Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 100-Tanda Kepemilikan


__ADS_3

Respon Angel yang mendengar sedikit kalimat dari mulutnya membuat diri Hans  juga terkejut.


“Tidak mau hiks...Tidak mau.” Memeluk Hans sudah seperti anak koala, erat sekali dengan tangis yang pecah. 


“Sssttt tenang sayang.” 


Apa-apaan!! Hans ini! Bagaimana Angel bisa tenang. Hatinya sedang berkecamuk kesal ,takut dan marah. 


“Hiks...tidak mau.” Merengek layaknya anak kecil.


“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Ha apa ini tadi katanya Tidak bisa berada disisinya sekarang berubah lagi.


“Tadi kau bilang tidak bisa berada di sisiku...itu kan artinya kau mau berpisah.” Bicara dengan nada lirih


“Kau salah paham!” Tegas Hans 


“Sa-salh paham.” Lucu sekali ,seperti anak kecil yang diberi mainan agar berhenti menangis itulah ekspresi Angel. Gelak tawa Hans membuat tangis Angel sudah berhenti namun dia memberengut kesal.


“Kenapa kau malah tertawa! Apa situasinya lucu.” Merasa dongkol dengan sikap Hans. Wah lihatlah kelinci menggemaskannya ini .


“Baiklah hapus air matamu turun sekarang.” Berusaha menurunkan Angel dari pangkuannya .Karena diterjang peluang yang begitu erat dia sampai terkejut.


“Tidak mau.” Malah menduselakan wajahnya di leher Hans. Wah wah nampaknya Angel sedang merajuk. Hans mengelus punggung Angel memberikan ketenangan.


“Aku membuat keputusan, kau tidak perlu bekerja lagi.” 


“Apa!” Mundur dari pelukan dan mencoba membawa raut wajah lelucon dari diri Hans. “Iya, kau tidak perlu bekerja lagi kau akan sudah akan menjadi istri Hans Prasetyo.” 


“I-ini terlalu mendadak.” Hans menangkup pipi Angel dan menghapus jejak air mata.


“Aku menguatkan yang terpenting dari pada yang penting sekarang, dan yang terpenting sekarang adalah menjadikan…” 


Tatapan serius Hans menjalar Kediri Angel ,membuahkan sebuah rasa deg-deg an.


“Menjadikan Angel Rasinta istriku.” Angel tertunduk malu.


“Angel Rasinta maukah kau menjadi istri Hans Prasetyo?” Keadaan mendadak yang diinginkan! Ucapan yang menggetarkan membuat semua relung hati Angel dipenuhi akan rasa haru! Akhirnya Hans mengutarakan ini! 


“Aku mau...Aku mau ! Jadikan aku istrimu Hans sayang.” Angel secara impulsif memeluk Angel ,wajahnya terbenam di dada Hans. Ulasan senyum kemenangan Hans dapat. “Terima kasih...terima kasih mau menerima lamaranku.” 


Pelukan itu mulai merenggang. Hans terlihat mengambil sesuatu dari balik punggungnya. Oh ini sungguh romantis!! Kotak beludru dengan dua cincin ukuran berbeda terlihat disana. Jadi ini bukan hanya perkatana semata tapi Hans benar-benar mengikatnya lebih dulu.


“Walaupun ini bukan gayaku, tapi aku tetap melakukannya ternyata. Aku hanya takut, jika aku merencanakan pertunangan yang meriah semuanya tidak seperti eksprwktasiku.” Angel menggeleng cepat situasi ini Hakan sudah menyentuh hatinya dan membuat dia terharu .Inilah yang paling diinginkan perempuan. Lamaran kemudian pernikahan .


“Tidak-tidak i-ini semua sudah cukup ...aku menyukainya .” Kekehan saling sambut dari bibir mereka. Cincin tadi sudah terpasang di jari masing-masing.


“Sekarang kau sudah terikat, jadi dimanapun kau berada ingatlah bahwa kau sudah memiliki tunangan.” Sorot mata Hans melumpuhkan Hati Angel. ia mengangguk paham.


“Ayo ganti baju, karena kita sudah bolos ada tempat yang harus ditanggung kunjungi saat ini.” 

__ADS_1


“Tempat yang harus dikunjungi.”


“Dimana.” 


“Kau akan segera tau, cepat ganti baju sana. ” mendorong tubuh Angel mendekat kamar. “Jangan berdandan, ini hapus dadaku nanti banyak yang melirik ,jangan pakai pakaian bagus juga! Pakai yang simple .” Duh kumat lagi. Situasi romantisnya sudah hilang tenaga berganti dengan rasa kesal karena diatur ini itu.


“ya ya ya ya.” Pasrah.


“Ya sudah sana.” Membalas jawaban Angel dengan puas tak terhingga.


Kita akan bertemu dengan laki-laki terhormat sayang. 


***


Puas melihat tampilan diri Angel apalagi cincin di jemari Angel.


“Kita mau kemana?” Bertanya lagi mencoba mengorek informasi.


“Ketempat yang harus dikunjungi.” Huh semakin misterius.


“Ya dimana itu.”


“Kau akan tau sabar sayang.” Huh jika sudah mendengar kata sayang maka hati Angel langsung melunak. Sabar...wah senyum di wajah Hans semakin membuat dia penasaran.


Rasa aneh bercampur bahagia segera menyentuh dadanya. Tiap beberapa menit dia melihat cincin di jari manisnya. Seperti takut bahwa ini hanya sebuah mimpi.


Dia benar-benar melamarku tadi...huh aku takut ini hanya mimpi...aku sangat bahagia.


Kemana dia membawaku, siapa yang mau dikunjunginya.


Dilihatnya Hans yang melempar senyum ke arahnya lalu menghadiahkan sebuah kecupan singkat di permukaan tangannya.


“Kita akan segera sampai.”


Langkah Hans terhenti. Eh sudah sampai pikir Angel. Berdiri didepan sebuah tanah, dengan batu nisan yang bermarga Prasetyo.


“Kek.”


Kek kakek jadi ini kakak Hans .


“Aku menepati janjiku, lihatlah ini. Inilah wanita yang kucintai.” Angel menoleh ke arah Hans yang tampak serius memandang batu nisan dengan tautan tangan yang masih tak terlepas. Memperkenalkan Angel merupakan janji yang sangat dia ingat. Sekarang waktunya.


“–Namanya Angel Rasinta, cantik kan. Iya dia memang sangat cantik, dan juga...baik hati.” Suara Hans tampak bergetar. Akhirnya dia menepati janjinya. Janji bawa dia akan membawa Angel ,janji akan memperkenal kan Angel ,janji akan menjemput Angel sebagai kebehagiannya.


Angel tertampar rasa malu .Apa di secantik itu Hans selalu saja memuji dia cantik. Wahh dia ingin melihat kaca sekarang.


Seperti memenangkan piala tropi Hans begitu bangga memberikan Angel.


“Lihat ini dia sudah menjadi milikku.” Memamerkan jari tangannya yang sudah memiliki cincin tunangan. Angel tak bisa bicara satu sepatah katapun. Deraan rasa haru menyeruak di dadanya. Jadi inilah laki-laki yang dicintai sang kekasih.Sampai pada masa Peringatan Hans begitu terpuruk.

__ADS_1


Kakeknya Hans ...perkenalkan nama saya Angel Rasinta ...Hans sudah tumbuh dengan baik dan menjadi laki-laki yang sangat tampan dan baik. Saya menjadi wanita terhormat bisa mendapatkan cinta dari dirinya. Saya akan menjaganya mulai sekarang kek.


Berbicara melalui diam ,melalui sorot mata dengan hati itulah yang dilakukan Angel sekarang . Dia mulai paham dimana tempat kakek Hans berada.


Perasaan haru dan lega berkecamuk membersamai perjalanan mereka pulang. Karena sudah dipecat Secara tidak langsung. Dan juga wajah tegang Hans yang tidak mau mengatakannya bekerja. Angel memutuskan akan pulang dan menemui orang tuanya.


“Aku akan mengantarmu besok. Jadi aku akan tinggal disini lebih lama.” Seru Hans dengan nada yang terdengar begitu berat ditelinga Angel. Ya tidak masalah ini masih sore. Jadi Hans boleh berlama-lama dirumah Angel.


“Kenapa dari tadi kau melihatku terus .Apa ada sesuatu di wajahku.” Heran sekali Sedati duduk di sofa, laki-laki ini bukannya menikmati tontonan layar ,malah sibuk melihat dirinya.


“Aku ingin menatapmu dengan puas, tinggal beberapa jam lagi kau sudah tidak ada.”


“Aku hanya kembali ke desaku. Bukannya menghilang suntuk selamanya.”


“Tentu saja aku tau itu. Tapi ini tetap berat Angel sayang.” Jika saja para mulut besar itu kutemukan akan langsung kubasmi.


Hans mereka bukan laler. Huh sudahlah mengingat para pembenci itu membuat dada Hans bergemuruh amarah.


“Kau lucu sekali sih.” Mencubit kedua pipi Hans. Wajah kesal Hans malah makin membuat Angel tergelak ditempat.


“Ya ya tertawalah sepuasmu. Kau memang beruntung sudah mendapatkanku. Dimana lagi kau bisa mendapatkan pria sesempurna aku.” Cih narsisnya kembali, Sekali Hans Prasetyo ternyata tetap Hans Prasetyo.


Senyum mengembang Angel Lesatkan. Mendapatkan Hans Prasetyo adlah keberuntungan baginya. Membayangkan akan menjadi istri Hans Prasetyo tidak pernah sekalipun ada dalam otaknya dulu.


Namun sekarang semuanya sudah berubah 360°. Angel sudah jatuh hati pada pria ini. Pria yang tidak pernah dia bayangkan malah sekarang sudah menyematkan cincin di jari manisnya.


Sekarang dia hanya perlu bersabar, bersabar karena harus berpisah sementara. Sesampai di desa dia akan menceritakan hubungannya dengan Hans. Ia hanya berharap orang tuanya bisa menerima hubungan mereka pada saat itu.


Tidak tahan dengan keheningan ini. Hans melewatkan ciuman pada bibir Angel. Tidak seperti biasanya. Angel malah agresif sekarang.


Aku bisa gila kenapa dia imut sekali sih saat sedang berciuman.


Hans hanya ingin menyetok tenaga saat mereka akan berpisah nanti. Matanya sulit terpejam karena rasa berat ditinggal Angel.


Lagi-lagi rencana tinggal rencana .semuanya tidak berjalan lancar. Wajah imut ini dan senyum ceria ini tidak akan dilihatnya beberapa waktu kedepan.


Rasanya berat berpisah dengan kelinci imut dan mengemaskanku...tapi aku bisa...


Aku bisa menahannya...ini hanya sebentar sayang...tunggulah pria luar biasamu ini nanti akan datang dengan cara yang luar biasa pula.


Begitulah semuanya berlalu. Menuju sebuah perpisahan ,benarkah itu hanya sementara ?


.


.


.


Jika merasa bosan silahkan di skip aja ya...🤧

__ADS_1


Happy reading


~tyatyut


__ADS_2