokter tidur di mana?" tanya Xena reflek.


"Apa lagi artinya pertanyaan itu?" tanya Dokter Adit berbalik lalu menggoda Xena lagi.


"Dokter benar-benar mesum, aku hanya bertanya saja," jawab Xena mencebikan bibirnya imut.


"Saya akan tidur di sofa luar. Tapi, kalau kamu takut, saya tidak keberatan tidur bersamamu," katanya tersenyum smirik.


"Tidak, Dokter di luar saja!" usir Xena.


"Kita juga akan menikah nantinya. Lagian, saya menyimpan ko*dom di laci," ujar Dokter Adit sengaja untuk memastikan apakah Xena benar-benar sudah berubah. Dia merasa cukup lega karena Xena benar-benar telah berubah.


.


.


.


Maaf, guys. Kisah Xena sama Dokter Adit nggak Othor bikin kamar sendiri. Nggak apa-apa ya, kisah mereka Othor gabung di sini aja. Selang-seling dengan tujuan agar Othor nggk bosan nulisnya🤭


Hari Senin, Guys. Jangan lupa votenya, ya🥰


Bab selanjutnya terapi kedua untuk Lolan, loh. Kira-kira disuruh apalagi, ya, sama Dokter Adit?🔞

__ADS_1


Selamat beraktifitas kembali semuanya, Terima kasih banyak, maafkan typonya🙏🏻 Love reader semua😘😘😘


__ADS_2