
Bukannya minta maaf, tapi Dokter Adit malah mengusir Xena seakan dirinya benar-benar tidak memiliki harga diri sedikit pun. Xena meremas selimut sambil menggertakan gigi, hatinya begitu sakit atas apa yang Dokter Adit lakukan kepadanya.
Tanpa Xena ketahui, Dokter Adit sama sekali tidak memiliki niat buruk dengan mengusirnya, dia melakukan itu lantaran dia takut tak bisa menahan diri hingga kembali membuat Xena terluka. Walau sadar, tapi Dokter Adit sadar akan dirinya yang masih di bawah pengaruh alkohol. Bahkan saat ini saja, dia masih berperang dengan hasrat yang terus memaksanya untuk melahap Xena saat itu juga.
Xena merasa dirinya adalah wanita terbodoh di dunia. Lihatlah betapa bodohnya dia yang rela mengorbankan nyawa demi mengantarkan pria yang dicintai tiba di rumah dengan selamat. Sia-sia dirinya mengkhawatirkan pria itu, bila pria itu malah mengusirnya di tengah malam yang pastinya sepi, sunyi, gelap, tanpa ada yang menemani apalagi mengantarnya hingga sampai di rumah dengan selamat.
Tanpa berpikir panjang, Xena berdiri dan langsung pergi meninggalkan Dokter Adit sendiri di kamar apartemennya.
Dokter Adit menahan diri agar tak berbalik ke belakang melepaskan kepergian Xena. Karena kepergian Xena malah membuatnya membayangkan tubuh seksi Xena yang hanya berbalut kaos tipisnya.
Memikirkan hal itu barulah Dokter Adit kembali menyadari kesalahannya. Dia sadar atas apa yang dia lakukan malah akan membahayakan nyawa Xena. Bagaimana mungkin dirinya mengusir Xena di tengah malam dengan pakaian tipis dan terbuka.
Memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi kepada Xena,
__ADS_1
Dokter Adit langsung bangkit dengan cepat, membuka lemari dan memasang sembarang pakaian ke tubuh polosnya. Kemudian mencari obat pereda mabuk yang biasanya ada di dalam lacinya. Setelah mendapatkan pil itu, Dokter Adit langsung menelannya tanpa minum. Meraih kunci mobil dan ponsel kemudian langsung berlari mengejar Xena.
***
Di sebuah Apartemen yang paling terkenal di kota. Letaknya begitu aman, tidak sembarang orang bisa masuk ke area Apartemen yang kebanyakan di huni oleh para artis-artis ternama.
Bahkan, di Apartemen khusus itu tidak di pasang cctv sama sekali demi menjaga privasi penghuninya. Apalagi hotel itu dihuni salah satu model ternama yang tak lain adalah pewaris hotel itu sendiri. Tentu tempatnya adalah yang paling istimewa.
Di layar kaca dia terlihat begitu ramah dan baik. Namum, aslinya dia adalah seorang perempuan yang begitu licik, yang akan melakukan apa pun demi memuaskan obsesinya.
Dia sangat menyukai yang namanya persaingan, sesuatu akan semakin menarik baginya bila saingannya kuat. Namun, bila saingannya terlalu kuat, maka cara liciklah yang akan dia lakukan.
"Ini foto-fotonya, Nona. Akhir-akhir ini dia terus mendekati Dokter Adit, bahkan dia pernah meminta Dokter Adit untuk tidur dengannya. Dan apa Nona tau, malam ini dia mengikuti Dokter Adit ke Apartemennya dan sekarang mereka berada dalam satu kamar yang sama," lapor Asistennya yang adalah seorang wanita yang juga sama liciknya dengan dirinya.
__ADS_1
"Diusia yang sangat muda sudah memiliki wajah secantik ini, dan sayangnya dia juga memiliki tubuh yang lebih indah dari tubuhku. Bukankah dia sangat menarik, San?" tanyanya sambil memperhatikan foto yang terpampang wajah cantik dan tubuh seksi Xena di dalamnya.
"Benar, Nona. Dia adalah saingan yang cukup berat untukmu," sahut Asisten San.
"Culik dia, aku ingin melihat secantik apa pacar tunanganku ini," titah Kalis tersenyum smirik.
"Baik, Nona Kalis."
.
.
.
__ADS_1