
"Kenapa ke rumah sakit Mommy? Aku sudah sembuh, bukankah harusnya aku dan Ziva ke kamar?" Mendengar itu, Ziva langsung menundukkan wajahnya dalam kala merasa malu akan ucapan spontan Lolan. Sedangkan Mommy Nata langsung mengubah ekspresi wajahnya saat mendengar ucapan Lolan.
"Dasar mesum! Tidak sabaran. Apa kamu lupa luka Ziva belum sembuh sepenuhnya. Ke rumah sakit bukan untukmu, melainkan untuk Ziva, Mommy ingin memastikan apakah ginjalnya tidak lagi bermasalah," jelas Mommy Nata membuat Lolan baru mengingat akan luka operasi Istrinya. Lolan mengumpat dirinya dalam hati, bagaimana mungkin dia bisa melupakan hal sepenting itu? Sepertinya dia terlalu bahagia akan kesembuhannya, hingga melupakan sakit Istrinya sendiri.
Lolan yang merasa bersalah hanya diam menatap Ziva tak enak. "Sayang, ayo kita makan siang," ajak Lolan memeluk pinggang ramping Ziva dan berjalan menuju ruang makan.
Keduanya berjalan mengekor di belakang Daddy Jackson, Mommy Nata dan Dokter Adit yang telah lebih dulu berjalan menuju ruang makan.
Tiba di meja makan, keduanya mengambil posisi duduk berdekatan. Masing-masing mulai mengambil makanan yang telah tersaji di atas meja makan.
"Jadi, kapan tanggal pernikahan kamu dan Xena, Adit? Dengar-dengar dari Mommy Adna minggu depan," tanya Mommy Nata sambil melahap makanannya. Sedangkan Ziva menyimak dengan serius, bahkan dia menghentikan makannya.
"Benar, Mommy. Minggu depan adalah acara pernikahanku dan Xena, tapi tidak ada resepsi karena Xena masih sekolah. Jadi, pernikahannya tertutup, resepsi akan di lakukan setelah Xena lulus SMA," jelas Dokter Adit.
"Tepat sekali, kamu dan Xena menikah Minggu depan. Sekalian saja kalian berempat bulan madu bersama," imbuh Mommy Nata bersemangat.
__ADS_1
"Uhukk!" Ziva terselak makanannya kala mendengar kata bulan madu.
"Kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Mommy Nata khawatir dan Ziva mengangguk sebagai jawaban bahwa dirinya baik-baik saja.
"Minumlah, Sayang," Lolan meberikan segelas air putih untuk Ziva, Ziva langsung menyambut dan meneguknya cepat guna menghilangkan rasa perih di tenggorokannya.
"Itu ide bagus, Mommy. Aku setuju, aku juga ingin bulan madu bersama Ziva," imbuh Lolan yang tentu saja menyetujui keinginan Sang Mommy.
"Memangnya kamu dan Xena akan berbulan madu ke mana?" lanjut Lolan bertanya.
"Mommy tau apa nama dan di mana pulau impian itu berada," jawab Mommy Nata antusias.
"Apa namanya, Mommy? Dan di mana letak lokasinya?" tanya Dokter Adit tak kalah antusiasnya.
"Pulau baru yang begitu terkenal saat ini, namanya Virgin Drunk Island (pulau mabuk perawan), pulau ini berada di salah satu pulau terpencil di Dubai. Sebenarnya sulit untuk liburan di pulau itu, setiap bulannya hanya menerima satu pelanggan saja. Tapi, kalian tenang saja, Mommy dan Daddy akan mengatur segalanya," terang Mommy Nata tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Sepertinya menarik, aku setuju," sahut Lolan tertarik dengan pulau impian yang Mommy-nya sebutkan.
Setelah selesai makan siang, Dokter Adit, Mommy Nata, Daddy Jackson, Lolan, dan Nata pastinya, langsung pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan luka bekas operasi Ziva. Setelah Dokter ahli mengatakan luka Ziva sudah sembuh total, barualah mereka kembali pulang ke rumah.
Tiba di rumah, tanpa memikirkan hal lainnya, Lolan langsung menyeret Ziva hingga sampai di kamar dengan terburu.
"Aw! Lolan pelan-pelan," sergah Ziva kesal ketika Lolan mengunci tubuhnya di tembok kamar.
"Aku sudah tidak bisa menunggu lagi!" seru Lolan.
"Hemp ...."
.
.
__ADS_1
.