
"Iya, Ibu. Dokter Adit sudah dua kali memperkos*ku. Jadi, dia harus menikahiku," papar Xena membuat Dokter Adit menepuk jidat kala tak habis pikir dengan perkataan Xena barusan.
Dokter Adit seakan tak percaya, benarkah gadis polos seperti Xena yang dirinya cintai saat ini? Benarkan gadis aneh seperti Xena yang akan dirinya nikahi? Astaga, apa yang akan terjadi pada nasibnya ke depan? Apa yang akan terjadi pada keturunannya nanti? Dokter Adit merasa ingin menenggelamkan diri ke dasar laut, saking malunya serta bingung harus menjelaskan apa kepada Calon Mertua, Lolan, dan juga Ziva pastinya.
"What!" pekik Bibi Aslin panik akan ucapan Xena.
"Xena," panggil Ziva akan bangkit namum dengan cepat Lolan mencegatnya.
"Kamu di sini saja, Sayang. Biar aku saja yang mengurusnya," ucap Lolan lalu berjalan ke arah di mana tempat Dokter Adit berdiri membisu.
"Jelaskan, Adit? Apa maksud dari ucapan Xena barusan? Kamu tahu dia masih sekolah, apa benar yang dia katakan, kamu memp*rkosanya?" tanya Lolan menatap Dokter Adit tak suka, sedangkan Bibi Aslin menutup mulutnya karena takut kembali berteriak histeris.
"Akan aku jelaskan. Yang sebenarnya terjadi, tidak seperti yang kalian semua pikirkan," jelas Dokter Adit membuat Xena menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Xena ... Ma-maksudku—"
"Huwa ... Ibu, Dokter Adit membohongiku, dia bilang akan menikahiku setelah aku sembuh. Tapi, sekarang dia bilang tidak seperti yang aku pikirkan. Bagaimana ini, Ibu? Dokter Adit sudah memperkos*ku dua kali, bagaimana kalau aku hamil? Huwa ...." jerit Xena histeris membuat Dokter Adit begitu khawatir karena luka gadis yang dicintainya itu terbuka.
Bibi Aslin langsung memeluk Xena yang menangis histeris. "Tidak apa-apa, Sayang. Tenang saja, Ibu akan berjuang untukmu. Tapi, Dokter Adit ini kaya atau biasa saja?"
Ziva yang semula berusaha bangkit karena ingin menenangkan Xena, seketika kembali terbaring kala tak habis pikir dengan pertanyaan Bibi Aslin. Apakah Bibi Aslin tetap akan menikahkan Putrinya dengan lelaki manapun asalkan lelaki itu kaya? Tidak peduli Putrinya akan bahagia atau menderita.
Dari jauh, Ziva hanya menggelengkan kepala.
"Kamu tidak usah khawatir, akan Ibu lakukan segala macam cara agar Dokter Adit mau bertanggung jawab kepadamu," tegas Bibi Aslin tetap memeluk Xena yang masih terbaring lemah di atas ranjangnya.
"Adit!" Geram Lolan menatap tajam Dokter Adit.
__ADS_1
"Iya-iya, aku memang sudah dua kali hampir memperk*sa Xena. Tapi, itu hanya hampir, karena ... Karena hanya masuk setengah saja—" jelas Dokter Adit menggantung karena bingung sekaligus frustasi akan ucapannya sendiri.
Pengakuannya yang mengucapkan bahwa dirinya memang telah memperk*sa Xena, cukup untuk menjelaskan semuanya. Lagian, siapa yang akan percaya bila senjatanya hanya masuk setengah atau pun masuk sepenuhnya.
"Adit! Aku tidak percaya kau tega melakukan hal itu, kau tahu Xena masih SMA!" bentak Lolan ingin menonjok Dokter Adit saat itu juga, saat mengingat di mana dirinya saat ini. Seketika dia mengurungkan niatnya, karena tidak ingin membuat keributan.
"Aku memang akan menikahi Xena, Daddy dan Mommyku juga sudah mengetahuinya. Setelah Xena sembuh nanti, aku memang akan menikahinya karena aku MENCINTAINYA!" Seru Dokter Adit geram.
"Yes, Berhasil!" batin Xena gembira.
.
.
__ADS_1
.