Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 137


__ADS_3

Setelah Ziva selesai makan, Lolan pun langsung membawa Ziva menuju kediaman keluarga Jonason karena Ziva ingin menemui sepupunya, Xena.


Karena tidak berselera makan saat menemani Ziva. Kini, Lolan baru merasa kelaparan. Lolan berhenti di sebuah restoran yang menjual burger, dia berhenti sebentar lalu membeli dua burger. Baru kali ini Lolan makan makanan cepat saji begit. Tapi, mau diapakan lagi, dia butuh asupan secepatnya.


"Maaf, karena aku kamu jadi kelaparan," sesal Ziva menyadari kesalahannya yang lupa diri saat makan , bahkan Ziva melupakan untuk menawari Suaminya sendiri.


"Tidak apa-apa, Sayang. Aku memang kurang suka Sushi," jelas Lolan meletakkan burger di sampingnya. Lolan menggigitnya sedikit, kemudian fokus pada kemudi. Setelahnya Lolan tidak makan lagi karena harus tetap fokus pada jalanan.


Ziva yang melihat Suaminya kesulitan, langsung berinisiatif untuk membantu. Ziva mengambil burger kemudian menyuapkan burger itu ke mulut Lolan.


"Terima kasih, Sayang," Lolan mengulurkan salah satu tangannya untuk mengelus lembut rambut Ziva. Tepat pada saat itulah, Lolan melihat raut wajah Ziva yang sepertinya sangat menginginkan burger miliknya.


"Kamu tidak boleh makan makanan itu, Sayang," ujar Lolan mengingatkan Sang Istri yang masih dalam tahap terapi ramuan.


"Aku tahu," jawab Ziva kembali menyuapkan burger itu ke mulut Sang Suami.

__ADS_1


"Sabar, ya, Sayang. Setelah sembuh nanti, kamu boleh makan apa pun yang kamu inginkan," tutur Lolan dan Ziva tak menyaut, itu karena Ziva sangat menginginkan burger milik Lolan. Ziva merasa sedih karena tidak bisa makan makanan cepat saji itu. Tapi, Ziva sadar, dia dilarang memakan itu.


Melihat raut sedih terukir di wajah cantik Sang Istri, Lolan menghembuskan napas beratnya, Lolan sangat ingin memeluk Ziva saat itu juga. Setelah burgernya habis karena sudah Ziva suapkan kepadanya, saat itu juga Ziva langsung mencari posisi nyaman dan terlelap tidak pakai lama.


Saat tiba di Mansion keluarga Jonason, Lolan langsung menggendong Ziva masuk ke dalam.


"Lolan, Ziva," sapa Mommy Adna menyambut kedatangan Lolan dan Ziva.


"Astaga, itu Ziva tidur, Sayang. Sepertinya dia sangat kelelahan, bawa ke kamar saja, Sayang," lanjut Mommy Adna.


Saat itu, Mommy Adna, Daddy Jackson, dan Bibi Aslin sedang berkumpul di ruang tamu. Sementara Adit dan Xena mereka kurung di kamar masing-masing.


Tiba di kamar, Lolan membaringkan Ziva perlahan. Setelahnya, dia menyelimuti Ziva dengan selimut tebal. Lolan membiarkan Sang Istri istirahat, saat akan masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba pintu di diketuk perlahan, Lolan langsung bergegas menuju pintu dan segera membukanya agar tak lagi terdengar suara yang dapat membangunkan Istrinya.


"Maaf mengganggu, Tuan. Saya mengantarkan teh hangat untuk Tuan dan Nona," tutur pelayan itu ramah.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Lolan langsung menutup pintu kamarnya setelah menerima dua gelas teh hangat itu.


Lolan meletakkan teh itu di atas nakas, kemudian segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya di siang hari menjelang sore itu.


setelah merasa cukup, Lolan meraih handuk mini berwarna putih dan langsung melingkarkan handuk itu di pinggang kekarnya. Tubuh kekarnya yang lain terekspos sempurna, membuat siapa pun akan terpesona dengan keseksian tubuh atletisnya. Lolan segera keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang masih setengah basah.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Lolan langsung menjatuhkan tubuhnya di pinggir ranjang samping Ziva, Ziva duduk di atas ranjang dengan wajah gugupnya.


"Kamu kenapa, Sayang? Apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" Ziva menggangguk cepat.


"Katakan padaku apa yang kamu inginkan, aku pasti akan mengabulkannya," ujar Lolan dan Ziva langsung memeluk Lolan dengan eratnya.


"A-aku i-ingin kamu!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2