
"Ya sudah, ayo kita buat sekarang!" seru Xena langsung menyeret Adit.
"XENA!" teriak Bibi Aslin.
"Tidak usah, Nyonya. Maklum, namanya juga pengantin baru, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama," cegat Mommy Nata saat Bibi Aslin akan menjemput Putrinya.
"Tapi, Xena saya masih perawan. Bagaimana mungkin dia se-agresif itu, dia bisa kesakitan," ujar Bibi Aslin mengkhawatirkan kondisi Putrinya.
"Tidak apa-apa, Nyonya Besanku. Semua perempuan juga akan merasakan hal yang sama untuk pertama kalinya, ikhlaskan Xena. Adit adalah laki-laki yang baik, dia tidak mungkin membiarkan Xena sakit," jelas Mommy Nata memberikan pengertian kepada besannya.
Huffff ....
Bibi Aslin mengambil napas panjang, kemudian mengangguk mengerti.
"Baiklah, saya tidak akan menggangu mereka. Kalau begitu saya permisi untuk kembali ke acara di atas yang masih berlangsung, saya titip Ziva juga," imbuh Bibi Aslin langsung pergi ketika mendapatkan anggukan dari Mommy Nata yang matanya masih basah.
"Lolan, kamu bawa Ziva pulang sekarang, ya. Biar Ziva bisa istirahat dengan tenang," titah Mommy Nata kepada dua insan yang masih menangis haru itu.
"Baik, Mommy," jawab Lolan dengan cepat langsung menyeka air matanya.
"Ziva Sayang, sampai rumah kamu harus langsung istirahat, ya."
"Iya, Mommy. Terima kasih," jawab Ziva lembut dan Mommy Nata pun tersenyum menatap Menantu kesayangannya.
__ADS_1
"Lolan, Mommy percayakan Ziva kepadamu, jaga Ziva baik-baik. Jangan sampai terjadi apa-apa kepadanya, turuti apa pun yang Ziva mau," lanjut Mommy Nata mengingatkan Putranya.
"Iya, Mommy. Aku mengerti dan aku pasti akan menjaga Ziva dan calon bayiku," tegas Lolan balik menatap Sang Mommy.
"Baguslah, Mommy dan Daddy akan kembali ke pesta untuk menemui Adna dan Jason." Daddy Jackson dan Mommy Nata pun langsung pergi setelah mendapatkan anggukan dari Lolan dan Ziva.
"Kita pulang sekarang, Sayang."
"Hu'um," jawab Ziva sambil mengangguk.
"Eh, mau apa?" tanya Ziva langsung menghentikan Lolan yang akan mengangkat tubuhnya.
"Tentu saja menggendongmu, Sayang. Kamu masih sakit."
"Tapi sekarang aku baik-baik saja," keukeuh Ziva.
Ziva pasrah dan tak lagi protes saat Lolan menggendongnya hingga tiba di mobil. Lolan membaringkan Ziva di dalam mobil, pahanya Lolan jadikan bantal agar Ziva dapat berbaring dengan nyaman.
Ziva sedari tadi tak henti mengukir senyuman manis di bibirnya ketika mendapatkan perhatian yang luar biasa dari Suami tercinta.
"Devil, jalan sekarang," seru Lolan pada Sekretaris Devil yang sudah anteng duduk di kursi kemudi setelah mendapatkan perintah dari Daddy Jackson untuk mengantar Tuannya pulang.
"Baik, Tuan," jawab Devil langsung tancap gas dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Sayang, bisakah beli Sushi dulu sebelum pulang," pinta Ziva menengadah dengan mata berbinar indah, membuat Lolan tak dapat menolak keinginan Sang Istri meski heran kenapa harus Sushi lagi dan lagi.
"Apa pun untukmu, Sayang. Devil, berhenti di restoran Blue Sea," titah Lolan.
"Baik, Tuan," jawab Sekretaris Devil.
Beberapa menit kemudian, mobil pun singgah di restoran dengan makanan terkenalnya adalah hidangan Sushi, makanan khas Negara Jepang.
"Mau yang isi apa, Sayang?" tanya Lolan sebelum pergi.
"Semuanya," jawab Ziva cepat. Lolan paham akan keinginan Sang Istri. Lolan pun langsung masuk ke dalam restoran, karena dirinya pelanggan super VVIP, dia pun didahulukan hingga bisa mendapatkan Sushi pesanan Sang Istri tanpa harus menunggu lama. Lolan segera kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba di rumah, Lolan kembali menggendong Ziva hingga tiba di kamarnya. Sedangkan Sekretaris Devil memberikan makanan pesanan Nyonya mudanya kepada pelayan untuk disiapkan.
Tak lama kemudian, pelayan pun tiba ke kamar Lolan dengan membawakan Sushi pesanan Ziva. "Makanlah, Sayang. Aku suapin, ya." tawar Lolan.
"Kamu yang makan, bukan aku," ujar Ziva.
"A-aku, kenapa aku Sayang?" Lolan heran dengan keinginan Sang Istri. Lolan berpikir apakah Ziva sengaja mengerjainya karena tahu dirinya tidak suka makanan mentah itu.
"Karena aku ingin melihatmu makan Sushi."
.
__ADS_1
.
.