Terjerat Dendam CEO Impoten

Terjerat Dendam CEO Impoten
Bab 39


__ADS_3

"Tidak ada sinyal sama sekali," keluh Ziva memasukkan kembali ponselnya ke dalam koper.


"Tiga kilometer dengan waktu empat puluh menit, aku perlu berjalan dengan kecepatan 1 m/s untuk sampai tepat waktu. Ayo Ziva, kamu harus semangat, berjalan kaki dengan cepat adalah keahlianmu," tegas Ziva menyemangati dirinya sendiri.


Ziva melepaskan heelsnya dan memasukkannya ke dalam koper. Menggulung naik ujung gaunnya dan memegangnya dengan tangan sebelah kiri, sedangkan tangan kanan menarik koper lusuhhnya. Setelah semua beres, Ziva mulai melangkahkan kakinya berjalan lurus kedepan seperti yang Lolan katakan.


Lima belas menit kemudian, Ziva merasa tenggorokannya sangat kering. Ziva mulai khawatir karena kekurangan cairan dapat membuat penyakit ginjalnya kambuh. Di dalam kegelapan dengan cahaya rembulan, Ziva beristirahat di pinggir jalan.


Kekhawatirannya benar-benar terjadi, saat rasa sakit di perutnya mulai dia rasakan. Ziva hanya dapat menekannya kuat berharap rasa sakit itu berkurang.


"Ya Tuhan, kenapa sesakit ini?" ringis Ziva dengan buliran bening yang lolos dari kedua sudut matanya.


Tak berselang lama, Ziva menengadah dengan menyipitkan matanya saat sinar lampu sorot sebuah mobil mewah tepat mengarah padanya. Dibalik rasa sakitnya, Ziva juga ketakutan karena mengira mobil itu adalah mobil milik penjahat.


Ziva berusaha berdiri dengan bersusah payah, Ziva ingin berlari sekuat mungkin untuk menjauh karena dirinya tidak ingin menjadi korban pembegalan apalagi pemerk*saan.


"Aw!" Teriak Ziva kesakitan setelah tersungkur di aspal jalan karena tak sengaja menginjak ujung gaunnya. Kini, bukan hanya rasa sakit di perut yang harus dia tahan, tapi juga lecet di lututnya yang perih tak tertahankan.


"Ziva Sayang!" Pekik suara yang Ziva kenali. Ziva yang masih terungkur di aspal langsung memutar kepalanya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Mommy Nata yang berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Astaga Sayang! Ayo sayang Mommy bantu berdiri" tutur Mommy Nata membantu Ziva untuk berdiri.


"Mommy," panggil Ziva langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Mommy Nata. Ziva menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan hangat itu.


"Tenanglah Sayang, ada Mommy di sini. Tidak akan terjadi apa-apa kepadamu," bujuk Mommy Nata membalas pelukan erat Ziva seraya mengelus pundak Ziva agar tak lagi bergetar ketakutan. Ketika sudah merasa tenang, barulah Ziva melonggarkan pelukannya.


"Minumlah dulu, Nak," ujar Daddy Jackson mengulurkan sebotol air mineral yang telah dia buka tutupnya.


Tak sempat menjawab, Ziva yang memang telah kehausan, langsung meneguk air mineral itu hingga habis tak bersisa. Setelah Ziva selesai minum, Daddy Jackson mengangkat tubuh lemah Ziva dan dia bawa masuk ke dalam mobil. Mommy Nata ikut duduk di kursi belakang sambil mengoleskan obat di luka Ziva, kemudian menutup luka itu dengan plaster.


"Apa perutmu juga terluka, Sayang?" tanya Mommy Nata khawatir saat melihat Ziva masih meringis kesakitan sambil memeluk perutnya dengan sebelah tangan.


"Astaga, Mommy tidak Mambawa makanan. Sayang, naikkan kecepatannya, kita harus cepat tiba di Mansion," desak Mommy Nata panik.


"Mommy, aku tidak apa-apa. Aku masih bisa menahannya."


"Tidak Sayang. Perutmu sakit, ini tidak baik," sahut Mommy Nata tetap panik.


"Oleskan minyak hangat ini dulu, Sayang," imbuh Daddy Jackson mengulurkan minyak hangat.

__ADS_1


"Bagaimana, Sayang? Apa mendingan?"


"Iya, Mommy. Rasa hangatnya menenangkan," jawab Nata lagi-lagi berbohong. Jelas dia masih merasa kesakitan pada area perutnya.


"Syukurlah, ini gara-gara pria impoten sialan itu! Lihat saja Mommy akan membalasnya, berani-beraninya dia meninggalkanmu sendirian di jalan hutan ini!" bentak Mommy Nata geram.


"Tidak perlu, Mommy. Aku baik-baik saja," cegah Ziva.


"Baik-baik saja dari mananya, sayang? Kamu ketakutan, terluka, kelaparan hingga sakit perut. Mommy akan membuat perhitungan dengan pria impoten kejam itu," sahut Mommy Nata geram. Ziva lebih memilih diam, sibuk menikmati rasa sakit yang tak kunjung hilang dari tadi.


Lima menit kemudian, mobil mewah yang dikemudikan Daddy Jackson berhenti di sebuah rumah mewah dua lantai, terlihat kecil namun sangat mewah dan berkelas.


Keluar dari mobil, Mommy Nata memapah Ziva menuju pintu utama. Daddy Jackson memencet bell pintu beberapa kali.


"Kau terlambat lima menit dan kau harus—"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2